Tim sepak bola wanita Australia, yang dijuluki Matilda, merupakan bukti nyata akan peran penting perempuan dalam pembangunan negara secara keseluruhan. (Sumber: Fox Sports) |
Menyadari peran dan potensi olahraga dalam peta jalan pembangunan komprehensif negara ini, pemerintah Australia telah menyetujui Strategi Diplomasi Olahraga hingga 2030, yang menciptakan momentum menuju Olimpiade Musim Panas Brisbane 2032.
Oleh karena itu, Canberra menekankan bahwa olahraga merupakan salah satu faktor soft power yang penting, yang memiliki pengaruh dalam mempromosikan merek nasional melalui berbagai program, terutama inisiatif untuk mendorong perempuan dan anak-anak berpartisipasi dalam olahraga.
Tim sepak bola wanita Australia, yang dijuluki Matildas, telah memainkan peran kunci dalam memajukan olahraga wanita secara umum. Hal ini dapat dikatakan berkat pencapaian signifikan Matildas di Olimpiade 2020 dan yang terbaru, finis di posisi keempat Piala Dunia Wanita 2023 di kandang sendiri. Hasilnya, reputasi tim semakin menanjak, menarik banyak perhatian dari media dan publik di dalam dan luar negeri.
Secara ekonomi, atlet perempuan berkontribusi terhadap perekonomian nasional dengan menarik sponsor, terutama dari luar negeri, untuk menyediakan sumber pendapatan bagi negara mereka. Tak hanya itu, ajang olahraga berskala besar seperti Piala Dunia Wanita 2023 menciptakan momentum pertumbuhan yang signifikan bagi sektor pariwisata dan mendorong perekonomian lokal. Di saat yang sama, ajang olahraga juga menciptakan peluang kerja yang signifikan, mulai dari staf stadion, petugas keamanan, sukarelawan, hingga penyelenggara acara.
Statistik menunjukkan bahwa, dalam rangka Piala Dunia Wanita 2023, New South Wales menjadi tuan rumah 11 pertandingan dan memperoleh 2,98 miliar AUD (1,93 miliar USD); Victoria menjadi tuan rumah 6 pertandingan, memperoleh 2,30 miliar AUD (1,5 miliar USD); Queensland menjadi tuan rumah 8 pertandingan, memperoleh 1,55 miliar AUD (1 miliar USD); Australia Barat menjadi tuan rumah 5 pertandingan, memperoleh 663,2 juta AUD (431,1 juta USD); Australia Selatan menjadi tuan rumah 4 pertandingan dan memperoleh 160,9 juta AUD (104,6 juta USD).
Luke Latham, manajer umum Airwalles untuk Australia dan Selandia Baru, mengatakan AUD, USD, Pound, Yen, Euro, Peso, dan Dinar telah mengalir ke sektor pariwisata dan ritel Australia berkat Piala Dunia Wanita 2023.
Kapten tim sepak bola wanita Australia, Sam Kerr, dan rekan-rekannya menjalani musim Piala Dunia 2023 yang mengesankan dengan finis di posisi keempat. (Sumber: The Senior) |
Tak hanya itu, kesuksesan atlet perempuan juga turut menumbuhkan kebanggaan nasional, mengukuhkan nama dan reputasi negara di kancah internasional. Para pemain berprestasi, khususnya kapten tim sepak bola perempuan Australia, Sam Kerr, tak hanya membawa kejayaan bagi negara, tetapi juga menginspirasi banyak perempuan muda untuk berjuang mewujudkan impian mereka, sehingga mendorong kesetaraan gender global.
Menurut statistik Komite Olimpiade, jumlah atlet wanita yang berkompetisi di Olimpiade telah meningkat terus menerus, mencapai sekitar 49% di Olimpiade Tokyo 2021, dengan demikian menjadi bukti nyata upaya untuk mempromosikan kesetaraan gender dalam olahraga.
Secara keseluruhan, prestasi perempuan di bidang olahraga melampaui batas, berdampak pada ekonomi, pariwisata, kesetaraan gender, media, soft power, dan diplomasi. Atlet perempuan memiliki kemampuan untuk menggunakan olahraga sebagai katalisator untuk menciptakan perubahan positif bagi pembangunan masa depan negara mereka.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)