Aplikasi proaktif ini telah menciptakan perubahan yang nyata, membawa efisiensi kerja yang lebih tinggi baik bagi kader, pegawai negeri sipil, maupun masyarakat.
Aktivitas administrasi publik provinsi Dak Lak menyaksikan perubahan positif berkat platform AI.
Ibu Phan Thi Lien, seorang spesialis di Pusat Layanan Administrasi Publik Kecamatan Ea Kao, menyampaikan: Sejak 1 Juli, banyak dokumen baru telah diterbitkan. Berkat integrasi platform AI untuk desentralisasi, pendelegasian wewenang, dan pembagian wewenang pemerintah daerah dua tingkat, pencarian dan pembelajaran dokumen baru menjadi lebih mudah. Alih-alih harus mencari dan memeriksa keabsahan dokumen secara manual secara daring, yang memakan banyak waktu dan berpotensi menimbulkan kesalahan, kini ia hanya perlu mengeluarkan perintah dan menerima hasil cepat hanya dalam hitungan detik, sehingga meminimalkan kesalahan.
Pendidikan juga merupakan salah satu bidang yang telah menunjukkan adopsi AI yang nyata. Kecerdasan buatan telah mengubah cara mengajar dan belajar, memberikan pengalaman belajar yang lebih personal dan mendalam bagi siswa.
Ibu Hoang Thi Anh Tuyen, Kepala Tim di Sekolah Menengah Tan Loi, Kecamatan Buon Ma Thuot, mengatakan bahwa perencanaan dan pengorganisasian kegiatan tim dulu sangat memakan waktu. Sejak menerapkan perangkat lunak terintegrasi AI, beliau telah mampu merancang lebih banyak skenario kegiatan tim, membuat konten dan video propaganda berdasarkan topik, merancang permainan interaktif untuk siswa, dan sebagainya.
Ibu Hoang Thi Anh Tuyen, Kepala Tim Sekolah Menengah Tan Loi, Kecamatan Buon Ma Thuot, menerapkan AI untuk merancang program kegiatan Tim. |
AI adalah asisten cerdas yang tidak hanya membantu Pemimpin Tim seperti Ibu Tuyen mengurangi beban kerja, tetapi juga membantu meningkatkan kualitas kegiatan Tim, menciptakan konten yang lebih beragam dan kreatif dalam mendidik siswa tentang keterampilan dan etika. Berkat hal tersebut, beliau menyusun program dan mengomunikasikan kegiatan tim dengan lebih efektif.
Kisah guru Tuyen dan Ibu Lien adalah bukti nyata bahwa AI menciptakan nilai-nilai positif, membantu mengoptimalkan pekerjaan dan membuka peluang pengembangan di era digital.
Mempelajari dan menerapkan teknologi untuk beradaptasi di era digital telah menjadi keharusan untuk bertahan hidup, di mana AI muncul sebagai kunci emas untuk membuka peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Tak jauh dari tren umum, Provinsi Dak Lak juga memberikan perhatian khusus pada penerapan AI untuk pembangunan sosial-ekonomi, yang melayani kegiatan administrasi publik. Oleh karena itu, provinsi ini memiliki orientasi khusus untuk mendorong transformasi digital dan penerapan AI. Fokusnya meliputi investasi dalam pembangunan infrastruktur digital dan pusat data untuk memastikan kelancaran dan efektivitas operasional sistem AI; berkoordinasi dengan perusahaan telekomunikasi untuk membangun program konsultasi, dukungan, penelitian, dan pengembangan solusi AI yang tepat; dan meluncurkan implementasi 100 hari puncak gerakan literasi digital, yang merupakan langkah awal agar transformasi digital dan penerapan kecerdasan buatan secara bertahap menjadi kebiasaan sehari-hari dalam kehidupan setiap warga negara.
Guru-guru di distrik Buon Ma Thuot dilatih dalam penerapan AI dalam pengajaran. |
Bapak Bui Thanh Toan, Direktur Departemen Sains dan Teknologi, menegaskan: "Kami mengidentifikasi AI sebagai salah satu teknologi inti provinsi ini untuk mendorong transformasi digital yang komprehensif. Penerapan AI di provinsi ini secara bertahap berkembang di berbagai sektor dan bidang, seperti: layanan kesehatan, pendidikan, pertanian cerdas, hingga administrasi publik, yang mendukung operasionalisasi pemerintahan dua tingkat yang efektif... Tujuannya adalah menciptakan terobosan untuk membantu daerah berkembang secara berkelanjutan, menciptakan kondisi yang mendukung bagi organisasi, bisnis, dan masyarakat untuk mengakses dan memanfaatkan kekuatan yang dihadirkan oleh teknologi digital, sehingga meningkatkan kualitas hidup."
Untuk beradaptasi dengan era AI, sektor pendidikan provinsi memainkan peran perintis dalam membekali guru dan siswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan.
Menurut Bapak Luu Tien Quang, Wakil Direktur Departemen Pendidikan dan Pelatihan, banyak lembaga pendidikan telah secara proaktif memanfaatkan teknologi digital dan menerapkan AI dalam pengajaran dan manajemen. Kesadaran dan keterampilan digital staf dan guru semakin meningkat. Upaya ini telah membuahkan hasil positif, hingga saat ini, lebih dari 75% manajer dan guru di provinsi ini telah terlatih dalam keterampilan menggunakan platform digital.
Dari jumlah tersebut, sekitar 40% guru dilatih secara mendalam dalam analisis dan penambangan data pendidikan, yang merupakan langkah untuk mempersiapkan sumber daya manusia dalam menggunakan alat analisis data, bidang inti AI.
Pada Juni 2025, 100% sekolah akan memiliki koneksi internet pita lebar, dan sekitar 90% ruang kelas akan dilengkapi proyektor atau perangkat proyeksi untuk pembelajaran digital. Basis data sektor pendidikan akan dilengkapi dan disinkronkan dengan platform manajemen negara, yang akan membantu meningkatkan efisiensi pemanfaatan dan berbagi data... menciptakan lingkungan belajar digital.
Penerapan perangkat lunak AI akan mempersonalisasi pembelajaran, menciptakan lingkungan belajar yang lebih modern dan efektif, berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan, memenuhi persyaratan revolusi industri 4.0.
Sumber: https://baodaklak.vn/xa-hoi/202508/ung-dung-ai-de-tao-buoc-dot-pha-phat-trien-ben-vung-2281d27/
Komentar (0)