Dalam surat tersebut, Perdana Menteri Pham Minh Chinh menekankan: "Saya memahami bahwa delegasi olahraga disabilitas Vietnam akan menghadiri Pesta Olahraga Para Asia Tenggara (ASEAN Para Games) ke-12 dari 28 Mei 2023 hingga 9 Juni 2023 di Kamboja. Karena kondisi kerja, para pemimpin Pemerintah tidak dapat menghadiri upacara pemberangkatan delegasi sebelum menghadiri acara ini. Atas nama Pemerintah, saya ingin menyampaikan harapan terbaik saya kepada seluruh anggota delegasi olahraga disabilitas Vietnam agar diberikan kesehatan, kemenangan, dan kesuksesan."
Pesta Olahraga Para Asia Tenggara, serta ajang serupa di tingkat benua (Permainan Para ASEAN) dan dunia (Permainan Paralimpiade), merupakan ajang olahraga yang memiliki makna sosial dan kemanusiaan yang mendalam. Ajang ini menunjukkan tekad, tekad, dan kegigihan para atlet difabel untuk mengatasi keterbatasan diri, sekaligus meneguhkan bahwa mereka tetap merupakan penyumbang yang berguna bagi masyarakat, bangsa, dan negara; sekaligus turut memperkuat solidaritas dan persahabatan antarnegara.
Perdana Menteri Pham Minh Chinh menyemangati dan mendoakan delegasi olahraga disabilitas Vietnam agar meraih sukses.
Perdana Menteri menegaskan: "Partai dan Negara, semua tingkatan, sektor, dan seluruh masyarakat senantiasa memperhatikan pengembangan pendidikan jasmani dan olahraga pada umumnya, dan pendidikan jasmani dan olahraga bagi penyandang disabilitas pada khususnya. Saya melihat bahwa pendidikan jasmani dan olahraga bagi penyandang disabilitas di negara kita telah berkembang secara positif, membantu penyandang disabilitas meningkatkan kesehatan mereka, sekaligus menyempurnakan diri, berintegrasi dengan percaya diri di masyarakat, dan bangkit dalam kehidupan. Saya tahu bahwa olahraga bagi penyandang disabilitas di Vietnam telah berpartisipasi dalam berbagai ajang olahraga di kawasan, benua, dan dunia, serta telah meraih prestasi luar biasa, termasuk medali emas di Paralimpiade; banyak atlet telah menjadi contoh cemerlang dari tekad dan aspirasi mereka untuk mengatasi kesulitan demi bangkit, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara."
Pada kesempatan ini, saya berharap dan yakin bahwa para anggota delegasi olahraga disabilitas Vietnam, khususnya para atlet, akan terus memelihara dan meningkatkan tekad, daya upaya, serta tekad yang tinggi untuk meraih prestasi yang lebih gemilang, serta meraih kemenangan gemilang pada kongres ini; turut menyebarkan semangat optimisme, tekad, dan nilai-nilai luhur di tengah masyarakat, khususnya bagi para penyandang disabilitas; mengharumkan nama negara dan rakyat Vietnam, serta mempererat solidaritas, persahabatan, dan kerja sama antarnegara di kawasan Asia Tenggara.
"Semoga seluruh tim diberikan kesehatan, solidaritas, tekad, dan kesuksesan!".
Angkat besi Le Van Cong (tengah) berjanji untuk menyelesaikan misinya.
Sebelumnya, pada 17 Mei, di Pusat Pelatihan Olahraga Nasional di Kota Ho Chi Minh, sebuah upacara pelepasan delegasi olahraga disabilitas Vietnam ke ASEAN Para Games ke-12 di Kamboja telah digelar. Mewakili delegasi olahraga disabilitas Vietnam, atlet angkat besi Le Van Cong berjanji akan menyelesaikan semua tugas yang diberikan dengan tekad untuk bertanding sekuat tenaga, dengan semangat sportivitas yang luhur untuk meraih hasil terbaik di ajang tersebut.
Delegasi olahraga disabilitas Vietnam yang akan berpartisipasi dalam Pesta Olahraga Asia Tenggara ke-12 di Kamboja beranggotakan 164 orang. Dari jumlah tersebut, terdapat 16 ofisial delegasi; 21 pelatih; dan 127 atlet (termasuk 2 atlet pemandu) yang berkompetisi dalam 8 dari 13 cabang olahraga: atletik, renang, angkat besi, bulu tangkis, tenis meja, catur, judo, dan boccia.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)