Malas
Orang dengan pekerjaan tertentu yang mengharuskan banyak duduk atau berdiri, seperti pekerja kantoran dan pengemudi jarak jauh, lebih mungkin mengalami varikokel dibandingkan orang lain. Penyakit ini menyebabkan disfungsi testis, termasuk kemampuan memproduksi hormon pria.
Gaya hidup yang tidak banyak bergerak dan kurang berolahraga juga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan endokrin... Dalam jangka panjang, hal ini dapat menyebabkan komplikasi pada pembuluh darah dan saraf di area genital.
Penyalahgunaan alkohol dan tembakau
Mengonsumsi alkohol dan tembakau dalam waktu singkat dan dosis rendah dapat menimbulkan gairah dan membantu meredakan stres. Namun, mengonsumsinya secara berlebihan dapat mengganggu sistem saraf dan psikologis, yang menyebabkan disfungsi ereksi atau gangguan ejakulasi.
Kecanduan alkohol dan tembakau juga mengganggu fungsi testis, mengurangi kualitas sperma dan hormon pria, serta meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, pernapasan, dan metabolisme kronis...
Penyalahgunaan gula
Penyalahgunaan gula meningkatkan risiko obesitas, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi—faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Pria sudah berisiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular dibandingkan wanita, sehingga penyalahgunaan gula semakin meningkatkan risiko ini. Penyalahgunaan fruktosa meningkatkan produksi asam urat dalam darah, yang merupakan penyebab utama asam urat. Asam urat menyebabkan nyeri, artritis, dan memengaruhi kualitas hidup.
Gula, terutama fruktosa, mengurangi testosteron—hormon penting yang menentukan kesehatan seksual pria. Mengonsumsi terlalu banyak gula juga menyebabkan obesitas dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2, yang semuanya merugikan "materi tersebut".
Terlalu banyak lemak jahat
Mengonsumsi terlalu banyak lemak, terutama lemak trans dan lemak jenuh, dapat menimbulkan banyak dampak buruk bagi kesehatan pria, termasuk memengaruhi kesehatan kardiovaskular, meningkatkan risiko diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas, dan memengaruhi fungsi reproduksi.
Penelitian menunjukkan bahwa pria obesitas memiliki jumlah dan kualitas sperma yang lebih rendah, sehingga memengaruhi kesuburan. Obesitas dan kondisi terkait seperti diabetes dan penyakit jantung dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Lemak trans juga dapat mengganggu daya ingat pria, sehingga meningkatkan risiko penyakit Alzheimer.
Bergantung pada makanan olahan
Makanan olahan seringkali tinggi lemak jenuh, lemak trans, dan natrium, yang berkontribusi terhadap kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung. Kandungan gula yang tinggi dalam banyak makanan olahan dapat menyebabkan resistensi insulin dan meningkatkan risiko diabetes.
Rendahnya kandungan serat dan zat aditif dalam makanan olahan dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti sembelit dan kembung. Beberapa penelitian telah mengaitkan konsumsi makanan olahan yang tinggi dengan peningkatan risiko kanker, terutama kanker kolorektal.
Makanan olahan yang tinggi lemak jenuh dan pengawet dapat mengurangi jumlah dan kualitas sperma, sehingga memengaruhi kesuburan: Lemak tak sehat dan zat aditif dalam makanan olahan dapat memengaruhi sirkulasi darah, yang berkontribusi terhadap disfungsi ereksi. Pola makan tidak sehat yang tinggi makanan olahan dapat memengaruhi keseimbangan hormon, yang menyebabkan penurunan libido.
Makan terlalu banyak makanan
Mengonsumsi terlalu banyak makanan tidak hanya menyebabkan penambahan berat badan tetapi juga menyebabkan pria mengalami kehilangan energi yang serius, sehingga menyebabkan penurunan fisiologis.
Selain merasa lesu, mengonsumsi banyak karbohidrat olahan (seperti roti putih dan sereal manis) akan dengan cepat meningkatkan kadar gula darah Anda. Tubuh Anda mencoba mengatasi hal ini dengan memproduksi lebih banyak insulin, yang juga terkait dengan rendahnya testosteron.
[iklan_2]
Sumber: https://kinhtedothi.vn/thoi-quen-an-uong-gay-anh-huong-lon-den-phong-do-cua-dan-ong.html
Komentar (0)