1. Jelajahi kanal-kanal Amsterdam saat matahari terbenam memancarkan cahaya keemasan di atas air
Wisatawan bersantai di atas perahu di sepanjang kanal bersejarah (Sumber foto: Dikumpulkan)
Perjalanan musim panas ke Amsterdam tak akan lengkap tanpa menghabiskan sore hari bersantai di atas perahu menyusuri kanal-kanal bersejarah. Kota ini dikenal sebagai Venesia dari Utara, bukan hanya karena kanal-kanalnya yang menawan sepanjang lebih dari 100 km, tetapi juga karena keindahan jembatan-jembatan kuno dan deretan rumah yang menjulang di atas air yang tenang.
Musim panas adalah waktu yang tepat untuk menjelajahi jaringan kanal Amsterdam yang terdaftar di UNESCO. Saat matahari sore mulai terbenam, airnya berkilau keemasan, menciptakan suasana romantis yang tiada duanya. Anda dapat memilih untuk berlayar dengan perahu kayu klasik beratap kaca terbuka, perahu listrik modern yang meluncur lembut di atas ombak, atau bahkan menyewa perahu pribadi untuk mendayung menyusuri kota.
Di atas kapal, setiap tikungan menyajikan pemandangan yang berbeda. Terkadang deretan pepohonan hijau menciptakan bayangan sejuk di air, terkadang bangunan bata merah dengan jendela bunga berwarna-warni. Suara gemericik air yang lembut menerpa sisi kapal berpadu dengan bisikan percakapan dari jeruji kanal, membangkitkan suasana Amsterdam yang semarak namun damai.
Malam musim panas berlangsung hingga pukul 22.00, memungkinkan Anda untuk bersantai menyaksikan gemerlap lampu kota. Lentera-lentera di kedua sisi kanal perlahan menyala, memantul di ombak, menciptakan pemandangan magis. Segelas anggur putih dingin di tangan, gitar klasik seorang seniman jalanan bergema di kejauhan, dan Anda – seorang pelancong yang beruntung – duduk dan mendengarkan Amsterdam membisikkan kisahnya yang berusia lebih dari 700 tahun di bawah langit ungu tua senja musim panas.
2. Bersepeda melalui Vondelpark dan jalur hijaunya
Musim panas di Amsterdam selalu dikaitkan dengan citra sepeda (Sumber foto: Dikumpulkan)
Pengalaman wisata musim panas di Amsterdam selalu identik dengan sepeda – sebuah alat transportasi yang tak hanya ramah lingkungan, tetapi juga simbol budaya Belanda yang meriah. Musim panas mengubah Amsterdam menjadi kota yang sesungguhnya bagi para pesepeda, ketika pepohonan hijau memberikan keteduhan yang nyaman di jalan setapak yang berliku, dan langit biru tak berawan mengundang para pesepeda untuk mengayuh sepeda.
Di antara sekian banyak perjalanan bersepeda, tak ada tempat yang lebih baik daripada Vondelpark – paru-paru hijau di jantung kota. Di musim panas, Vondelpark bagaikan panggung terbuka besar tempat semua orang diundang untuk berpartisipasi. Ada keluarga-keluarga yang berpiknik di rumput, pasangan-pasangan di bangku-bangku, musisi jalanan bermain biola, dan sekelompok anak muda yang tertawa di samping gerobak es krim.
Sewalah sepeda klasik dari toko mana pun di sekitar pusat kota dan bergabunglah dengan para pesepeda menyusuri jalan setapak yang dinaungi pepohonan. Sensasi angin di pipi, aroma bunga liar di udara, dan kicauan burung di atas kepala akan meluluhkan semua rasa lelah Anda. Terkadang Anda akan menemukan danau tenang yang memantulkan langit biru, atau jalan setapak kecil menuju halaman rumput tempat matahari bersinar bagai madu.
Pengalaman musim panas Amsterdam tak hanya terbatas di Vondelpark, tetapi juga di jalanan berbatu Jordaan yang menawan, menyusuri kanal-kanal yang dipenuhi pohon willow, atau ke pinggiran kota dengan hamparan bunga-bunga yang semarak. Anda akan melewati desa-desa kecil yang damai dengan kincir angin yang berdiri tegak di padang rumput, sapi-sapi yang merumput malas di bawah sinar matahari keemasan, dan jembatan kayu bercat putih yang membentang di atas anak sungai kecil.
Dengan bersepeda, Anda tak sekadar bergerak—Anda menjadi bagian dari kota. Anda tak sekadar melihat—Anda tinggal di Amsterdam, merasakan ritmenya yang lembut namun semarak, dan membawa kenangan musim panas yang indah itu sebagai hadiah berharga.
3. Nikmati seni dan makanan musim panas di Museumplein
Salah satu tempat paling menawan untuk menikmati musim panas adalah alun-alun Museumplein (Sumber foto: Dikumpulkan)
Liburan musim panas di Amsterdam tak hanya tentang kanal dan sepeda, tetapi juga petualangan seni dan kuliner di ruang terbuka kota. Salah satu tempat paling menawan untuk menikmati semangat tersebut sepenuhnya adalah Museumplein – jantung seni dan budaya Amsterdam.
Di musim panas, Museumplein menjadi kanvas hidup, dengan rerumputan hijau membentang bak karpet raksasa, danau-danau jernih memantulkan langit biru, dan museum-museum ternama berdiri tegak bak gudang ilmu pengetahuan. Di sinilah Rijksmuseum dengan koleksi seni Belandanya yang tersohor, Museum Van Gogh dengan lukisan-lukisannya yang penuh semangat, dan Museum Stedelijk untuk seni kontemporer yang berani.
Makanan juga merupakan bagian penting dari pengalaman ini. Gerobak es krim buatan tangan, stan stroopwafel yang harum, dan gerobak kopi mungil yang lucu menciptakan pesta yang sederhana namun lezat. Terkadang Anda akan menemukan acara makan di luar ruangan dengan meja-meja panjang yang berdempetan, di mana orang-orang yang tidak saling kenal menjadi teman hanya dengan beberapa percakapan.
Menikmati pengalaman wisata musim panas di Amsterdam, tepatnya di Museumplein, bukan hanya tentang menikmati seni, tetapi juga hidup dalam seni – di mana kota menjadi museum terbuka, tempat setiap orang bebas berkreasi, bermain, dan berbagi. Itulah undangan hangat dari Amsterdam, bagi mereka yang tahu cara berhenti sejenak, memandang ke atas, dan merasakan denyut puitis kehidupan.
Tiga pengalaman perjalanan musim panas di Amsterdam yang baru saja Anda baca hanyalah pintu yang terbuka menuju dunia yang penuh aroma dan suara. Biarkan musim panas Amsterdam merasuk ke dalam hati Anda sebagai kenangan yang tak terlupakan, sehingga ketika Anda kembali, Anda masih dapat mendengar suara lembut ombak yang menerpa pantai, aroma bunga di rambut Anda, dan senyum teman-teman yang belum pernah Anda temui namun tetap berbagi musim panas yang penuh sinar matahari dan cinta.
Sumber: https://www.vietravel.com/vn/am-thuc-kham-pha/trai-nghiem-du-lich-mua-he-o-amsterdam-v17514.aspx
Komentar (0)