" Pada KTT BRICS di Kazan (Rusia), akan ada anggota baru. Secara total, sekitar 25 negara telah menyatakan kesiapannya untuk bergabung dengan blok tersebut ," ujar Maqetuka.
Duta Besar Afrika Selatan untuk Rusia mengatakan anggota baru diharapkan bergabung dengan blok tersebut pada pertemuan puncak di Kazan, tetapi ia menekankan pentingnya untuk mengklarifikasi bagaimana suatu negara dapat bergabung dengan BRICS.
Ada dua proses untuk menjadi anggota BRICS. Pertama, suatu negara dapat menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan blok tersebut. Kedua, suatu negara dapat langsung mengajukan keanggotaan. Saat ini, terdapat 25 negara yang menunggu untuk bergabung dengan blok tersebut dan pada KTT ke-15, enam dari 25 negara tersebut akan dinominasikan. Saat ini, saya rasa hanya 12 negara yang dipertimbangkan. Jadi, masih ada sekitar 11 negara yang menunggu ,” tegas Maqetuka.
Foto: RIA Novosti |
Duta Besar Maqetuka menambahkan bahwa menjelang KTT Kazan di bulan Oktober, daftar kandidat akan lebih jelas dan BRICS akan bertambah. Ia mengatakan akan ada pengumuman anggota baru, terutama dari negara-negara yang telah mendaftar untuk bergabung dengan blok tersebut. Negara-negara tersebut antara lain Aljazair, Belarus, Pakistan, dan banyak negara lainnya.
“ BRICS akan berekspansi di Kazan, tetapi tidak mungkin semua 11 negara yang tersisa dapat diterima ke dalam blok tersebut, prosesnya harus bertahap ,” kata Maqetuka.
Dalam perkembangan terkait, Arab Saudi belum memutuskan apakah akan bergabung dengan BRICS atau tidak. Menurut Duta Besar Maqetuka, hal ini dikarenakan Riyadh masih menjalani proses tertentu untuk bergabung dengan kelompok tersebut.
"Arab Saudi masih menjalani prosesnya sendiri. Pertama, sebagai sebuah negara. Kedua, bersama dengan mitra BRICS-nya. Arab Saudi belum mengonfirmasi hal ini. Kita akan melihatnya saat kita menghadiri KTT tahun ini di Kazan," jelas Duta Besar Maqetuka.
Sebelumnya, pada KTT BRICS ke-15 Agustus tahun lalu di Afrika Selatan, enam negara baru diundang untuk bergabung. Namun, Argentina adalah negara pertama yang menolak keanggotaan BRICS karena Presiden Javier Milei yang baru terpilih bersikap skeptis terhadap blok tersebut. Hanya Uni Emirat Arab (UEA), Iran, Mesir, dan Etiopia yang telah menjadi anggota blok tersebut sejak Januari 2024.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)