Albert Einstein (1879-1955) adalah salah satu ilmuwan paling terkenal di dunia. Namanya juga digunakan untuk merujuk pada orang-orang dengan pikiran jenius.
Albert Einstein adalah orang yang mengajukan teori relativitas, dan berkat penemuannya, persepsi manusia tentang alam semesta telah berubah total. Tak hanya itu, prediksinya juga telah membantu para ilmuwan membuat banyak penemuan penting tentang alam semesta. Biasanya, lubang hitam supermasif baru-baru ini ditemukan melalui ilusi optik yang sebelumnya diprediksi oleh Albert Einstein. Apa dampak dari penemuan ini?
Berkat prediksi Albert Einstein, para astronom telah menemukan lubang hitam supermasif. (Foto: NASA)
Kita semua tahu bahwa lubang hitam adalah objek padat di alam semesta. Mereka memiliki tarikan gravitasi yang begitu kuat sehingga cahaya pun tak dapat lolos. Lubang hitam supermasif ratusan ribu kali lebih masif daripada lubang hitam. Namun, selain lubang hitam supermasif, objek yang begitu padat secara astronomis sehingga para ilmuwan harus membuat klasifikasi baru adalah lubang hitam supermasif masif. Satu-satunya perbedaan antara lubang hitam biasa dan lubang hitam supermasif adalah ukurannya.
Para astronom di Universitas Durham, Inggris, menggunakan lensa gravitasi yang dikombinasikan dengan superkomputer untuk menemukan lubang hitam di Abell 1201, 2,7 miliar tahun cahaya dari Bumi. Lubang hitam ini juga merupakan salah satu lubang hitam terbesar yang pernah ditemukan. Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.
Para ahli telah menemukan bahwa di pusat gugus galaksi yang berjarak lebih dari dua miliar tahun cahaya - Abell 1201 - sebuah ilusi optik yang disebut lensa gravitasi sedang terjadi. Fenomena lensa gravitasi ini terjadi ketika cahaya terang dari sebuah objek di latar belakang membelok di sekitar objek di latar depan.
Ini adalah pertama kalinya lubang hitam supermasif ditemukan menggunakan lensa gravitasi. (Foto: NASA)
Konsep lensa gravitasi berkaitan erat dengan teori relativitas umum Albert Einstein, yang meramalkan fenomena lain di alam semesta, seperti benda-benda masif yang melengkungkan struktur ruang-waktu. Ia juga meramalkan bahwa kurva-kurva ini dapat bertindak seperti lensa pembesar.
Berdasarkan prediksi Albert Einstein, para astronom telah mengidentifikasi sebuah lubang hitam dengan massa sekitar 30 miliar kali massa Matahari. Lubang hitam supermasif ini terletak di dalam galaksi paling terang di gugus galaksi Abell 1201. Galaksi yang menampung lubang hitam ini juga dipengaruhi oleh medan gravitasi objek ini.
Ini juga pertama kalinya lubang hitam supermasif ditemukan menggunakan lensa gravitasi. Para ilmuwan juga berharap dapat menemukan lebih banyak lubang hitam di masa mendatang.
Quoc Thai (Sumber: Nature)
Berguna
Emosi
Kreatif
Unik
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)