Anak-anak merasakan memetik stroberi di kebun (Foto: Duy Hien )
Di dusun Tan Loi, kecamatan Tan Hung, Bapak Nguyen Thanh Vu tengah mengembangkan model budidaya murbei organik di lahan seluas 2 hektar, yang mampu memberikan efisiensi ekonomi , menjaga lingkungan dan membuka arah pengembangan ekowisata pertanian.
Bermula dari keinginan untuk menyediakan produk bersih bagi konsumen, pada tahun 2021, Tn. Vu berinvestasi dalam perbaikan lahan selama 2 tahun menggunakan metode organik seperti pembuatan vegetasi, pemupukan dengan mikroorganisme, dan pemasangan sistem irigasi tetes untuk membantu menghemat biaya, perawatan, dan melindungi sumber daya air.
Sekitar 1.000 pohon murbei ditanam menggunakan metode pertanian berkelanjutan, tanpa pestisida. Metode manual seperti menangkap cacing, membuang daun yang rusak, membersihkan kebun, dan produk biologis digunakan untuk mengendalikan hama dan penyakit secara efektif.
Biaya investasi awal sekitar 250 juta VND/ha, termasuk perbaikan lahan, sistem irigasi, dan pembibitan. Biaya perawatan tahunan sekitar 100 juta VND/ha. Murbei berbuah sepanjang tahun, dengan masa panen sekitar 1 bulan, kemudian diistirahatkan selama 3 bulan agar pohon pulih.
Berkat pembagian area tanam dan pengolahan, kebun stroberinya menghasilkan panen yang berkelanjutan. Saat ini, keluarganya memanen sekitar 80 kg stroberi segar setiap hari, menjualnya ke pasar, terutama kepada pedagang kecil di Kota Ho Chi Minh dan wisatawan. Selain itu, kebun ini juga menciptakan lapangan kerja musiman bagi pekerja lokal.
Tak berhenti di situ, Pak Vu juga memanfaatkan kebun stroberi untuk mengembangkan model wisata hijau. Awalnya, hanya ada beberapa kelompok pengunjung, tetapi lambat laun, banyak kelompok pengunjung yang datang untuk merasakannya.
Pengunjung dapat memetik sendiri stroberi, menikmati jus mulberry segar, stroberi acar, stroberi kering, dan masih banyak lagi produk pertanian lainnya seperti air kelapa, jeruk bali hijau, selai kulit jeruk bali, dan lain-lain dengan harga 50.000 VND/kg stroberi segar, 60.000 VND/kg stroberi acar, atau sekantong stroberi kering 250g.
Orang tua dan anak-anak berpartisipasi dalam kegiatan penanaman pohon di taman (Foto: Duy Hien )
Selama liburan musim panas atau akhir pekan, ada juga kegiatan menarik dan bermakna bagi orang tua dan anak-anak.
Di ruang hijau yang sejuk, setiap orang dapat memetik stroberi matang dengan tangan, berpartisipasi dalam permainan fisik, atau merasakan menjadi petani, mempelajari cara menanam sayuran sederhana seperti kubis, bayam Malabar, tomat, mentimun, dll.
Ibu Ngoc Mai (kelurahan Duong Minh Chau) sangat gembira membawa anak-anaknya ke sini untuk merasakan kegiatan menanam pohon dan memetik stroberi di kebun.
Ibu Ngoc Mai berbagi: "Saya merasa kegiatan menanam pohon dan memetik stroberi di sini sangat bermanfaat. Anak saya bisa langsung mengenal pekerjaan bertani dan lebih memahami upaya para petani. Yang terpenting, anak saya bisa berolahraga dan berlarian di luar ruangan, alih-alih hanya terpaku pada ponsel seperti biasa."
Tidak hanya membawa nilai ekonomi, kebun mulberry organik milik Tn. Vu juga berkontribusi dalam mengubah struktur tanaman, meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, dan membuka arah baru bagi pengembangan pertanian yang dipadukan dengan pariwisata lokal.
Anh Thao
Sumber: https://baolongan.vn/trong-dau-tam-sach-lam-du-lich-xanh-a199167.html
Komentar (0)