Menguasai alat AI
Kecerdasan Buatan (AI) bukan lagi tren, melainkan telah menjadi kebutuhan yang tak terelakkan. HUTECH menjadikan Kecerdasan Buatan Terapan sebagai mata kuliah inti di semua jurusan: Teknologi Informasi dan Kecerdasan Buatan, Teknik - Teknologi, Bisnis dan Manajemen, Media - Desain - Seni, Hukum - Bahasa - Ilmu Sosial, dan Ilmu Kesehatan. Banyak mata kuliah dasar dan khusus juga dirancang untuk mengembangkan kapasitas digital dan kemampuan penerapan AI.

Mahasiswa tidak mempelajari AI secara pasif, melainkan secara aktif menerapkannya dalam tugas-tugas praktis. Model-model seperti "Asisten Kesehatan Hewan Peliharaan AI", "Penasihat Mobil AI - Menerapkan AI pada Layanan Perbaikan dan Perawatan Mobil", "Heyumi - Aplikasi AI untuk Mendukung Psikologi Komunitas Vietnam" di kompetisi AI Business Venture 2025 menunjukkan kemampuan mahasiswa HUTECH untuk menerapkan teknologi secara fleksibel dalam memecahkan masalah sosial. Di sisi lain, Sekolah juga berfokus pada pendidikan etika AI, membantu mahasiswa memahami cara menggunakan AI secara bertanggung jawab, menghindari ketergantungan, dan mempromosikan kerahasiaan.
Membuka keterampilan pemecahan masalah
Selain AI, keterampilan memecahkan masalah merupakan persyaratan inti untuk beradaptasi di era yang penuh gejolak. Sekolah ini menerapkan mata kuliah "Project Design Thinking" untuk membantu mahasiswa mempelajari cara menganalisis permasalahan sosial dan mengusulkan solusi yang layak. Pemikiran kritis, eksperimen, dan realisasi ide diasah melalui proyek individu dan kelompok, dikombinasikan dengan sistem pembelajaran daring multimedia yang memungkinkan mahasiswa untuk secara aktif mengeksplorasi dan menghubungkan pengetahuan dengan cara yang lebih fleksibel.

Mempromosikan tanggung jawab terhadap pilar-pilar pembangunan berkelanjutan
Selain itu, mata kuliah Pembangunan Berkelanjutan membantu mahasiswa mengidentifikasi tantangan dunia dan memanfaatkan kapasitas ini dalam empat pilar: ekonomi, sosial, lingkungan, dan tata kelola. Banyak proyek mahasiswa, seperti larutan pengawet pertanian dari kulit buah naga, bioplastik dari biji durian, atau bio-dupa dari limbah pertanian, menunjukkan pemikiran inovatif yang berkaitan dengan tanggung jawab masyarakat.
Belajar dari praktik
Orientasi pelatihan sekolah menekankan keterkaitan antara pengetahuan akademis dengan aplikasi di dunia nyata. Pengalaman dimasukkan ke dalam program pelatihan sebagai bagian wajib, di mana di semua jurusan, mahasiswa mengerjakan proyek profesional yang mensimulasikan lingkungan profesional.

Misalnya, mahasiswa Komunikasi Multimedia mempelajari produksi film, periklanan TVC; mahasiswa Manajemen Acara menyelenggarakan program seni; mahasiswa Teknologi Informasi memprogram perangkat lunak, merancang sistem, atau menerapkan solusi transformasi digital;... Keunggulannya adalah kolaborasi dengan perusahaan dalam peran konsultan, dosen pendamping, atau pengulas produk, yang memastikan bahwa karya mahasiswa paling sesuai dengan kebutuhan rekrutmen. Semester bisnis terus membawa mahasiswa ke lingkungan kerja nyata, di mana mereka bertindak sebagai karyawan resmi dan menerima umpan balik langsung dari perusahaan.
Penerapan teknologi
Bersamaan dengan metode pembelajaran eksperiensial, HUTECH menganggap pilar teknologi sebagai identitas universitas. Mahasiswa didorong untuk menguasai teknologi sebagai "otak kedua": mulai dari perangkat lunak teknis seperti SolidWorks, AutoCAD, MATLAB; hingga perangkat desain, pemodelan, pemrosesan gambar dan efek grafis seperti Adobe Illustrator, Adobe Indesign, Adobe Premiere Pro, hingga platform analisis dan manajemen kampanye iklan seperti Google Analytics, Google Keyword Planner, dan Trello.

Siswa tidak hanya mahir menggunakan perangkat, tetapi juga dilatih untuk berpikir dengan teknologi, memandang setiap perangkat lunak sebagai pendamping kreatif. Dengan semangat era pendidikan baru ini, peserta didik tidak hanya menyerap pengetahuan secara pasif, tetapi secara proaktif menciptakan nilai-nilai baru dan berdiri teguh dalam menghadapi segala tantangan zaman.
Ngoc Minh
Sumber: https://vietnamnet.vn/5-tru-cot-dao-tao-tai-hutech-be-phong-cho-sinh-vien-trong-thoi-dai-so-2467290.html






Komentar (0)