Menurut Kantor Berita Xinhua, pada tanggal 10 September di Beijing, anggota senior Kongres Rakyat Nasional (yaitu Majelis Nasional Tiongkok) membahas peningkatan usia pensiun di tengah banyaknya kekhawatiran tentang masalah ketenagakerjaan.
"Tidak dapat dielakkan bagi Tiongkok untuk beradaptasi dengan normal baru perkembangan populasi," ujar Mo Rong, direktur Akademi Tenaga Kerja dan Ilmu Sosial Tiongkok, kepada People's Daily.
Foto ilustrasi: Reuters
Rancangan amandemen undang-undang yang mengatur usia pensiun diharapkan akan dirilis untuk mendapat tanggapan publik dalam beberapa minggu mendatang.
Pada awal Juli, pemerintah Tiongkok mengumumkan akan menaikkan usia pensiun secara bertahap. Usia pensiun saat ini adalah 60 tahun untuk pria, sekitar enam tahun lebih rendah daripada di sebagian besar negara maju. Usia pensiun untuk wanita di kantor adalah 55 tahun dan untuk wanita di pabrik adalah 50 tahun.
Membuat orang bekerja lebih lama akan meringankan sebagian tekanan pada anggaran pensiun karena banyak provinsi di China bergulat dengan defisit besar.
Reformasi tersebut dipandang mendesak karena harapan hidup rata-rata di Tiongkok meningkat menjadi 78 tahun pada tahun 2021 dari sekitar 44 tahun pada tahun 1960, dan diperkirakan akan melampaui 80 tahun pada tahun 2050.
Otoritas kesehatan nasional memperkirakan jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas di Tiongkok akan meningkat dari 280 juta menjadi lebih dari 400 juta pada tahun 2035, setara dengan total populasi Inggris dan AS saat ini. Setiap pensiunan di Tiongkok saat ini dibiayai oleh iuran lima pekerja.
Data dari Kementerian Keuangan Tiongkok menunjukkan bahwa 11 dari 31 daerah setingkat provinsi di Tiongkok mengalami defisit anggaran pensiun. Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok memperkirakan sistem pensiun akan kehabisan dana pada tahun 2035.
Ngoc Anh (menurut Kantor Berita Xinhua, Reuters)
[iklan_2]
Sumber: https://www.congluan.vn/trung-quoc-xem-xet-tang-tuoi-nghi-huu-trong-boi-canh-gia-hoa-dan-so-post311835.html
Komentar (0)