Pasar M&A akan menyaksikan lebih banyak kegembiraan di waktu mendatang, investor asing akan kembali setelah periode mempelajari pasar, terutama Korea dan Jepang.
Pasar M&A akan menyaksikan lebih banyak kegembiraan di waktu mendatang, investor asing akan kembali setelah periode mempelajari pasar, terutama Korea dan Jepang.
Pada tanggal 27 November, Surat Kabar Dau Tu menyelenggarakan Forum Merger dan Akuisisi (M&A) Vietnam ke-16 dengan tema "Kesepakatan Ramai" di Kota Ho Chi Minh.
Bapak Dinh The Anh, Anggota Eksekutif, Kepala Konsultasi Keuangan Perusahaan, KPMG Vietnam berbagi di forum tersebut. |
Dalam forum tersebut, Bapak Dinh The Anh, Anggota Eksekutif, Kepala Konsultasi Keuangan Perusahaan, KPMG Vietnam, mengatakan bahwa dalam 2 tahun terakhir, pasar M&A telah menurun. Namun, setelah penurunan tersebut, terdapat tanda-tanda bahwa pasar mulai pulih, pembeli mencatat peningkatan kuantitas, dan dana asing kembali mengalir ke Vietnam.
"Pasar akan semakin bergairah di masa mendatang dan akan ada beberapa kesepakatan yang akan segera diselesaikan. Khususnya, investor Korea dan Jepang yang sebelumnya cukup sepi dalam 2 tahun terakhir kini mulai kembali. Khususnya, investor Korea yang memiliki bisnis atau kegiatan di Vietnam kini merasa percaya diri terhadap pasar Vietnam," ujar Bapak Dinh The Anh.
Misalnya, sektor pendidikan menarik banyak investor, mulai dari pendidikan prasekolah, bahasa Inggris khususnya dan bahasa asing pada umumnya, perguruan tinggi, universitas, dll. Dapat dilihat bahwa sektor pendidikan berkembang secara horizontal.
"Ini adalah pasar yang dianggap sangat menarik," komentar Bapak Dinh The Anh.
Pasar M&A: Pergerakan Utama dari Lanskap Makro dan Tren Aliran Modal Internasional. |
Namun, Tn. The Anh juga menyebutkan dua tantangan utama yang perlu mendapat perhatian.
Pertama, kesenjangan harga antara pembeli dan penjual masih sangat lebar;
Yang kedua adalah proses persetujuan.
"Kami harus berkonsultasi dengan banyak lembaga dan proses ini memakan waktu lama, sehingga rencana yang disusun oleh para pelaku bisnis sulit diprediksi. Contoh tipikal adalah ketika berurusan dengan bisnis Jepang, proses persetujuannya masih cukup lambat. Situasi ini tidak hanya terjadi di Jepang, tetapi juga dengan investor di banyak negara lain, yang secara signifikan memengaruhi pembeli dan penjual. Ini merupakan hambatan besar yang perlu segera diperbaiki Vietnam untuk menarik investor asing," ujar Bapak The Anh.
[iklan_2]
Sumber: https://baodautu.vn/quy-dau-tu-ngoai-dang-quay-tro-lai-thi-truong-viet-nam-d231121.html
Komentar (0)