Tidak hanya walkie-talkie, banyak sistem tenaga surya, pemindai sidik jari dan perangkat lainnya juga meledak secara bersamaan di Lebanon pada 18 September.
Tentara Lebanon berjaga di dekat lokasi ledakan di Sidon pada tanggal 18 September.
Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan bahwa beberapa sistem tenaga surya di rumah-rumah di seluruh negeri meledak dan setidaknya seorang gadis terluka di kota selatan al-Zahrani.
Gambar panel surya, pemindai sidik jari, dan perangkat lain yang meledak telah beredar di media sosial, tetapi tidak jelas apakah perangkat tersebut meledak sendiri atau di dekat radio, menurut The Guardian .
Walkie-talkie meledak di Lebanon pada 18 September
FOTO: TANGKAPAN LAYAR CNN
Reuters melaporkan sebelumnya bahwa beberapa walkie-talkie milik anggota Hizbullah telah meledak, termasuk mereka yang menghadiri pemakaman korban ledakan pager sehari sebelumnya.
Lebih dari 30 ambulans telah dikirim ke lokasi ledakan di Lebanon selatan dan timur, menurut Palang Merah Lebanon. Organisasi tersebut menyatakan 50 ambulans lainnya sedang bersiaga.
Intelijen Israel menanam bahan peledak di ribuan pager Hizbullah?
Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan sembilan orang tewas dan sedikitnya 300 orang terluka setelah ledakan yang menargetkan walkie-talkie pada sore hari tanggal 18 September. Layanan darurat telah membawa hampir semua korban luka ke rumah sakit.
Sebelumnya, dalam serangkaian ledakan pada 17 September yang menargetkan pager, 12 orang tewas dan hampir 3.000 orang terluka. Hizbullah menuduh Israel berada di balik serangan tersebut, tetapi Tel Aviv belum berkomentar. Media Barat melaporkan bahwa intelijen Israel telah menanam bahan peledak dan pemicu dalam sejumlah pager yang diimpor Hizbullah beberapa bulan lalu.
Asap mengepul dari sebuah rumah di Lebanon timur setelah ledakan peralatan radio pada tanggal 18 September.
CNN pada tanggal 18 September mengutip sebuah sumber yang mengungkapkan bahwa pejabat Israel memberi tahu AS bahwa negara itu akan melaksanakan operasi di Lebanon pada tanggal 17 September tetapi tidak merinci apa rencananya.
Israel dan AS belum mengomentari informasi ini. Washington sebelumnya menegaskan bahwa mereka tidak terlibat dan tidak mengetahui sebelumnya insiden yang terjadi di Lebanon pada 17 September.
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/them-hang-loat-thiet-bi-phat-no-li-bang-cong-bo-thuong-vong-tang-vot-185240918231536474.htm
Komentar (0)