1 Miliarder USD Vietnam Keluar dari Daftar, Tn. Pham Nhat Vuong Pegang Posisi Teratas Selama 15 Tahun Berturut-turut
VietNamNet•24/01/2025
Vietnam saat ini hanya memiliki 5 miliarder USD menurut perhitungan Forbes pada awal tahun 2025, bukannya 6 orang seperti pada akhir tahun 2024. Bapak Pham Nhat Vuong mencatat sedikit penurunan aset dalam konteks pasar saham yang sedang lesu.
Per 22 Januari, menurut Forbes, Vietnam memiliki 5 miliarder dengan total aset sebesar 12,2 miliar dolar AS. Nguyen Dang Quang tidak lagi ada dalam daftar ini. Ini bukan pertama kalinya Quang meninggalkan daftar Forbes. Sebelumnya, pada akhir 2024, Vietnam masih memiliki 6 miliarder dengan total aset sebesar 13,4 miliar dolar AS, sedikit meningkat dibandingkan dengan 13,2 miliar dolar AS pada awal tahun. Menurut Forbes, per 22 Januari, Ketua Vingroup (VIC) dan CEO VinFast (VFS) Pham Nhat Vuong memiliki aset senilai 4,1 miliar dolar AS, tidak berubah dari akhir tahun lalu, tetapi peringkatnya turun dari 833 menjadi 839 di antara miliarder dunia. Pada awal 2024, aset Vuong mencapai 4,6 miliar dolar AS.
Banyak miliarder Vietnam mencatat fluktuasi aset pada awal tahun 2025. Foto: DK
Sebagian besar miliarder Vietnam mengalami penurunan aset hanya dalam 3 minggu terakhir. Aset Ketua VietJet (VJC), Nguyen Thi Phuong Thao, turun dari 2,9 miliar dolar AS menjadi 2,8 miliar dolar AS. Aset Ketua Hoa Phat Group (HPG), Tran Dinh Long, turun dari 2,4 miliar dolar AS menjadi 2,3 miliar dolar AS. Ketua Techcombank (TCB), Ho Hung Anh, juga mengalami penurunan aset dari 1,8 miliar dolar AS menjadi 1,7 miliar dolar AS. Sementara itu, aset Bapak Tran Ba Duong (Thaco) dan keluarganya meningkat sebesar 100 juta dolar AS menjadi 1,3 miliar dolar AS. Aset Ketua Masan Group (MSN), Nguyen Dang Quang, turun di bawah ambang batas 1 miliar dolar AS dan tidak lagi masuk dalam daftar miliarder terkaya AS versi Forbes. Dengan demikian, Bapak Pham Nhat Vuong masih menjadi orang Vietnam terkaya dalam daftar Forbes, baik berdasarkan aset yang dikonversi dari saham yang tercatat di pasar saham Vietnam. Bapak Vuong telah menduduki posisi nomor 1 selama 15 tahun berturut-turut, dari tahun 2010 hingga sekarang. Aset banyak miliarder Vietnam terkuras habis karena pasar saham sedang merosot dalam beberapa minggu terakhir dengan likuiditas yang sangat rendah. Hal ini biasa terjadi menjelang Tahun Baru Imlek. Pada akhir sesi perdagangan 22 Januari, Indeks VN turun 3,56 poin menjadi 1.242,53 poin, dengan likuiditas mencapai lebih dari VND12 triliun di Bursa Efek Kota Ho Chi Minh (HoSE). Sejumlah saham unggulan mengalami tekanan jual selama beberapa sesi dan menjadi faktor yang menyebabkan Indeks VN merosot hingga hampir 1.240 poin. Pasar saham mencatat sentimen negatif menjelang libur Tet. Sebelumnya, dalam laporan Outlook 2025, SHS Securities menyatakan bahwa pasar saham Vietnam berpotensi melemah 15-20% sebelum kembali menguat secara stabil dalam jangka menengah dan panjang. Pada tahun 2025, Indeks VN diproyeksikan naik 11-12% menjadi 1.400-1.420 poin. Dengan tren ini, aset para miliarder dan taipan Vietnam akan meningkat. Menurut SHS, industri dengan prospek positif adalah perbankan, real estat, real estat industri, logistik, jasa keuangan, dan teknologi telekomunikasi. Banyak bisnis real estat masih menghadapi kesulitan karena utang meskipun ada periode ketika pasar real estat sedang bergairah. Inilah alasan mengapa aset banyak taipan menurun, seperti Bapak Bui Thanh Nhon (Novaland), Bapak Nguyen Phat Dat (PRD)... Industri perbankan memiliki prospek yang lebih positif pada tahun 2025 setelah satu tahun terobosan. VinaCapital memperkirakan bahwa saham bank akan terus meningkat berkat pertumbuhan laba yang lebih kuat. Banyak pengusaha Vietnam yang berpartisipasi di sektor perbankan, seperti Bapak Ho Hung Anh, Bapak Nguyen Dang Quang, Bapak Duong Cong Minh, Bapak Do Minh Phu Doji , Bapak Do Quang Hien T&T, Ibu Nguyen Thi Nga BRG... akan diuntungkan.
Komentar (0)