Memulai di babak penyisihan grup
Timnas U-23 Vietnam akan melakoni laga pembuka melawan timnas U-23 Laos pada 19 Juli. Secara teori, tim muda negeri sejuta gajah ini merupakan lawan yang cukup mudah bagi tim asuhan pelatih Kim Sang-sik.
U.23 Vietnam diuntungkan oleh jadwal pertandingan di turnamen U.23 Asia Tenggara
Foto: VFF
Dalam turnamen regional selama bertahun-tahun, sepak bola Laos belum pernah menjadi lawan yang sepadan bagi perwakilan sepak bola Vietnam. Gaya bermain pemain Laos secara umum tidak terlalu menyulitkan pemain Vietnam. Saat menghadapi tim kami, pemain Laos sering bermain dengan tenang, jarang melakukan tekel keras, dan tidak terlalu "keras" dalam menjaga gawang. Hal ini memudahkan pemain Vietnam untuk bermain. Mengalahkan tim U-23 Laos berada dalam jangkauan U-23 Vietnam.
Tim asuhan Pelatih Kim Sang-sik selanjutnya akan menghadapi Kamboja U-23 pada 22 Juli. Sepak bola Kamboja telah mencapai kemajuan pesat akhir-akhir ini. Tim Kamboja U-23 yang berpartisipasi dalam turnamen U-23 Asia Tenggara terdiri dari sejumlah pemain nasional, seperti bek kiri Leng Nora, gelandang bertahan Sin Sovannmakara, dan gelandang Chou Sinti.
Untuk mempertahankan tahta, masalah apa yang perlu dipecahkan oleh U.23 Vietnam dan pelatih Kim Sang-sik?
Gaya bermain pemain Kamboja juga lebih kuat daripada pemain Laos. Pemain Kamboja tidak takut berbenturan, siap bermain "keras" saat dibutuhkan. Namun, secara umum, sepak bola Kamboja masih berada di peringkat yang lebih rendah daripada sepak bola Vietnam, dan tim U-23 Kamboja belum cukup kuat untuk mengalahkan tim U-23 Vietnam di turnamen tahun ini.
Tantangan sebenarnya di semifinal U.23
Tugas melewati babak penyisihan grup bukanlah tugas yang terlalu sulit bagi tim asuhan pelatih Kim Sang-sik. Mulai semifinal (25 Juli), tantangan sesungguhnya akan muncul bagi U-23 Vietnam. Jika U-23 Vietnam menjuarai Grup B, kami akan menghadapi tim pertama Grup C atau tim kedua Grup A di semifinal.
Timnas U-23 Vietnam kemungkinan akan bertemu kembali dengan timnas U-23 Thailand di babak semifinal.
Foto: Vuong Anh
Tim teratas di Grup B kemungkinan besar adalah U-23 Thailand (Grup B berisi Thailand, Myanmar, dan Timor Leste), dan tim kedua di Grup A kemungkinan besar adalah U-23 Filipina (Grup A berisi Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Brunei). Keduanya merupakan lawan yang cukup sulit bagi U-23 Vietnam. Khususnya, U-23 Thailand selalu menjadi kekuatan besar di Asia Tenggara.
Sekilas, tim Thailand memang mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun, di skuad U-23 Thailand, gelandang serang Seksan Ratree sudah tidak asing lagi bagi penggemar Vietnam. Ia adalah pemain tim nasional Thailand dan anggota klub Buriram United yang menghadapi Hanoi Police Club musim lalu. Seksan Ratree diharapkan dapat membantu tim U-23 Thailand bersinar di turnamen tahun ini.
Jika lolos ke semifinal, U-23 Vietnam diperkirakan akan menghadapi tuan rumah U-23 Indonesia di final (29 Juli). Secara teori, tim muda dari negara kepulauan ini merupakan tim terkuat di turnamen U-23 Asia Tenggara 2025. Skuad U-23 Indonesia memiliki banyak pemain nasional yang berlaga di Piala AFF 2024. Keunggulan kandang akan membantu mereka meningkatkan kekuatan. Oleh karena itu, ini bisa menjadi lawan tersulit dalam perjalanan mereka untuk meraih target mempertahankan gelar juara regional U-23 Vietnam.
Bertanding dari pertandingan mudah hingga sulit membantu para pemain U-23 Vietnam dengan mudah menyesuaikan performa, beradaptasi dengan tekanan psikologis, dan dapat mengantisipasi ledakan performa di babak paling krusial turnamen. Selain itu, kepadatan kompetisi 3 hari/pertandingan, dengan total 4 pertandingan dalam sekitar 10 hari (jika mencapai final, U-23 Vietnam akan bertanding dari 19 hingga 29 Juli) merupakan kepadatan yang ideal, tidak terlalu berdekatan atau terlalu berjauhan, sehingga menciptakan kondisi bagi para pemain untuk menjaga kebugaran fisik yang prima sepanjang turnamen.
Sumber: https://thanhnien.vn/u23-viet-nam-loi-the-co-nay-khong-biet-tan-dung-triet-de-thi-qua-phi-185250717103905915.htm
Komentar (0)