Begitu Perdana Menteri Pham Minh Chinh menekan tombol, bel berbunyi, dan seluruh lantai bursa NYSE bergemuruh dengan tepuk tangan. Bursa Efek New York (NYSE), New York, membuka sesi pertamanya hari itu.
Pada pagi hari tanggal 21 September (waktu setempat), pada kesempatan menghadiri Debat Umum Tingkat Tinggi sesi ke-78 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dikombinasikan dengan kegiatan bilateral di AS, Perdana Menteri Pham Minh Chinh mengunjungi kantor pusat Bursa Efek NYSE di New York.
Berbeda dari biasanya, hari ini Bursa Efek New York (NYSE) dihiasi bendera merah dengan bintang kuning Vietnam. Bendera nasional Vietnam dipajang di tiang elektronik empat sisi di pintu masuk lantai bursa dan di balkon tempat Perdana Menteri Pham Minh Chinh akan membunyikan bel.
Wakil Presiden NYSE John Tuttle menyambut Perdana Menteri Pham Minh Chinh dan delegasi Vietnam yang mengunjungi bursa saham NYSE.
Di sini, Perdana Menteri Pham Minh Chinh dan para pemimpin NYSE membahas sejumlah isu dan menyerahkan cinderamata.
Wakil Presiden NYSE, John Tuttle, merasa senang bertemu dengan Perdana Menteri Pham Minh Chinh dalam kunjungannya ke bursa saham. Perdana Menteri Pham Minh Chinh menyampaikan rasa hormatnya atas undangan untuk kedua kalinya mengunjungi dan membunyikan bel pembukaan di Bursa Efek New York, serta menyampaikan kesannya terhadap NYSE, yang kapitalisasinya mencapai 40 triliun dolar AS.
Perdana Menteri menyarankan agar, berdasarkan hubungan politik yang hangat antara kedua negara, terutama setelah kedua negara meningkatkan hubungan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif, NYSE menginformasikan kepada para investor tentang lingkungan investasi dan bisnis yang kondusif di Vietnam; mendorong perusahaan untuk berinvestasi di Vietnam. Pada saat yang sama, mendukung koneksi antara pasar saham Vietnam dengan NYSE dan bursa saham terkemuka dunia; memberikan dukungan teknis dan pelatihan sumber daya manusia bagi Vietnam di bidang ini.
Setelah itu, pimpinan NYSE mengundang Perdana Menteri untuk mengunjungi bursa saham.
Di tengah lantai perdagangan NYSE terdapat sebuah studio kecil dengan semua peralatan untuk mempersiapkan laporan langsung sesi perdagangan pertama hari itu. Sambil menunggu kedatangan kepala Pemerintah Vietnam, para komentator saham menyiarkan informasi kepada investor.
Perdana Menteri kemudian naik ke balkon di lantai tiga bersama Tuan John Tuttle untuk membunyikan bel dan mengetuk palu untuk membuka sesi perdagangan NYSE pertama hari itu.
Begitu Perdana Menteri Pham Minh Chinh menekan tombol, bel berbunyi dan seluruh bursa saham NYSE bersorak sorai.
Bursa Efek New York, NYSE, membuka sesi pertamanya hari itu dengan suasana kegembiraan terlihat di wajah setiap orang yang hadir.
Kota New York terkenal dengan dua pasar sahamnya: NYSE yang lebih publik dan NASDAQ, yang mengkhususkan diri dalam pencatatan saham teknologi tinggi dan teknologi informasi.
Kapitalisasi pasar NYSE dan NASDAQ lebih besar daripada semua bursa saham lain di dunia. Per Januari 2023, kapitalisasi pasar perusahaan yang terdaftar di bursa saham AS mencapai 42% dari total global.
Salah satu gambaran Bursa Efek New York (NYSE) yang paling dikenal dalam berita keuangan adalah bunyi bel keras yang menandakan pembukaan atau penutupan bursa saham terbesar di dunia.
Menurut NYSE, membunyikan bel bukan hanya tradisi yang penuh warna, tetapi juga sangat penting untuk pengoperasian pasar, untuk memastikan tidak ada perdagangan yang terjadi sebelum pembukaan (09:30) atau setelah penutupan (16:00).
Sebelumnya, pada Mei 2022, dalam perjalanan dinas ke AS, Perdana Menteri Pham Minh Chinh juga sempat berkunjung dan mengetuk palu untuk mengakhiri sesi perdagangan saham di NYSE.
Vietnamnet.vn
Komentar (0)