Startup teknologi Phygital Labs, yang didirikan bersama oleh dua mantan insinyur Google, Huy Nguyen dan Nam Do, resmi diluncurkan di Vietnam pada 1 Oktober, di Kota Ho Chi Minh. Menurut Bapak Huy Nguyen, pendiri dan CEO Phygital Labs, anak muda saat ini menghabiskan sebagian besar waktunya di dunia digital. Berbagai bentuk sosial-ekonomi memasuki eksploitasi dunia maya, yang secara bertahap menyentuh nilai-nilai baru.
"Hal ini bukan hanya karena dunia nyata telah mencapai batasnya, jenuh, dan sulitnya menciptakan banyak nilai terobosan, tetapi juga karena kreativitas dan keinginan manusia untuk bereksplorasi. Fisika digital akan menjadi gerbang penghubung dunia nyata dan dunia digital, tempat kedua dunia bertemu dan hidup secara paralel. Ini akan menjadi aliran pendapatan yang benar-benar baru, mendefinisikan ulang standar tradisional dan menciptakan ekonomi digital yang penuh potensi," ujar Bapak Huy Nguyen.
Dalam acara tersebut, Phygital Labs memperkenalkan produk inti perusahaan, Nomion - Identifikasi Digital Segalanya. Nomion adalah solusi komprehensif yang menciptakan identitas digital unik untuk setiap produk fisik menggunakan RFID (Identifikasi Frekuensi Radio) dan teknologi Blockchain, memastikan transparansi dan keunikan produk, baik di dunia nyata maupun digital.
Perwakilan lembaga manajemen negara, asosiasi... menghadiri upacara peluncuran perusahaan. |
Dari sana, dimungkinkan untuk menerapkan teknologi LiDAR (Light Detection And Ranging - teknologi pemindaian dan pengukuran cahaya inframerah) dan VR/AR (Virtual Reality, Augmented Reality) untuk membawa produk fisik ke lingkungan digital, berkontribusi pada peningkatan nilai dan menjadi bagian penting dari ekonomi digital. Di Vietnam, fisika digital telah berhasil diterapkan di berbagai bidang seperti: Merek fesyen digital - Ortho Starlight; Produk pertanian khusus dan OCOP - Cafe Le J', The Ho Tieu; Museum digital - Desa Batu Non Nuoc...
Bapak Nam Do, CTO Phygital Labs, meyakini bahwa fisika digital masih merupakan konsep baru di Vietnam. Namun, jika fisika digital diterapkan dengan tepat dalam kehidupan, hal ini akan membantu meningkatkan nilai barang, baik di dunia digital maupun dunia nyata, mengotomatiskan proses dan pengalaman pengguna, mengurangi upaya dan biaya penyimpanan, serta mencatat dan meningkatkan kepercayaan pengguna berkat transparansi dan autentisitasnya yang tinggi. Selain ekonomi digital, solusi identifikasi barang juga membantu menyimpan, melestarikan, dan menyebarkan nilai-nilai budaya bangsa kepada pengguna internet di seluruh dunia dengan cara yang sederhana, ekonomis, dan efektif.
Pada acara tersebut, Phygital Labs juga menandatangani nota kesepahaman (MOU) tiga pihak, yaitu Asosiasi Teknologi Informasi Vietnam, Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Da Nang, dan Phygital Labs, dengan tema "Kerja sama, mendorong transformasi digital di Kota Da Nang". Phygital Labs juga menandatangani MOU dengan Pusat Informasi UNESCO Vietnam untuk membangun proyek "Penerapan teknologi untuk melestarikan dan mengembangkan warisan dan budaya Vietnam".
Bapak Nguyen Quang Thanh, Direktur Departemen Informasi dan Komunikasi Da Nang, menyampaikan: "Da Nang sangat mengapresiasi antusiasme anak muda, para pencipta solusi yang telah didampingi Phygital Labs untuk kota Da Nang dalam membangun platform Blockchain dan menerapkannya dalam proyek digitalisasi Desa Batu Non Nuoc, produk OCOP, dan kami yakin bahwa di masa mendatang, langkah selanjutnya akan terus dikembangkan dalam Pemerintahan Digital dan Warga Digital."
Phygital Labs menandatangani nota kesepahaman dengan Pusat Informasi UNESCO Vietnam untuk mengembangkan proyek "Penerapan Teknologi untuk Melestarikan dan Mengembangkan Warisan dan Budaya Vietnam". Bapak Nguyen Hung Son, Wakil Presiden Federasi Asosiasi UNESCO Vietnam dan Direktur Jenderal Pusat Informasi UNESCO (UNET), menyampaikan: "Kami memiliki misi yang sama dengan Phygital Labs untuk memecahkan berbagai permasalahan kehidupan di era digital, ruang digital, dan dunia digital, terutama dalam melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya nasional."
"Phygital Labs, dengan keunggulan teknologi dan sumber daya manusianya, akan merancang solusi teknologi yang sesuai dengan nilai-nilai budaya dan artefak yang diusulkan oleh UNET. Saya berharap kerja sama terbuka ini akan segera menghasilkan pencapaian dalam pelestarian, pengembangan, dan promosi warisan dan budaya Vietnam; dengan demikian berkontribusi pada pembangunan budaya, ekonomi, dan sosial negara ini," tegas Bapak Nguyen Hung Son.
Menurut statistik dari International Telecommunication Union (ITU), pada tahun 2022, jumlah pengguna internet di dunia akan mencapai 5 miliar orang (mewakili 63% populasi) dengan rata-rata waktu daring 6 jam 53 menit per hari. Peningkatan penggunaan ponsel pintar juga berkontribusi pada popularitas teknologi digital.
Menurut Bankmycell, pada tahun 2022, jumlah pengguna telepon pintar di seluruh dunia akan mencapai setidaknya 5,32 miliar (mencakup 67% populasi), dan jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi 7,33 miliar pada tahun 2025, di mana jumlah pengguna aplikasi terkait realitas virtual dan realitas tertambah kini telah mencapai 3,5 miliar.
Angka-angka di atas menunjukkan peralihan besar pengguna baik di dunia maupun di Vietnam ke ruang digital.
Pada seminar tersebut, para delegasi menyampaikan pendapat yang sama bahwa Phygital Labs akan menjadi peluang besar untuk mempromosikan pengembangan ekonomi digital, mulai dari produk budaya hingga aplikasi di lembaga negara, masyarakat... dan semangat penerapan teknologi baru patut diperhatikan melalui aplikasi praktis dalam kehidupan.
Ini adalah pasar dengan potensi besar yang dapat diakses sepenuhnya oleh Vietnam sejak awal. Diperkirakan pasar "Kembaran Digital" akan mencapai 35,8 miliar dolar AS pada tahun 2025, sementara pasar teknologi AR dan VR, yang menghubungkan dunia nyata dan digital, akan mencapai nilai 266,2 miliar dolar AS hanya dalam periode 2021-2024.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)