Acara ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan peringatan ke-136 hari ulang tahun Presiden Ho Chi Minh (19 Mei 1890 - 19 Mei 2026) dan peringatan ke-50 perubahan nama resmi Saigon - Gia Dinh menjadi Kota Ho Chi Minh (2 Juli 1976 - 2 Juli 2026).
Ini adalah kesempatan untuk mengenang dan menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi Presiden Ho Chi Minh dan sebuah kegiatan politik mendalam yang bertujuan untuk memahami secara menyeluruh resolusi-resolusi penting sebelum dan sesudah Kongres Partai ke-14, khususnya empat resolusi strategis (Resolusi No. 57, 59, 66, dan 68) dari Politbiro.
![]() |
| Kamerad Nguyen Viet Dung, Sekretaris Partai dan Konsul Jenderal, berbagi cerita-cerita istimewa tentang Presiden Ho Chi Minh. (Foto: Konsulat Jenderal Vietnam di Guangzhou) |
Kamerad Nguyen Viet Dung, Sekretaris Partai dan Konsul Jenderal Vietnam di Guangzhou, berbagi beberapa kisah istimewa tentang Presiden Ho Chi Minh. Kisah pertama adalah tentang patung dada Presiden Ho Chi Minh di penjara Con Dao pada tahun 1940-an – sebuah contoh utama dari nilai-nilai terbaik dan paling cemerlang di dalam kegelapan penjara.
Kisah kedua dibagikan oleh Sekretaris Partai dan Konsul Jenderal Nguyen Viet Dung dalam konteks khusus: pada 29 Mei 2026, Sekretaris Jenderal dan Presiden To Lam menyampaikan pidato penting di Dialog Shangri-La tentang pesan "kepercayaan strategis." Membangun kepercayaan membutuhkan fondasi menepati janji dan menjaga kredibilitas, seperti yang dicontohkan oleh janji Presiden Ho Chi Minh untuk membeli gelang perak untuk seorang gadis kecil di Pac Bo. Beliau pernah berkata: "Anak itu meminta saya untuk membelinya karena dia sangat menginginkannya. Sebagai orang dewasa, kita harus menepati janji; itulah 'kredibilitas.' Kita perlu menjaga kepercayaan penuh dengan semua orang."
Mengenai hubungan Vietnam-Tiongkok, Sekretaris dan Konsul Jenderal Nguyen Viet Dung menyatakan bahwa semasa hidupnya, Presiden tercinta Ho Chi Minh menulis sebuah artikel di surat kabar Nhan Dan, edisi 2024, tertanggal 1 Oktober 1959, berjudul "Selamat kepada Tiongkok, Terima kasih kepada Tiongkok, Belajarlah dari Tiongkok," pada kesempatan peringatan 10 tahun Hari Nasional Tiongkok, dengan nama samaran Tran Luc. Artikel ini mengungkapkan kegembiraan rakyat Vietnam atas pencapaian besar dalam pembangunan sosialis rakyat Tiongkok. Pernyataan ini tetap relevan dalam konteks baru karena kedua negara bekerja sama untuk membangun Komunitas Masa Depan Bersama Vietnam-Tiongkok, yang memiliki signifikansi strategis.
![]() |
| Kamerad Nguyen Hong Quan (kanan), Wakil Sekretaris Cabang Partai Konsulat Jenderal, dan anggota Partai Hoang Thi Ngoc Minh (kiri), seorang anggota Partai mahasiswa, menceritakan kisah-kisah tentang kehidupan dan karya Presiden Ho Chi Minh. (Foto: Konsulat Jenderal Vietnam di Guangzhou) |
Kamerad Nguyen Hong Quan, Wakil Sekretaris Cabang Partai, juga berbagi wawasan yang menyentuh hati tentang signifikansi historis Guangzhou dalam kehidupan revolusioner Presiden Ho Chi Minh. Beliau menceritakan kisah-kisah tentang masa ketika Nguyen Ai Quoc tinggal di Guangzhou dari tahun 1924 hingga 1927.
Melanjutkan acara, anggota Partai Hoang Thi Ngoc Minh dari Cabang Partai Mahasiswa Luar Negeri berbagi kisah mendalam tentang "Pria yang Mencari Citra Bangsa," dari masa-masa awal pencariannya akan cara menyelamatkan negara hingga saat ia membacakan Deklarasi Kemerdekaan yang bersejarah pada tahun 1945. Ia memulai berbagi kisahnya dengan mendengarkan bersama seluruh anggota Partai pembacaan bersejarah Deklarasi Kemerdekaan oleh Presiden Ho Chi Minh, mengutip bait-bait abadi penyair Che Lan Vien: "Negara ini sangat indah. Tetapi aku harus pergi..."
Kamerad Minh mengenang kenangan masa kecil Presiden Ho Chi Minh dan sebuah momen penting: pada usia 13 tahun, beliau pertama kali membaca tiga kata "Kebebasan - Kesetaraan - Persaudaraan," yang membangkitkan tekadnya untuk pergi ke luar negeri guna mencapai peradaban Prancis dan menemukan jalan menuju pembebasan nasional.
Mewakili massa yang bersimpati kepada Partai, Nguyen Ngoc Diep, seorang mahasiswa Vietnam di Guangzhou, berpartisipasi dalam acara tersebut dengan penampilan penuh semangat membawakan lagu "Lagu Pemuda Ho Chi Minh," yang mengekspresikan semangat dan aspirasi generasi muda saat ini untuk berkontribusi.
![]() |
| Nguyen Ngoc Diep, seorang mahasiswa Vietnam di Guangzhou, membawakan lagu penuh semangat "Lagu Pemuda Generasi Ho Chi Minh". (Foto: Konsulat Jenderal Vietnam di Guangzhou) |
Pelajaran dari Paman Ho merupakan aset yang tak ternilai bagi setiap warga Vietnam yang tinggal di luar negeri untuk terus berupaya belajar dan meningkatkan diri, berkontribusi pada keberhasilan pelaksanaan resolusi strategis Partai, dan menjunjung tinggi kepercayaan dan kasih sayang yang Paman Ho dedikasikan sepanjang hidupnya untuk dipupuk bagi generasi mendatang.
Sumber: https://thoidai.com.vn/bac-ho-trong-tim-the-he-tre-quang-chau-trung-quoc-221857.html










Komentar (0)