Acara ini diadakan dalam rangka peringatan 77 tahun Hari Martir dan Penyandang Disabilitas Perang (27 Juli 1947 - 27 Juli 2024) dan peringatan 100 tahun Hari Pers Revolusioner Vietnam (21 Juni 1925 - 21 Juni 2025).

Menurut Panitia Pelaksana, kegiatan peringatan untuk memberi penghormatan kepada jurnalis martir ini akan digelar pertama kali pada tahun 2024 dan akan menjadi kegiatan tahunan pada tahun-tahun berikutnya, karena ini merupakan kegiatan bermakna generasi jurnalis saat ini terhadap jurnalis yang telah berkorban demi kemerdekaan bangsa dan demi jurnalisme revolusioner Vietnam.

Dengan tema "Warna Memori", acara ini merupakan ungkapan rasa terima kasih yang mendalam dari generasi sekarang kepada para jurnalis - martir; sekaligus mengirimkan pesan yang bermakna kepada generasi penulis masa kini.

Di samping rasa kagum dan duka yang tak terkira, generasi wartawan yang hadir di auditorium tersebut juga merasa bangga dan bersyukur atas sumbangsih dan pengorbanan para wartawan generasi terdahulu.

Pembicara terkenal lainnya adalah jurnalis Tran Van Hien, mantan Wakil Pemimpin Redaksi Surat Kabar Nghe An dan Wakil Presiden Asosiasi Jurnalis Nghe An, yang telah menghabiskan lebih dari 15 tahun mencari makam dan mengidentifikasi identitas 512 rekannya yang menjadi martir. Ia juga seorang penyair yang dicintai banyak pembaca, dengan puisi terkenalnya "Tolong jangan panggil aku martir anonim".

Menurut Direktur Museum Pers Vietnam, Tran Thi Kim Hoa, sejak awal berdirinya, Museum ini telah menerima dukungan dan dorongan yang luar biasa dari para jurnalis, keluarga jurnalis, asosiasi jurnalis di semua tingkatan, agensi pers, dan banyak khalayak pers di seluruh negeri. Setiap artefak dan dokumen yang diterima pada hakikatnya merupakan aset spiritual berharga yang dilestarikan di agensi, unit, dan koleksi pribadi, yang secara resmi diserahkan kepada Museum Pers Vietnam untuk dilestarikan dan disebarluaskan ke masa depan.



Sumber
Komentar (0)