Pasiennya adalah Ibu Thi (54 tahun, bangsal Tan An, provinsi Bac Ninh), dirawat pada tanggal 9 Juli di Departemen Bedah Pencernaan, Rumah Sakit Umum Bac Ninh No. 1 (sebelumnya Rumah Sakit Umum Bac Giang ) dengan nyeri tumpul di sekitar dan di bawah pusar, kelelahan, dan perut kembung ringan.
Sebelumnya, pasien telah dirawat karena obstruksi usus parsial di rumah sakit dekat rumahnya selama seminggu, kemudian diperbolehkan pulang selama 2 hari dan mengalami nyeri perut lagi. Pasien kemudian pergi ke Rumah Sakit Umum Bac Ninh No. 1 untuk pemeriksaan dan dirawat inap.
Pasien tersebut mengatakan bahwa ia telah melakukan detoksifikasi usus besar dan enema di rumah dengan air lemon dan garam selama 6 bulan, sekitar 2-3 kali seminggu. Sebelumnya, suaminya juga telah menggunakan metode ini selama hampir setahun.

Dokter menduga kondisi pasien ada hubungannya dengan kebiasaan menggunakan garam lemon untuk detoksifikasi usus besar dalam jangka waktu lama di rumah (Foto: BVCC).
Hasil pemindaian CT abdomen menunjukkan adanya obstruksi usus, peradangan difus pada seluruh usus halus dan usus besar, banyak cairan di perut, dan nekrosis pada usus besar sigmoid, komplikasi serius yang memerlukan intervensi bedah darurat.
Dokter menduga hal itu terkait dengan kebiasaan melakukan enema dan detoks usus besar dengan lemon asin dalam jangka waktu lama di rumah.
Pasien segera dijadwalkan untuk operasi darurat guna mengangkat kolon sigmoid nekrotik dan membuat anus buatan. Setelah 5 hari, kondisi pasien stabil, luka operasi membaik, demamnya hilang, perutnya lunak, dan ia dapat makan dengan mudah. Pasien diperkirakan dapat dipulangkan dalam beberapa hari ke depan.
Menurut Dr. Tran Nhat Hung, Kepala Departemen Bedah Digestif, kondisi pasien sangat berbahaya. Jika tidak terdeteksi dan segera dioperasi, nekrosis dapat menyebabkan perforasi usus besar, yang dapat menyebabkan peritonitis, infeksi toksik, dan bahkan mengancam jiwa.
"Orang-orang sama sekali tidak boleh sembarangan menggunakan enema atau metode detoksifikasi usus besar menggunakan lemon, garam, kopi, atau larutan yang tidak diketahui asalnya di rumah," Dr. Hung memperingatkan.
Cara-cara tersebut tidak memiliki dasar ilmiah , dapat menimbulkan gangguan motilitas usus, kerusakan mukosa usus besar, gangguan elektrolit dan menimbulkan berbagai komplikasi serius seperti pendarahan, tukak, bahkan perforasi dan nekrosis usus besar.
Pembersihan tubuh atau detoksifikasi merupakan kebutuhan umum saat ini. Namun, menurut para dokter, tubuh manusia sudah memiliki mekanisme pembuangan alami melalui hati, ginjal, dan usus. Intervensi berlebihan pada sistem pencernaan melalui enema yang tidak tepat tidak hanya tidak bermanfaat, tetapi juga menimbulkan banyak potensi risiko kesehatan.
Masyarakat harus cermat dalam memilih metode perawatan kesehatan dan menghindari mempercayai iklan yang tidak terverifikasi secara medis. Jika mengalami gejala pencernaan yang tidak biasa seperti kembung, perut kembung, atau buang air besar tidak teratur, segera periksakan diri ke fasilitas medis dan konsultasikan dengan dokter spesialis untuk pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Sumber: https://dantri.com.vn/suc-khoe/thut-thao-detox-bang-chanh-muoi-nguoi-phu-nu-phai-mo-cap-cuu-20250717205032098.htm
Komentar (0)