(Dan Tri) - Media sosial telah menyebarkan klip seorang guru di Dak Nong yang memberikan 1 juta VND kepada setiap siswa. Setelah diverifikasi, jumlah uang ini adalah uang saku siswa di sekolah berasrama untuk etnis minoritas dan para siswa mengunggahnya secara daring... untuk bersenang-senang.
Pada tanggal 17 Januari, Bapak Le Cong Trinh, Kepala Sekolah Menengah Atas dan Menengah Atas Asrama Dak No, Distrik Krong No, mengonfirmasi kepada reporter Dan Tri mengenai informasi yang tersebar di TikTok terkait seorang guru yang "memberi" setiap siswa 1 juta VND untuk merayakan Tet.
Menurut Tn. Trinh, informasi bahwa seorang guru di Dak Nong menggunakan uangnya sendiri untuk memberikan setiap siswa 1 juta VND sebagai uang keberuntungan adalah tidak benar.
"Klip ini diunggah di media sosial oleh seorang siswa kelas 12 sekolah tersebut untuk iseng. Uang ini sebenarnya adalah uang pesangon untuk tunjangan siswa di sekolah berasrama etnis, dan guru tersebut mengembalikannya kepada para siswa," jelas Bapak Trinh.
Bapak Trinh mengatakan bahwa sesuai peraturan, siswa pesantren berhak mendapatkan beasiswa kebijakan sebesar 80% dari upah minimum negara.
"Pada Juli 2024, gaji pokok akan naik dan jumlah ini akan ditambah dengan anggaran, sehingga sekolah akan membayar kembali anak-anak," tambah Bapak Trinh.
Guru memberikan uang saku kepada siswa di pesantren etnik, bukan uang keberuntungan seperti yang ditampilkan di TikTok (Foto: Dipotong dari klip).
Sebelumnya, pada malam 16 Januari, sebuah klip pendek muncul di TikTok yang merekam seorang guru memegang setumpuk uang 500.000 VND dan memberikan 1 juta VND kepada setiap murid. Bersamaan dengan klip tersebut, terdapat pula informasi bahwa guru di sebuah sekolah asrama di Dak Nong tersebut memberikan 1 juta VND kepada setiap murid sebagai uang keberuntungan sebelum pulang ke rumah untuk merayakan Tet.
Tepat setelah klip itu diunggah, ribuan komentar menyatakan keterkejutan mereka terhadap guru di sebuah provinsi di Dataran Tinggi Tengah yang sangat murah hati memberikan sejumlah besar uang kepada murid-muridnya sebagai uang keberuntungan.
Guru Nguyen Van Loi, wali kelas kelas 12, mengonfirmasi bahwa ia adalah karakter dalam video tersebut. Guru Loi mengatakan bahwa tunggakan gaji untuk siswa kelas 12 sekitar 2 juta VND dan ia telah memberikan 1 juta VND kepada setiap siswa di muka untuk belanja Tet, sisanya akan diberikan kepada orang tua.
"Saya tidak tahu kalau para siswa telah merekam video tersebut dan mengunggahnya di TikTok. Setelah video itu viral, saya mengingatkan para siswa untuk tidak mengunggah informasi yang salah di media sosial," ujar Bapak Loi.
Sekolah Menengah Atas dan Asrama Etnis Distrik Krong No saat ini memiliki 7 kelas dengan 221 siswa dari berbagai kelompok etnis di provinsi Dak Nong.
[iklan_2]
Sumber: https://dantri.com.vn/giao-duc/thuc-hu-clip-thay-giao-li-xi-moi-hoc-sinh-1-trieu-dong-mua-sam-tet-20250117122757754.htm
Komentar (0)