Pada tanggal 14 November, Komite Rakyat Provinsi mengadakan konferensi untuk menerapkan rencana produksi tanaman musim dingin-semi 2023-2024. Konferensi tersebut dipimpin oleh Kamerad Dinh Cong Su, Wakil Ketua Komite Rakyat Provinsi.
Kamerad Dinh Cong Su, Wakil Ketua Komite Rakyat Provinsi menyampaikan pidato penutup pada konferensi tersebut.
Panduan produksi tanaman musim panas-gugur tahun ini dilakukan lebih awal, dengan fokus pada kerangka waktu terbaik. Cuaca relatif mendukung; penyakit pada tanaman pangan, ternak, dan produk akuatik diperkirakan, diramalkan, dicegah, dan dikendalikan dengan baik. Luas tanam tanaman pangan tahunan mencapai 46,5 ribu hektar, mencapai 101,7% pada periode yang sama dan 104,4% melebihi rencana. Luas tanam tanaman biji-bijian mencapai 33,2 ribu hektar, mencapai 99% pada periode yang sama dan 99,5% dari rencana. Hasil panen tanaman biji-bijian tahunan diperkirakan mencapai 363.000 ton.
Saat ini, jumlah ternak babi dan unggas di peternakan terus meningkat. Keterkaitan produksi berdasarkan rantai nilai telah terbentuk dan beroperasi secara efektif. Seluruh provinsi telah mengkonsolidasi dan menukar lebih dari 4.407 hektar lahan; mengalihfungsikan 2.500 hektar lahan sawah yang tidak produktif untuk ditanami tanaman lain; menanam sekitar 9,3 ribu hektar hutan baru, mencapai 167,6% dari rencana; mempertahankan tutupan hutan sebesar 51,5%. Dengan total 2,7 ribu hektar luas permukaan air untuk akuakultur, pemerintah daerah berfokus pada pemeliharaan 4,98 ribu keramba ikan; hasil tahunan diperkirakan mencapai 12.200 ton. Lebih dari 19,9 ribu ton produk pertanian , hampir 25.000 m³ furnitur kayu dan kayu lapis telah diekspor.
Dalam konferensi tersebut, para delegasi membahas dan menganalisis hasil yang dicapai, serta menyoroti kekurangan dan keterbatasan yang perlu diatasi dalam produksi tanaman musim panas-gugur. Untuk produksi tanaman musim dingin-musim semi 2023-2024, sesuai rencana, seluruh provinsi berupaya untuk membudidayakan tanaman tahunan seluas 62 ribu hektar. Dari jumlah tersebut, tanaman biji-bijian seluas 31,4 ribu hektar; dengan hasil produksi sebesar 165 ribu ton...
Menutup konferensi, Wakil Ketua Komite Rakyat Provinsi, Dinh Cong Su, mengakui dan sangat mengapresiasi hasil yang dicapai dalam produksi tanaman musim dingin-semi tahun 2023. Beliau berkomentar: Tanaman musim dingin-semi merupakan tanaman dengan lahan tanam yang luas, beragam jenis tanaman untuk budidaya intensif demi produktivitas tinggi, yang menentukan hasil produksi sepanjang tahun. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu berfokus pada kepemimpinan dan arahan yang ketat sejak awal masa tanam untuk mencapai hasil yang komprehensif dalam hal luas lahan, produktivitas, hasil, dan nilai produk pertanian. Arahkan petani secara tegas untuk melanjutkan produksi di lahan yang telah direncanakan untuk direstorasi dan diubah peruntukannya, tetapi belum direstorasi atau diimplementasikan segera agar dapat dimanfaatkan dan tidak dibiarkan kosong. Sektor pertanian, sektor, unit, dan Komite Rakyat kabupaten dan kota perlu meninjau secara cermat untuk mengembangkan target dan rencana produksi yang mendekati realitas lokal; secara proaktif mengubah lahan padi yang tidak produktif menjadi tanaman lain; Dorong petani untuk mempromosikan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam produksi guna meningkatkan nilai produk pertanian. Di samping itu, memelihara jumlah ternak dan unggas secara keseluruhan, mengembangkan produksi, dan memusatkan usaha peternakan industri di lahan pertanian, memastikan kondisi usaha peternakan sesuai dengan peraturan, sesuai dengan perencanaan keseluruhan pembangunan sosial ekonomi daerah; menanam dan merawat hutan tanaman untuk memastikan kemajuan sebagaimana diperlukan; mempromosikan usaha budidaya ikan intensif di keramba dan rakit di sungai dan danau besar; menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan nilai per satuan luas.
Kam Hang
Sumber
Komentar (0)