
Menurut analisis Hana Tour pada 23 Juni, lanskap pegunungan yang megah, iklim yang sejuk sepanjang tahun, dan budaya asli yang unik merupakan faktor-faktor yang membuat Sa Pa dengan cepat menjadi "fenomena pariwisata baru" di pasar Korea. Terlebih lagi, citra Sa Pa juga dipromosikan secara intensif melalui platform hiburan digital, konten video , dan media sosial, sehingga menciptakan pengaruh yang besar bagi wisatawan muda.
Seorang pemimpin Hana Tour menyampaikan bahwa Sapa muncul sebagai destinasi alternatif ideal bagi wisatawan Korea yang pernah berkunjung ke Vietnam. Pada kuartal ketiga 2025, jumlah pemesanan di area ini meningkat lebih dari 4 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Memimpin tren ini, Hana Tour telah merancang paket produk spesial bernama "Fansipan WOW PASS", yang membantu pengunjung menjelajahi Puncak Fansipan – "atap Indochina" – dengan kereta gantung dan sistem monorel. Tur Hanoi – Sa Pa selama 5 hari ini juga dirancang berdasarkan model pengalaman komprehensif, menggabungkan kunjungan ke landmark terkenal seperti Desa Cat Cat, Lembah Muong Hoa, dan sawah terasering khas wilayah Barat Laut.
Terletak di ketinggian lebih dari 1.500 m di atas permukaan laut, Sa Pa dianggap sebagai "Swiss-nya Vietnam" berkat iklimnya yang sejuk, pemandangan yang memukau, dan arsitektur bergaya Eropa. Di saat yang sama, perpaduan keindahan alam dan identitas budaya etnis minoritas di sini menciptakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara, terutama dari Asia Timur Laut.
Sumber: https://baolaocai.vn/sa-pa-thuy-si-cua-viet-nam-gay-sot-voi-du-khach-han-quoc-post403750.html
Komentar (0)