Setelah kebakaran di deretan pabrik dan toko furnitur kayu di komune Huu Bang (Thach That, Hanoi ), banyak orang terkejut melihat sejumlah besar properti terbakar.
Api berkobar hebat, tidak memberi waktu untuk bereaksi.
Pada pagi hari tanggal 13 Desember, Ibu Loan (Desa Ban Giua, Kelurahan Huu Bang, Kecamatan Thach That, Hanoi) mendatangi lokasi kebakaran di deretan pabrik dan toko mebel kayu untuk menyampaikan belasungkawa kepada tetangganya.
Menurut Ibu Loan, ini adalah kebakaran terbesar dan terluas dalam beberapa tahun terakhir di desa produksi furnitur kayu Huu Bang.
"Sebelumnya pernah terjadi kebakaran di beberapa rumah sekaligus, tapi sudah lama sekali tidak ada kebakaran di 10 rumah seperti ini," kata Ibu Loan.
Seorang pekerja di dekat lokasi kejadian mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 20.30. Saat itu, semua orang sedang makan malam di rumah sehingga mereka tidak menyadarinya. Mereka baru menyadari ketika api telah menyebar.
"Di pabrik, setelah kerja selesai, semua orang mematikan listrik, menutup pintu, dan pulang. Jadi, kalau terjadi kebakaran di lantai dua, tidak ada yang tahu cara mengatasinya," kata pekerja laki-laki itu.
Menurut keterangan orang tersebut, saat kejadian ditemukan, tim pemadam kebakaran relawan dari komune langsung datang untuk menyelamatkan, namun di dalam ternyata banyak material kayu, kulit, lem, cat... sehingga api tidak dapat dipadamkan.
Hadir di lokasi kejadian saat kebakaran terjadi, Bapak Tien (warga Desa Huu Bang) menuturkan, api sudah sangat besar dan berkobar hebat sehingga warga tidak ada yang mendekat untuk memadamkan.
"Saya merasa sangat sedih melihat harta benda warga terbakar, tetapi saya tidak bisa mendekat karena apinya besar dan sangat panas," jelas Bapak Tien.
Semua kekayaan tiba-tiba menghilang
Di tengah kerumunan yang berdiri di lokasi kebakaran, seorang warga setempat bertanya dan menyemangati: "Turut berduka cita! Dengan kebakaran sebesar ini, apakah Anda berhasil memindahkan barang kemarin?". Pemilik pabrik menjawab dengan sedih: "Saya hanya berhasil memindahkan beberapa barang di lantai satu."
Segera setelah itu, pemilik pabrik diam-diam masuk untuk memeriksa kerusakan di fasilitasnya. Ia bercerita: "Di dalam fasilitas itu terdapat semua mesin, bahan baku, dan produk jadi... Semuanya terbakar. Sekarang, memperkirakan berapa banyak uang yang akan dihabiskan sungguh tak terkira."
Pemilik pabrik lain berkata: "Tet sudah berakhir! Seluruh kekayaan keluarga saya lenyap dalam sekejap." Ia berkata bahwa jika ada lebih banyak pompa pemadam kebakaran kecil, kerusakannya akan lebih kecil.
"Di desa, fasilitas produksinya kecil dan letaknya berdekatan, sehingga jika terjadi kebakaran, api dapat menyebar dengan mudah. Selain itu, rumah-rumahnya menggunakan cat dan kulit untuk membuat sofa, furnitur kayu, dll., sehingga api cepat berkobar," ujar pemilik pabrik.
Menurut pemilik pabrik ini, semua orang sangat sedih karena kerusakan properti yang besar tetapi harus berusaha membersihkannya untuk melanjutkan produksi dan bisnis.
Menurut informasi awal, sekitar pukul 20.30 tanggal 12 Desember, warga menemukan kebakaran di sebuah bengkel kayu di Desa Ban Giua (Kelurahan Huu Bang). Hanya dalam beberapa menit, api dan asap mengepul, dengan cepat menyebar ke toko-toko dan bengkel kayu di sebelahnya. Kepolisian Kota Hanoi mengerahkan Tim Pencegahan Kebakaran dan Penyelamatan Kepolisian Distrik Thach That dan Quoc Oai... beserta puluhan petugas dan tentara untuk memadamkan api. Setelah lebih dari 3 jam upaya pemadaman, api berhasil dipadamkan. Kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi kerusakan properti sedang ditaksir. |
[iklan_2]
Sumber: https://vietnamnet.vn/vu-chay-hari-10-xuong-go-o-ha-noi-gia-tai-tieu-tan-tet-the-la-het-2351886.html
Komentar (0)