Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Ekspor senjata AS mencapai rekor tertinggi

VnExpressVnExpress31/01/2024

[iklan_1]

Penjualan senjata asing AS pada tahun fiskal 2023 meningkat sebesar 16% menjadi lebih dari $238 miliar, tertinggi yang pernah ada.

Sebuah laporan yang dirilis oleh Departemen Luar Negeri AS pada tanggal 29 Januari mengatakan bahwa penjualan senjata melalui transaksi langsung antara perusahaan pertahanan AS dan pemerintah asing mencapai $157,5 miliar pada tahun fiskal 2023, naik sedikit dari $153,6 miliar tahun sebelumnya, sementara penjualan melalui perantara meningkat dari $51,9 miliar menjadi $80,9 miliar.

Secara total, ekspor senjata AS pada tahun fiskal 2023 akan mencapai $238,5 miliar, naik 16% dari tahun lalu dan merupakan angka tertinggi yang pernah ada.

"Transfer senjata dan transaksi pertahanan merupakan instrumen penting kebijakan luar negeri AS yang dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap keamanan regional dan global," demikian menurut laporan tersebut.

Ekspor senjata AS meningkat tajam karena banyak negara NATO secara aktif menambah pasokan senjata untuk menghadapi skenario konflik Rusia-Ukraina yang lebih luas. Polandia, yang berbatasan dengan Ukraina, merupakan salah satu pembeli senjata AS terbesar tahun lalu.

Jet tempur F-16 AS di pameran pertahanan di Seoul, Korea Selatan pada Oktober 2023. Foto: AFP

Jet tempur F-16 AS di pameran pertahanan di Seoul, Korea Selatan pada Oktober 2023. Foto: AFP

Negara tersebut telah mencapai kesepakatan senilai $12 miliar untuk membeli helikopter serang AH-64E Apache buatan Washington, serta menghabiskan $10 miliar untuk membeli sistem roket peluncur ganda HIMARS, $4 miliar untuk sistem komando pertahanan udara terpadu IBCS, dan $3,75 miliar untuk membeli tank tempur utama M1A1 Abrams.

Negara-negara anggota NATO lainnya seperti Jerman, Republik Ceko, Bulgaria, dan Norwegia juga telah menghabiskan miliaran dolar untuk membeli helikopter serang, rudal antipesawat, dan kendaraan tempur infanteri dari AS. Sekutu AS di Asia seperti Korea Selatan dan Jepang juga telah menandatangani beberapa kesepakatan senjata besar dengan Washington.

Penjualan senjata Washington melonjak karena Rusia, pesaing utama AS di pasar ekspor senjata, berfokus pada perang di Ukraina. Menurut laporan Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), industri ekspor senjata Moskow mulai menurun pada awal 2010-an akibat persaingan dari India dan Tiongkok, serta sanksi Barat yang bertujuan mencegah negara lain membeli peralatan militer Rusia.

Peluncur roket HIMARS AS ditembakkan selama latihan gabungan di Indonesia pada September 2023. Foto: AFP

Peluncur roket HIMARS AS ditembakkan selama latihan gabungan di Indonesia pada September 2023. Foto: AFP

Setelah konflik Ukraina meletus, AS dan sekutunya memberlakukan sanksi tambahan terhadap Moskow, sehingga menyulitkan negara itu untuk mengakses sejumlah komponen berteknologi tinggi guna memproduksi senjata dan menerima uang dari mitra.

Industri pertahanan Rusia juga harus memfokuskan sumber dayanya untuk melayani kebutuhan perang alih-alih menjual senjata ke luar negeri, sementara citra peralatan Moskow yang hancur dan rusak di medan perang telah menyebabkan beberapa pelanggan lama Rusia mempertanyakan kualitas senjata yang diproduksi oleh negara ini.

Sebuah laporan Maret lalu oleh Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI) mengatakan bahwa pangsa Rusia dalam ekspor senjata global turun dari 22% pada tahun 2013-2017 menjadi 16% pada tahun 2018-2022, sementara AS meningkat dari 33% menjadi 40%.

Sementara itu, perusahaan pertahanan Rostec Rusia mengonfirmasi pada November 2023 bahwa senjata yang diproduksi Moskow semakin mendapat perhatian berkat efektivitasnya dalam konflik di Ukraina, termasuk pesawat tempur Su-35, helikopter tempur Ka-52, tank T-90, senjata termobarik TOS-1A, senjata gerak sendiri Msta-S, dan banyak senjata lainnya.

Pham Giang (Menurut Reuters, Politico, BI )


[iklan_2]
Tautan sumber

Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk