Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Dunia dengan suara bulat menentang keinginan AS untuk mengambil alih Jalur Gaza

Công LuậnCông Luận05/02/2025

(CLO) Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa AS akan mengambil alih Jalur Gaza dan merelokasi warga Palestina ke tempat lain. Niat ini telah ditentang keras oleh banyak negara di kawasan tersebut dan di seluruh dunia .


Palestina

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menegaskan bahwa Palestina tidak akan menyerahkan tanah, hak, dan tempat suci mereka, menekankan bahwa Jalur Gaza adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Palestina, bersama dengan Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina, Hussein al-Sheikh, mengatakan: "Kepemimpinan Palestina dengan tegas menegaskan posisinya bahwa solusi dua negara, sesuai dengan legitimasi dan hukum internasional, adalah syarat untuk menjamin keamanan, stabilitas, dan perdamaian ."

Komandan senior Hamas Sami Abu Zuhri

"Rakyat kami di Jalur Gaza tidak akan membiarkan rencana ini terlaksana, dan yang dibutuhkan adalah diakhirinya pendudukan (Israel) terhadap rakyat kami, bukan pengusiran mereka dari negara mereka."

Arab Saudi

"Arab Saudi dengan tegas menentang segala tindakan yang bertujuan memaksa warga Palestina meninggalkan tanah air mereka. Putra Mahkota Mohammed bin Salman menegaskan posisi kerajaan dengan cara yang jelas dan tegas, tanpa memberikan ruang bagi kesalahpahaman atau interpretasi dalam situasi apa pun," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Saudi.

Perancis

"Prancis sekali lagi menegaskan penolakannya terhadap pemindahan paksa warga Palestina di Gaza, menganggapnya sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional, yang merugikan aspirasi sah rakyat Palestina. Di saat yang sama, tindakan ini juga menghambat solusi dua negara dan secara serius mengganggu stabilitas mitra-mitra penting kami seperti Mesir, Yordania, dan seluruh kawasan," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis, Christophe Lemoine.

Dunia terbagi atas apakah AS ingin mengambil alih Gaza, gambar 1.

Presiden AS Donald Trump. Foto: Gedung Putih

Spanyol

"Saya ingin menekankan bahwa Gaza adalah tanah air rakyat Palestina dan mereka memiliki hak untuk tetap tinggal di sana. Gaza adalah bagian dari negara Palestina masa depan yang didukung Spanyol, dan kedua negara harus hidup berdampingan untuk memastikan perdamaian, kemakmuran, dan keamanan bagi Palestina dan Israel," kata Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares.

Irlandia

"Jalan ke depan sudah jelas: Kita membutuhkan solusi dua negara di mana baik warga Palestina maupun Israel memiliki hak untuk hidup aman di negara-negara tetangga. Gagasan untuk merelokasi penduduk Gaza ke tempat lain bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB," ujar Menteri Luar Negeri Irlandia, Simon Harris.

Mesir

Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty berdiskusi dengan Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa tentang pentingnya mempromosikan proyek rekonstruksi di Gaza, menekankan bahwa warga Palestina tidak boleh dipaksa meninggalkan Jalur Gaza.

Iran

"Iran tidak setuju dengan pemindahan paksa warga Palestina dan telah mengomunikasikan hal ini melalui berbagai saluran," kata seorang pejabat senior Iran.

Rusia

Rusia percaya bahwa solusi untuk masalah Timur Tengah hanya dapat dicapai berdasarkan solusi dua negara.

"Ini adalah posisi yang tercantum dalam resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan, dan juga merupakan posisi bersama mayoritas negara yang terlibat. Kami melanjutkan dari sana, mendukungnya, dan yakin bahwa ini adalah satu-satunya pilihan yang layak," ujar juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.

Cina

"Tiongkok berharap semua pihak akan memanfaatkan gencatan senjata dan manajemen pascakonflik sebagai kesempatan untuk mengembalikan masalah Palestina ke jalurnya, menuju solusi politik berdasarkan solusi dua negara," kata Kementerian Luar Negeri Tiongkok.

Turki

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan komentar Presiden AS Donald Trump tentang rencana pengambilalihan Gaza "tidak dapat diterima". Rencana apa pun untuk menyingkirkan Palestina "dari persamaan" hanya akan memicu lebih banyak konflik.

Inggris Raya

Menteri Lingkungan Hidup Steve Reed mengatakan: "Pemerintah Inggris berpandangan bahwa warga Palestina harus dapat kembali ke rumah mereka dan membangun kembali kehidupan mereka. Bagi mereka, beberapa bulan terakhir merupakan mimpi buruk yang nyata, dan sangat penting bagi mereka untuk dapat kembali ke rumah mereka dan memulai pembangunan kembali."

Australia

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan: "Posisi Australia tetap sama pagi ini, seperti tahun lalu. Pemerintah Australia mendukung solusi dua negara secara bipartisan."

Ngoc Anh (menurut AJ, Reuters)


[iklan_2]
Sumber: https://www.congluan.vn/the-gioi-phan-doi-du-doi-viec-my-muon-tiep-quan-dai-gaza-post333158.html

Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk