Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 86/2024/TT-BTC yang diterbitkan Kementerian Keuangan pada tanggal 23 Desember 2024, menggantikan Surat Edaran Nomor 105/2020/TT-BTC yang berlaku efektif sejak tanggal 6 Februari 2025.
Dasar hukum perubahan ini berasal dari Undang-Undang Administrasi Perpajakan dan Pasal 12 Undang-Undang Nomor Pokok Wajib Pajak Tahun 2023, yang secara tegas menyatakan bahwa nomor CCCD 12 digit merupakan kode identifikasi unik dan tidak dapat digandakan yang dikeluarkan oleh Kementerian Keamanan Publik . Mulai 1 Juli 2025, semua wajib pajak akan menggunakan nomor CCCD, bukan kode pajak sebelumnya. Selama masa transisi, kode pajak yang dikeluarkan oleh otoritas pajak akan tetap berlaku hingga 30 Juni 2025.
Surat Edaran 86 dengan jelas menetapkan bahwa subjek permohonan meliputi orang pribadi dengan penghasilan kena pajak (kecuali yang saat ini menjalankan usaha), tanggungan yang tercatat dalam catatan pajak penghasilan pribadi, rumah tangga, rumah tangga badan usaha, orang pribadi dan organisasi badan usaha, serta orang pribadi yang wajib membayar pajak menurut undang-undang. Khusus untuk rumah tangga badan usaha, perwakilan perorangan akan menggunakan nomor CCCD-nya sendiri sebagai kode pajak untuk seluruh rumah tangga. Hal ini merupakan poin baru yang penting, yang berkontribusi pada konsolidasi data pajak dan identifikasi warga negara secara nasional.
Perubahan dari kode pajak menjadi CCCD dilakukan untuk menyederhanakan prosedur administratif, menyinkronkan data, meningkatkan efisiensi pengelolaan pajak, dan memberikan lebih banyak kemudahan bagi masyarakat. Sebelumnya, masyarakat harus mendaftar untuk kode pajak terpisah, tetapi kini, mereka hanya memerlukan CCCD berchip untuk dapat melaporkan dan membayar pajak secara langsung. Hal ini tidak hanya menghemat waktu dan biaya, tetapi juga menghindari duplikasi dan perbedaan data, sehingga berkontribusi pada pembangunan sistem manajemen yang modern dan akurat.
Sinkronisasi antara Basis Data Kependudukan Nasional dan sistem perpajakan akan memudahkan pihak berwenang mendeteksi penipuan pajak dan penggunaan berbagai kode pajak secara ilegal. Di saat yang sama, penggunaan CCCD sebagai kode pajak memudahkan masyarakat untuk melihat riwayat pembayaran pajak, restitusi pajak, dan memenuhi kewajiban keuangan lainnya hanya dengan satu kode di portal seperti gdt.gov.vn, thuedientu.gdt.gov.vn, atau aplikasi eTaxMobile dan iCanhan.
Bapak Doan Van Hoa, Kepala Departemen Anggaran, Departemen Pajak Wilayah X, mengatakan: Proses konversi akan berjalan secara otomatis jika informasi CCCD dan kode pajak lama tersinkronisasi dengan benar di sistem. Jika data tidak sesuai atau CCCD hilang, kode pajak akan beralih ke status "menunggu pembaruan CCCD".
Oleh karena itu, wajib pajak perlu secara proaktif menghubungi otoritas pajak untuk menyesuaikan informasi dan memperbarui nomor CCCD guna memastikan konsolidasi kode pajak lama menjadi satu kode tunggal. Konsolidasi ini sangat penting bagi mereka yang sebelumnya memiliki beberapa kode pajak atau data yang tidak konsisten.
Kementerian Keuangan juga telah mengeluarkan instruksi khusus tentang cara memeriksa status kode pajak, memperbarui informasi pribadi pada sistem, dan mengharuskan perangkat lunak faktur elektronik dan deklarasi pajak ditingkatkan agar kompatibel dengan nomor CCCD.

Masyarakat perlu memeriksa dan membandingkan informasi pribadi seperti nama lengkap, tanggal lahir, dan alamat di sistem perpajakan untuk memastikan kesesuaiannya dengan data CCCD. Jika Anda tidak memiliki CCCD berchip, Anda perlu segera mendapatkannya untuk mendapatkan kode identifikasi yang valid. Terkait perangkat lunak, pelaku usaha dan rumah tangga bisnis harus memastikan bahwa aplikasi deklarasi dan faktur elektronik diperbarui secara berkala untuk menghindari gangguan dalam proses pemenuhan kewajiban perpajakan. Perlu dicatat bahwa semua catatan, faktur, dan dokumen yang diterbitkan sebelum 1 Juli 2025 akan tetap memiliki nilai hukumnya dan tidak perlu diubah.
Penggunaan CCCD, alih-alih kode pajak, tidak hanya menghemat biaya bagi wajib pajak dan otoritas pajak, tetapi juga meningkatkan transparansi dan akurasi data. Tindakan penipuan seperti pemalsuan informasi dan penggunaan beberapa kode pajak kini akan lebih sulit dilakukan karena sistem akan mengidentifikasinya melalui satu kode identifikasi. Di sisi lain, wajib pajak dapat dengan mudah mengontrol dan melihat riwayat pajak mereka di platform elektronik tanpa harus mengingat banyak informasi yang rumit.
Secara lebih luas, ini merupakan langkah maju yang penting dalam proses reformasi administrasi dan transformasi digital nasional, yang menegaskan koordinasi yang semakin erat antara Kementerian Keamanan Publik dan Kementerian Keuangan dalam mengelola data warga negara dan kewajiban perpajakan.

Ketika CCCD digunakan sebagai kode identifikasi unik, tidak hanya sektor pajak tetapi juga banyak sektor lain akan mendapat manfaat dari sinkronisasi dan koneksi data, sehingga meningkatkan efisiensi manajemen negara di banyak bidang.
Singkatnya, penggantian kode pajak resmi dengan nomor CCCD 12 digit merupakan reformasi yang luar biasa di sektor keuangan publik. Otomatisasi dan sinkronisasi data antar kementerian dan sektor akan membantu meningkatkan transparansi, meningkatkan efisiensi pengelolaan pajak, dan mengurangi prosedur administratif, sehingga menghemat biaya bagi masyarakat, rumah tangga bisnis, dan perusahaan. Ini juga merupakan langkah penting dalam memodernisasi sistem perpajakan, menuju administrasi publik yang transparan, nyaman, dan berkelanjutan.
Pasal 5 Surat Edaran Nomor 86 Tahun 2024 mengatur:
1. Kode pajak mencakup kode pajak untuk badan usaha, organisasi, dan kode pajak untuk rumah tangga, rumah tangga badan usaha, dan individu. Kode pajak tersebut meliputi:
a) Kode pajak untuk perusahaan dan organisasi dikeluarkan oleh otoritas pajak sesuai dengan ketentuan dalam Klausul 2, 3 dan 4 Pasal ini.
b) Kode pajak untuk rumah tangga, rumah tangga bisnis, dan individu adalah kode pajak yang dikeluarkan oleh otoritas pajak dalam kasus yang ditentukan dalam Poin a, d, e, dan h, Klausul 4 Pasal ini; dan merupakan nomor identifikasi pribadi yang dikeluarkan oleh Kementerian Keamanan Publik sesuai dengan undang-undang tentang identifikasi dalam kasus di mana nomor identifikasi pribadi digunakan sebagai pengganti kode pajak sebagaimana ditentukan dalam Klausul 5 Pasal ini.
2. Struktur kode pajak yang dikeluarkan oleh otoritas pajak.
Sumber: https://baonghean.vn/tu-ngay-1-7-2025-so-can-cuoc-cong-dan-se-la-ma-so-thue-thu-nhap-ca-nhan-10300203.html
Komentar (0)