Pelanggaran utama meliputi: tidak mematuhi rambu lalu lintas, berbelok ke arah yang salah, dan berbelok kiri saat terdapat rambu dilarang masuk. Tercatat, terdapat hingga 165 kasus (lebih dari 50%) belok kiri ilegal, yang sebagian besar merupakan kendaraan dengan pelat nomor dari provinsi dan kota lain.
Pengamatan aktual di persimpangan Nguyen Van Cu – Ba Trieu (Distrik Xuan Huong – Dalat), tempat banyak pelanggaran terjadi, menunjukkan bahwa rambu dilarang belok kiri terhalang oleh kendaraan yang parkir di pinggir jalan, terutama pada jam sibuk. Selain itu, letak rambu tersebut jauh dari titik belok, sehingga menyulitkan pengemudi untuk mengenali dan mematuhinya.

Di persimpangan Hoang Van Thu – Tran Phu (Distrik Xuan Huong – Dalat), yang dulunya memperbolehkan lalu lintas dua arah, kini terdapat rambu "dilarang masuk" dan lampu lalu lintas. Namun, akibat perubahan arus lalu lintas dan kurangnya instruksi yang jelas, banyak kendaraan – terutama dari provinsi lain – masih melakukan kesalahan dan melanggar peraturan.
Sebelumnya, banyak pembaca telah melaporkan kondisi rambu-rambu yang tidak memadai di persimpangan tersebut kepada Surat Kabar SGGP. Meskipun pihak berwenang telah melakukan survei lapangan, hingga saat ini belum ada solusi yang efektif.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/nhieu-phuong-tien-bi-phat-nguoi-do-bien-bao-nup-bong-o-phuong-xuan-huong-da-lat-post804170.html
Komentar (0)