Pada kesempatan liburan tanggal 2 September, ketika Hanoi dipenuhi dengan bendera dan bunga serta keramaian, pengunjung dapat menemukan momen tenang di empat kedai kopi legendaris: Giang, Dinh, Lam, dan Nhan.
Ini bukan hanya tempat untuk menikmati secangkir kopi asli, tetapi juga cara untuk menyentuh tempat-tempat istimewa di Ibu Kota.
Setiap kota memiliki minuman khasnya masing-masing. Bagi Hanoi, kopi adalah bagian dari jiwanya. Tak berisik atau mewah, kedai-kedai kopi tua di jantung kota tua ini tak hanya melestarikan cita rasa istimewanya, tetapi juga budaya masyarakat kuno Trang An.
Kopi Giang - asal muasal kopi telur

Didirikan pada tahun 1946 oleh Bapak Nguyen Van Giang, tempat ini merupakan "tempat lahirnya" kopi telur yang terkenal. Hanya dengan bahan-bahan yang familiar seperti kopi, telur, susu kental manis, gula... di bawah tangan terampil sang pemilik, mereka telah mengubahnya menjadi minuman yang "membuat ketagihan".
Rasa pahit kopi yang kuat berpadu dengan lapisan krim telur yang kaya dan manis membuat siapa pun yang mencicipinya akan selalu mengingatnya. Ruang kedai yang sederhana dengan meja dan kursi kayu rendah serta vas bunga kecil mengingatkan kita pada Hanoi selama masa subsidi, memberikan nuansa nostalgia yang familiar bagi para pelanggan.

Masukkan cangkir kopi ke dalam mangkuk berisi air panas agar tetap hangat, dan pengunjung akan merasakan rasanya meleleh setelah sedikit teguk, dan rasanya abadi. Selain kopi telur tradisional, Giang juga telah menciptakan berbagai versi seperti cokelat telur, matcha telur, bir telur... tetapi semuanya tetap mempertahankan semangat kreatif aslinya.

Memasuki Giang bukan hanya untuk minum kopi, tetapi juga seperti kembali ke Hanoi di masa lalu, sederhana dan dekat.

Kopi Dinh - cita rasa di tepi Danau Hoan Kiem
Jika Giang menyandang ciri khas kreativitas, kafe Dinh adalah tempat yang melestarikan kesan pedesaan dan kesederhanaan.

Ruang di lantai pertama modern dan segar, tetapi saat Anda menaiki tangga yang masih berbau jamur, Anda akan terbenam di Hanoi kuno.

Duduk di sana, menyeruput secangkir kopi telur yang kental, sambil memandangi Danau Hoan Kiem yang biru, orang dapat memahami apa itu Hanoi, kuno sekaligus romantis.

"Dinh Coffee" tidak memiliki menu yang kaya, juga dekorasinya tidak rumit, tetapi esensi Hanoi terletak pada kesederhanaannya. Bagi banyak orang, duduk di Dinh pada sore musim gugur, menyaksikan dedaunan kuning berguguran di danau, adalah pengalaman yang tak dapat ditemukan di tempat lain.

Lam Coffee - tempat berkumpulnya para seniman dan penulis

Berbeda dengan Giang atau Dinh, Kafe Lam (60 Nguyen Huu Huan) sangat erat kaitannya dengan kehidupan budaya dan seni Hanoi. Didirikan pada tahun 1949 oleh Bapak Nguyen Van Lam, kafe ini telah menjadi tempat pertemuan bagi berbagai generasi penulis, seniman, jurnalis, dan mahasiswa. Konon, banyak karya seni dan kisah-kisah terkini lahir tepat di meja-meja kecil di sini.

Ruang tokonya sederhana, tetapi menyimpan banyak sekali lukisan berharga koleksi pemiliknya sendiri. Datang ke Lam, tak hanya untuk minum kopi, tetapi juga untuk melihat lukisan-lukisan, merasakan semangat seni yang meresap di setiap sudutnya.

Mungkin, itulah sebabnya Kafe Lam selalu mempertahankan keunikannya. Kafe ini bukan hanya sebuah kafe, tetapi juga "museum hidup" budaya Hanoi, tempat nilai-nilai spiritual dilestarikan selama bertahun-tahun.

Kopi Nhan - cita rasa lebih dari setengah abad

Berlokasi di Hang Hanh 39D, Nhan Coffee juga didirikan pada tahun 1946, bersamaan dengan Giang Coffee. Didirikan oleh pasangan Nguyen Van Thi dan Tran Thi Thanh Ky, kedai ini dengan cepat menjadi tempat pertemuan yang akrab bagi warga Hanoi pencinta kopi.

Keistimewaan Nhan terletak pada cita rasa kopinya yang kuat, diseduh berdasarkan resep keluarga, dan tetap mempertahankan keasliannya selama beberapa dekade. Meskipun kini Nhan telah berkembang menjadi banyak cabang dengan ruang yang lebih modern, kopinya tetap mempertahankan kecanggihan dan orisinalitas yang membuat kedai ini terkenal.

Warga Hanoi sering menyebut Nhan sebagai "tempat untuk menemukan keaslian kopi." Tanpa embel-embel, tanpa variasi, hanya secangkir es kopi hitam atau cokelat, tetapi cukup untuk membuat pengunjung mengingat cita rasa yang mendalam dan penuh gairah yang tak dapat ditemukan di tempat lain.
Sumber: https://www.vietnamplus.vn/4-quan-caphe-dam-chat-ha-noi-khong-the-bo-lo-dip-quoc-khanh-post1058655.vnp
Komentar (0)