Menurut Pusat Pengendalian Penyakit Kota Ho Chi Minh, tingkat kelebihan berat badan dan obesitas di semua kelompok umur di kota ini masih meningkat, dan orang-orang menggunakan garam jauh melampaui tingkat yang disarankan.
Tingkat anak-anak yang kelebihan berat badan dan obesitas di semua kelompok umur di Kota Ho Chi Minh meningkat - Foto: TU TRUNG
Pada tanggal 18 Februari, Pusat Pengendalian Penyakit Kota Ho Chi Minh mengatakan bahwa pada tahun 2024, dengan upaya seluruh sektor kesehatan , kota tersebut telah mencapai tujuan untuk mengurangi kekurangan gizi pada ibu dan anak.
Angka kekurangan gizi pada anak di bawah 5 tahun masih rendah yakni 4,5%, sedangkan angka kekurangan gizi terhambat sebesar 5,8% (2024).
Kegiatan pencegahan defisiensi mikronutrien pada anak dan ibu hamil telah dilaksanakan secara terpadu dan efektif, dan belum ada kasus klinis defisiensi vitamin A yang tercatat. Namun, akibat urbanisasi, gaya hidup sedenter, dan kesadaran masyarakat akan gizi yang tepat masih terbatas.
Selain itu, ketidakseimbangan pola makan seperti kurang mengonsumsi sayur dan buah, mengonsumsi makanan asin dan berlemak, dan lain sebagainya berdampak pada meningkatnya angka kegemukan dan obesitas pada semua kelompok umur, sehingga meningkatkan risiko timbulnya penyakit tidak menular.
Laporan itu juga mencatat bahwa penduduk kota menggunakan rata-rata 8,5 gram garam per hari, jauh lebih tinggi dari rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu kurang dari 5 gram garam per hari.
Pada tahun 2025, kota akan memperkuat pendidikan gizi, mengubah perilaku; memberikan saran tentang peningkatan makanan keluarga dan makanan kolektif; memantau dan mengevaluasi efektivitas kegiatan gizi...
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), obesitas merupakan penyebab banyak penyakit berbahaya, termasuk komplikasi muskuloskeletal, diabetes tipe 2, peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan terkait dengan 13 jenis kanker.
Biaya sosial akan lebih tinggi karena kondisi kesehatan yang terkait dengan kelebihan berat badan.
Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan asin menyebabkan tekanan darah tinggi, yang memicu penyakit kardiovaskular, gagal jantung, gagal ginjal, osteoporosis; meningkatkan risiko tukak lambung dan duodenum serta kanker gastrointestinal.
Kelebihan berat badan dan obesitas di Kota Ho Chi Minh meningkat setiap tahun
Sebuah laporan oleh Komite Rakyat Kota Ho Chi Minh menunjukkan bahwa tingkat kelebihan berat badan dan obesitas pada anak-anak di bawah usia 5 tahun di kota tersebut meningkat dari 11,1% (tahun 2017) menjadi 13,6% (tahun 2022), sementara tingkat nasional adalah 11,1% (tahun 2020).
Angka ini sangat tinggi di kalangan anak usia sekolah, meningkat dari 41,4% (2014) menjadi 43,4% (2020), sementara angka nasional adalah 26,8% (2020). Angka ini khususnya tertinggi di kalangan anak sekolah dasar, yaitu 56,9%.
Kelebihan berat badan dan obesitas pada orang dewasa berusia 18-69 tahun di Kota Ho Chi Minh juga mencapai angka yang cukup tinggi yaitu 37,1% (2020) dibandingkan dengan angka nasional sebesar 20,6% (usia 19-64 tahun, 2020).
[iklan_2]
Sumber: https://tuoitre.vn/ti-le-thua-can-beo-phi-thua-muoi-tai-tp-hcm-van-o-muc-bao-dong-20250218144858824.htm
Komentar (0)