Penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Obesity telah membebaskan daging sapi dari tuduhan dengan menunjukkan bahwa mengonsumsi daging merah yang tidak diolah (seperti daging sapi) tidak meningkatkan risiko obesitas dan penyakit terkait.
Secara khusus, daging merah tidak menyebabkan penambahan berat badan, obesitas atau berdampak negatif pada indikator metabolisme seperti lemak darah atau kolesterol, menurut situs berita Texas Tech University ( Texas Tech Now ).
Bukti ilmiah lebih lanjut untuk membebaskan daging sapi dari tuduhan
Foto: AI
Kesimpulan ini dihasilkan oleh tim peneliti di Texas Tech University (AS), setelah mensintesis dan menganalisis data dari 19 uji klinis acak—sebuah metode evaluasi ilmiah yang sangat andal. Tujuannya adalah untuk menguji hubungan nyata antara daging merah dan risiko obesitas atau penyakit metabolik, alih-alih hanya mengandalkan observasi atau pernyataan diet dari partisipan.
Tidak ada bukti bahwa daging sapi menyebabkan obesitas.
Menurut Profesor Nikhil V. Dhurandhar, penulis utama studi tersebut, analisis menunjukkan bahwa mengonsumsi daging merah mentah tidak memengaruhi risiko obesitas. Di saat yang sama, mengonsumsi daging lezat ini juga tidak berdampak signifikan terhadap indikator seperti indeks massa tubuh (IMT), persentase lemak tubuh, kolesterol baik/jahat, atau trigliserida—faktor-faktor yang berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2, menurut Texas Tech Now.
Metode penelitian yang ketat dan transparan
Berbeda dengan banyak penelitian sebelumnya yang mengandalkan data yang dilaporkan sendiri, penulis di sini hanya menggunakan data dari uji klinis terkendali, artinya pola makan peserta diawasi secara ketat dan diberi jumlah daging merah tertentu.
Analisis dilakukan sesuai dengan pedoman internasional PRISMA untuk tinjauan sistematis dan meta-analisis. Semua kode komputasi, data, dan hasil tersedia untuk umum di platform daring agar dapat ditinjau dan digunakan oleh ilmuwan lain.
Signifikansi praktis
Temuan studi ini membantah anggapan lama bahwa daging sapi menyebabkan obesitas. Faktanya, daging merah seperti daging sapi menyediakan protein berkualitas tinggi dan dapat membantu Anda merasa kenyang lebih lama, sehingga membantu mengendalikan berat badan.
Profesor Dhurandhar menambahkan: "Tren anti-daging merah mungkin menyebabkan banyak orang kehilangan nutrisi yang bermanfaat untuk manajemen berat badan. Penelitian ini memberikan gambaran yang lebih lengkap bagi konsumen untuk membuat pilihan yang tepat dalam gaya hidup sehat mereka."
Sumber: https://thanhnien.vn/them-bang-chung-khoa-hoc-giai-oan-cho-mon-thit-bo-ngon-mieng-18525081419424027.htm
Komentar (0)