Apa saja dokumen yang diperlukan untuk pendaftaran dan penerbitan Buku Merah pertama? Silakan merujuk ke artikel di bawah ini.
1. Ringkasan contoh dokumen tata cara pendaftaran dan penerbitan buku merah pertama kali
Secara khusus, Pasal 12 Surat Edaran Nomor 24/2014/TT-BTNMT (diubah dengan Surat Edaran Nomor 09/2021/TT-BTNMT) mengatur bentuk dokumen untuk pelaksanaan tata cara pendaftaran dan pemberian Sertifikat Hak Guna Usaha atas Tanah, Hak Milik Rumah, dan Barang/Jasa Lain yang melekat pada Tanah untuk pertama kali sebagai berikut:
UNDUH | Contoh dokumen pendaftaran dan penerbitan buku merah pertama |
(1) Bentuk buku yang dipergunakan dalam pendaftaran meliputi:
- Daftar tanah (elektronik): Formulir No. 01/DK;
- Buku penerimaan dan pengembalian hasil pendaftaran, pemberian sertifikat hak atas tanah, hak milik atas rumah dan harta lain yang melekat pada tanah: Formulir No. 02/DK;
- Sertifikat hak atas tanah, hak milik rumah dan aset lain yang melekat pada tanah: Formulir No. 03/DK.
(2) Contoh dokumen untuk prosedur pendaftaran pertama kali meliputi:
- Permohonan pendaftaran dan penerbitan Sertifikat Hak Guna Usaha atas Tanah, Hak Milik atas Rumah dan Barang/Jasa Lain yang melekat pada Tanah: Formulir Nomor 04a/DK dan 04d/DK;
- Daftar orang-orang yang berbagi bidang tanah, pemilik bersama atas aset yang melekat pada tanah tersebut (dilampirkan pada Permohonan Pendaftaran dan Penerbitan Sertifikat): Formulir No. 04b/DK;
- Daftar bidang tanah pertanian milik pengguna, pengelola yang sama (dilampirkan pada Permohonan Pendaftaran dan Penerbitan Sertifikat): Formulir No. 04c/DK;
- Daftar aset yang melekat pada tanah yang sama (dilampirkan pada Permohonan Pendaftaran dan Penerbitan Sertifikat): Formulir No. 04d/DK;
- Formulir untuk mengumpulkan pendapat dari wilayah pemukiman tentang asal dan waktu penggunaan lahan: Formulir No. 05/DK;
- Daftar umum hasil pemeriksaan berkas pendaftaran, pemberian sertifikat hak atas tanah, hak milik atas rumah, dan benda lain yang melekat pada tanah: Formulir Nomor 06/DK;
- Formulir untuk memperoleh pendapat tentang sertifikasi hak milik atas aset yang melekat pada tanah: Formulir No. 07/DK;
- Laporan hasil peninjauan status terkini pemanfaatan tanah organisasi dan lembaga keagamaan serta statistik bidang tanah: Formulir No. 08a/DK dan 08b/DK.
(3) Contoh dokumen pendaftaran perubahan hak atas tanah dan aset yang melekat pada tanah meliputi:
- Permohonan pendaftaran perubahan hak atas tanah dan harta kekayaan yang melekat pada tanah: Formulir Nomor 09/DK;
- Permohonan penerbitan kembali atau tukar-menukar Sertifikat Hak Guna Usaha atas Tanah, Hak Milik atas Rumah dan Barang/Jasa Lain yang melekat pada Tanah: Formulir No. 10/DK;
- Permohonan pembagian tanah dan konsolidasi tanah: Formulir No. 11/DK;
- Pemberitahuan pemutakhiran dan perbaikan catatan tanah: Formulir No. 12/DK;
- Keputusan tentang perluasan pemanfaatan tanah Komite Rakyat: Formulir No. 13/DK.
2. Kewenangan menerbitkan buku merah pertama
Berdasarkan Pasal 105 Undang-Undang Pertanahan Tahun 2013, kewenangan pemberian Sertifikat Hak Guna Usaha, Sertifikat Hak Milik Rumah, dan Sertifikat Hak Milik Lain yang melekat pada tanah diatur sebagai berikut:
- Komite Rakyat Provinsi memberikan Sertifikat hak guna tanah, hak milik rumah dan aset lain yang melekat pada tanah kepada organisasi, lembaga keagamaan; orang Vietnam yang tinggal di luar negeri, perusahaan penanaman modal asing yang melaksanakan proyek penanaman modal; organisasi asing yang menjalankan fungsi diplomatik .
Panitia Rakyat tingkat provinsi berwenang memberi wewenang kepada instansi sumber daya alam dan lingkungan hidup tingkat yang sama untuk menerbitkan Sertifikat Hak Guna Usaha, Sertifikat Hak Milik atas Tanah, Sertifikat Hak Milik atas Rumah, dan Sertifikat Aset Lain yang melekat pada Tanah.
- Komite Rakyat di tingkat distrik menerbitkan Sertifikat hak guna tanah, hak milik rumah, dan aset lain yang melekat pada tanah kepada rumah tangga, individu, masyarakat perumahan, dan warga negara Vietnam di luar negeri yang diizinkan memiliki rumah yang melekat pada hak guna tanah di Vietnam.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)