Memberikan informasi spesifik mengenai poin baru di atas, Wakil Direktur Departemen Pengelolaan Lahan ( Kementerian Pertanian dan Lingkungan Hidup ) Mai Van Phan menekankan bahwa Keputusan No. 151/2025/ND-CP merupakan landasan hukum yang penting untuk mendorong desentralisasi, pendelegasian, dan transfer wewenang sesuai dengan kondisi praktis di tingkat akar rumput. Khususnya, salah satu isi yang menonjol dari keputusan ini adalah perubahan mendasar dalam proses pemberian buku merah untuk pertama kalinya guna menciptakan kemudahan maksimal bagi masyarakat.
Dengan demikian, kewenangan untuk menangani tata cara pemberian buku merah pertama kali kepada perorangan warga negara, warga negara Vietnam yang bermukim di luar negeri yang merupakan warga negara Vietnam, dan masyarakat akan dialihkan dari tingkat distrik ke tingkat kelurahan, kecamatan, dan zona khusus.
"Dibandingkan sebelumnya, penerbitan buku merah pertama biasanya harus melalui setidaknya dua tingkat, tetapi sekarang prosesnya akan dipersingkat dan hanya dilakukan di satu tingkat, yaitu tingkat komune dan kelurahan. Hal ini tidak hanya membantu mengurangi waktu dan biaya, tetapi juga memberikan kemudahan maksimal bagi masyarakat dalam melakukan prosedur pertanahan," tegas Bapak Phan.
Menurut Bapak Phan, pengalihan kewenangan penerbitan buku merah dari Komite Rakyat tingkat distrik kepada ketua Komite Rakyat tingkat komune merupakan langkah penting dalam peta jalan untuk membangun pemerintahan yang melayani. Hal ini juga merupakan perwujudan nyata dari semangat reformasi administrasi, yang berfokus pada tingkat akar rumput, menjadikan lembaga publik sebagai "perpanjangan tangan" bagi setiap individu dan rumah tangga.
Untuk menjamin kelayakan proses desentralisasi, Perpres ini juga secara sinkron merancang konten terkait, seperti: Penetapan fungsi perumusan kebijakan Pemerintah Pusat dan fungsi pelaksanaannya oleh daerah; menghubungkan pengalihan kewenangan dengan ketentuan khusus terkait sumber daya manusia, anggaran, dan basis data di tingkat akar rumput; penetapan kewenangan yang jelas antara Dewan Perwakilan Rakyat, Komite Rakyat, dan Ketua Komite Rakyat di semua tingkatan, dalam arah pergeseran dari "kewenangan umum" menjadi "kewenangan khusus".
Berdasarkan prosesnya, masyarakat yang perlu mendapatkan buku merah untuk pertama kalinya akan mengajukan permohonan sertifikat di tempat permohonan diterima sesuai ketentuan. Dinas Pertanahan tingkat kecamatan akan menangani kasus-kasus spesifik dan kebijakan terkait, seperti: Mengklasifikasi keberadaan dokumen hak guna tanah, pelanggaran, atau pengalihan tanah melampaui kewenangan yang ditentukan dalam Pasal 137, 130, 139, dan 140 Undang-Undang Pertanahan.
Namun, Wakil Direktur Departemen Pengelolaan Lahan juga mencatat bahwa masyarakat perlu membedakan dengan jelas antara proses pendaftaran tanah dan prosedur penerbitan buku merah sebagaimana ditentukan dalam Keputusan 151/2025/ND-CP.
Secara khusus, pendaftaran tanah merupakan persyaratan wajib bagi mereka yang menggunakan tanah atau mereka yang diberi hak pengelolaan oleh Negara. Hal ini bertujuan untuk menetapkan catatan pengelolaan tanah Negara dan sekaligus memverifikasi status penggunaan tanah terkini dari organisasi dan individu. Oleh karena itu, ketika diperlukan penerbitan buku merah, pengguna tanah wajib memenuhi kewajiban keuangan sesuai peraturan yang ditetapkan oleh otoritas pajak.
"Saat ini, waktu penyelesaian kewajiban keuangan telah dipersingkat menjadi 17 hari. Setelah kewajiban keuangan selesai, Komite Rakyat tingkat komune akan melaksanakan prosedur penerbitan buku merah pertama dalam waktu 3 hari," ujar Bapak Phan.
Menurut VNA
Sumber: https://baothanhhoa.vn/tu-ngay-1-7-chu-tich-ubnd-cap-xa-phuong-truc-tiep-ky-cap-so-do-253702.htm
Komentar (0)