Perdana Menteri Belanda Mark Rutte disambut di Bandara Noi Bai oleh Menteri Sains dan Teknologi Huynh Thanh Dat, Wakil Menteri Luar Negeri Ha Kim Ngoc, Duta Besar Vietnam untuk Belanda Ngo Huong Nam, dan pejabat Kementerian Luar Negeri. Dari pihak Belanda, Duta Besar Belanda untuk Vietnam Kees van Baar dan pejabat Kedutaan Besar Belanda di Hanoi menyambut delegasi.
Perdana Menteri Belanda Mark Rutte dan Wakil Menteri Luar Negeri Ha Kim Ngoc
Yang mendampingi Perdana Menteri Belanda Mark Rutte dalam kunjungannya ke Vietnam adalah: Wakil Menteri Luar Negeri Michiel Sweers; Penasihat Kebijakan Luar Negeri Kantor Perdana Menteri Cecile Klever; Duta Besar Belanda untuk Vietnam Kees van Baar; Wakil Duta Besar Belanda untuk Vietnam Christoph Prommersberger; Konsul Jenderal Belanda di Kota Ho Chi Minh Daniel Stork; Direktur Departemen Asia- Pasifik , Kementerian Luar Negeri Annemarie van der Heijden; Direktur Departemen Protokol, Kementerian Dalam Negeri Heika Brons; Juru Bicara Kantor Perdana Menteri Aafke Plug; Spesialis Senior Departemen Asia-Pasifik, Kementerian Luar Negeri Annelou Aartsen; Spesialis Senior Departemen Bisnis Internasional, Kementerian Luar Negeri Yasin Ince.
Perdana Menteri Mark Rutte telah melakukan dua kunjungan resmi ke Vietnam (Juni 2014 dan April 2019) dan telah berkali-kali menyambut para pemimpin tinggi Vietnam di Belanda. Beliau adalah sosok yang bersimpati terhadap Vietnam.
Kunjungan Perdana Menteri Mark Rutte ke Vietnam memiliki arti penting bagi hubungan kedua negara dalam konteks Vietnam dan Belanda yang merayakan ulang tahun ke-50 hubungan diplomatik resmi.
Belanda saat ini merupakan investor Uni Eropa terbesar di Vietnam, dengan total modal investasi sekitar 13,7 miliar USD dan merupakan importir barang Vietnam terbesar di Eropa dengan total omset perdagangan bilateral lebih dari 11 miliar USD.
Menteri Sains dan Teknologi Huynh Thanh Dat dan Duta Besar Vietnam untuk Belanda Ngo Huong Nam menyambut Perdana Menteri Belanda Mark Rutte di bandara Noi Bai.
"Ini kunjungan ketiga saya ke Vietnam. Kunjungan-kunjungan sebelumnya sangat berkesan karena saya selalu terkesan dengan perkembangan ekonomi Vietnam, dan inilah yang membawa saya kembali ke sini. Saya yakin kita dapat memperluas kerja sama di bidang digital dan teknologi tinggi. Ini merupakan bidang-bidang yang menarik secara global dan menjanjikan banyak peluang kerja sama antara Belanda dan Vietnam," ujar Perdana Menteri Mark Rutte.
Dalam konferensi pers pada 26 Oktober, Duta Besar Belanda untuk Vietnam, Kees van Baar, mengatakan bahwa pada 2 November, Perdana Menteri Mark Rutte akan bertemu dengan para pemimpin senior Vietnam: bertemu dengan Sekretaris Jenderal Nguyen Phu Trong, dan berbincang dengan Perdana Menteri Pham Minh Chinh. Selama pembicaraan, kedua belah pihak akan berfokus pada isu-isu seperti kerja sama Vietnam-Belanda di bidang teknologi tinggi, irigasi, dan pertanian.
Dalam rangka kunjungan Perdana Menteri Mark Rutte ke Vietnam, Forum Bisnis Teknologi Tinggi akan diselenggarakan di Hanoi dan Kota Ho Chi Minh. Perdana Menteri Mark Rutte akan mengunjungi dan bertemu dengan siswa Sekolah Menengah Atas Berbakat Hanoi-Amsterdam, simbol kerja sama pendidikan antara kedua negara khususnya dan hubungan diplomatik antarmasyarakat antara Vietnam dan Belanda pada umumnya.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)