Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Membangun kemitraan yang seimbang

Báo Sài Gòn Giải phóngBáo Sài Gòn Giải phóng09/04/2024


Buku putih pertahanan Prancis selama beberapa tahun terakhir secara konsisten menempatkan Afrika sebagai kawasan terpenting kedua secara strategis bagi Prancis, setelah Eropa. Oleh karena itu, menjaga hubungan baik dan melindungi peran Prancis dalam hubungannya dengan negara-negara Afrika selalu menjadi salah satu prioritas kebijakan luar negeri utama pemerintahan Presiden E. Macron.

Dengan tujuan memperbarui hubungan dengan Afrika dan membangun kemitraan yang seimbang yang menguntungkan benua tersebut, Menteri Luar Negeri Prancis Stephane Sejourné melakukan perjalanan ke tiga negara: Kenya, Rwanda, dan Pantai Gading. Ini adalah kunjungan pertama Menteri Luar Negeri Sejourné ke Afrika sebagai kepala diplomasi Prancis, yang berlangsung di tengah menurunnya pengaruh Prancis di benua tersebut.

Selama kunjungan pertamanya ke Kenya, Bapak Sejourné menyampaikan keinginan Prancis untuk membangun kemitraan yang seimbang dan bekerja sama dengan kawasan tersebut untuk mewujudkan tujuan bersama di bidang iklim, keanekaragaman hayati, ekonomi, dan industri modern. Beliau juga menegaskan kembali komitmen Prancis terhadap netralitas, dialog dengan semua pihak, dan tidak campur tangan dalam politik internal negara lain. Jumlah perusahaan Prancis yang beroperasi di Kenya hampir tiga kali lipat, dari 50 menjadi 140 dalam satu dekade. Namun, perdagangan bilateral masih belum seimbang, dan kedua belah pihak sedang mencari cara untuk mengatasi masalah ini.

Setelah Kenya, selama kunjungannya ke Rwanda, Bapak Séjourné akan menghadiri peringatan 30 tahun genosida tahun 1994, yang menewaskan 800.000 orang, sebagian besar dari etnis minoritas Tutsi. Di Pantai Gading, kedua pihak diharapkan untuk membahas "agenda transformatif," termasuk investasi dalam proyek infrastruktur besar dan kemungkinan masa depan Port-Bouët, salah satu dari lima pangkalan Prancis di Pantai Gading.

Menurut para pengamat, komitmen baru dari pemerintah Prancis menunjukkan bahwa Paris berupaya membujuk negara-negara Afrika untuk percaya pada masa depan kerja sama yang tulus, setara, dan saling menguntungkan, sehingga menghilangkan prasangka tentang kebijakan "Afrika Prancis" yang telah berlangsung selama beberapa dekade. Ini merupakan prasyarat bagi Prancis untuk secara bertahap memulihkan peran dan posisinya di benua Afrika.

THANH HANG



Sumber

Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Zaman bulan purnama

Zaman bulan purnama

Sederhana dalam kehidupan sehari-hari

Sederhana dalam kehidupan sehari-hari

Perjalanan

Perjalanan