Namun, penelitian baru, yang baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal ilmiah Health Data Science , telah menemukan jawaban untuk masalah di atas.
Penelitian yang dipimpin oleh Associate Professor Chenjie Xu dari Departemen Kesehatan Masyarakat, Universitas Normal Hangzhou, bekerja sama dengan Universitas Pengobatan Tradisional Tiongkok Tianjin dan Universitas Kedokteran Tianjin (Tiongkok), menganalisis data dari monitor latihan dan pemindaian MRI otak dari 16.972 peserta, berusia 37-73 tahun.
Olahraga sedang sangat baik untuk memperlambat penuaan otak, melindungi kognisi dan struktur otak.
Foto: AI
Olahraga sedang memperlambat penuaan otak
Untuk memperoleh hasil yang akurat dan objektif, para peneliti mengukur tingkat aktivitas fisik menggunakan akselerometer yang dikenakan di pergelangan tangan untuk mengukur tingkat latihan dari ringan, sedang, hingga berat.
Hasilnya menunjukkan bahwa olahraga sedang paling efektif untuk memperlambat penuaan otak dan melindungi kognisi serta struktur otak. Sebaliknya, olahraga yang terlalu sedikit atau terlalu banyak justru dapat kontraproduktif, menurut situs berita sains Scitech Daily .
Studi ini tidak hanya mengonfirmasi hubungan antara tingkat olahraga dan penuaan otak dalam skala besar, tetapi juga memberikan wawasan berguna bahwa lebih banyak olahraga tidak selalu lebih baik, tetapi moderasi adalah kuncinya, kata Associate Professor Xu, menurut Scitech Daily .
Sumber: https://thanhnien.vn/phat-hien-moi-nen-tap-the-duc-chung-nay-la-tot-nhat-185250806231329178.htm
Komentar (0)