Leg kedua semifinal Liga Champions musim ini sangat menarik dari awal hingga akhir. Barcelona menunjukkan ketangguhan mereka dengan mengamankan hasil imbang 3-3 melawan Inter Milan, setelah tertinggal dua gol dalam 21 menit pertama.
Pertandingan di Lluis Companys tidak hanya memuaskan para penggemar dengan dramanya, tetapi juga memperpanjang catatan tanpa kemenangan Inter Milan di Spanyol menjadi 11 pertandingan (4 imbang, 7 kalah).
Barca dan Inter menyajikan pertandingan kelas atas bagi para penggemar. |
Bertekad untuk membuktikan kemampuan mereka di arena Eropa, Inter memulai pertandingan dengan sangat baik. Hanya dalam 30 detik, mereka mengejutkan para penggemar tuan rumah ketika Marcus Thuram mencetak gol dengan tendangan tumit yang indah ke sudut jauh, mengalahkan kiper Szczesny setelah menerima umpan akurat dari Denzel Dumfries.
Gol cepat tersebut meningkatkan moral tim asuhan Simone Inzaghi, dan mereka tidak butuh waktu lama untuk menggandakan keunggulan. Pada menit ke-21, Francesco Acerbi menyundul bola ke arah Denzel Dumfries, yang kemudian menyelesaikannya dengan tembakan akrobatik untuk menjadikan skor 2-0 bagi tim tamu.
Namun, Barcelona dengan cepat kembali mengendalikan permainan. Momen brilian dari pemain muda berbakat Lamine Yamal membuka harapan bagi tim tuan rumah. Pada menit ke-24, Yamal dengan terampil menggiring bola melewati pertahanan Inter sebelum melepaskan tembakan keras ke sudut jauh, memperkecil selisih menjadi 1-2. Hanya tiga menit kemudian, ia kembali membuat penonton khawatir dengan tembakan dari sudut sempit yang berhasil ditepis oleh Yann Sommer dan membentur mistar gawang.
Barca terus menekan di menit-menit terakhir babak pertama dan rewarded dengan gol peny equalizer pada menit ke-44. Dari umpan balik Raphinha, bola sampai ke kaki Ferran Torres dan striker Spanyol itu tidak menyia-nyiakannya untuk membawa pertandingan kembali menjadi imbang 2-2.
Memasuki babak kedua, Inter bermain tanpa Lautaro Martinez karena cedera, tetapi tetap menunjukkan kemampuan menyerang yang berbahaya. Federico Dimarco melewatkan kesempatan untuk mengembalikan keunggulan dari jarak dekat, tetapi pada menit ke-63, Dumfries menyelesaikan brace-nya dengan sundulan keras setelah tendangan sudut dari Hakan Calhanoglu, membuat Inter unggul 3-2.
Inter membuktikan bahwa mereka lebih dari sekadar tim bertahan. |
Namun, keunggulan itu hanya bertahan kurang dari dua menit. Raphinha langsung membalas dengan tembakan jarak jauh yang membentur mistar gawang dan memantul masuk ke gawang Sommer, membuat kiper Swiss itu tak berdaya.
Gol penyama kedudukan, yang membuat skor akhir menjadi 3-3, justru meningkatkan ketegangan di menit-menit terakhir. Kedua tim bermain dengan intens, dengan peluang yang didapatkan Henrikh Mkhitaryan (offside) dan Lamine Yamal (tendangan membentur tiang gawang), tetapi tidak ada tim yang mampu memastikan kemenangan.
Dengan hasil imbang 3-3, persaingan untuk memperebutkan tempat di final Liga Champions tetap terbuka lebar bagi kedua tim. Inter Milan akan memiliki sedikit keuntungan bermain di kandang sendiri pada leg kedua, tetapi Barcelona telah membuktikan bahwa mereka memiliki ketahanan untuk mengatasi kesulitan.
Sumber: https://znews.vn/yamal-toa-sang-trong-tran-ban-ket-co-6-ban-thang-post1550227.html







Komentar (0)