Pada tanggal 29 Agustus, Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan bertemu dengan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Tiongkok Zhang Youxia di Beijing.
Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan (kiri) bertemu dengan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Tiongkok Zhang Youxia di Beijing pada 29 Agustus. (Sumber: Al Jazeera) |
China Central Television (CCTV) melaporkan bahwa pada pertemuan tersebut, kedua belah pihak mengakui kemajuan dalam kegiatan komunikasi selama 10 bulan terakhir dan berencana untuk mengadakan panggilan telepon tingkat komando "dalam waktu dekat".
Berbicara di awal pertemuan, Bapak Sullivan menyatakan: "Jarang sekali kita memiliki kesempatan untuk bertukar pikiran seperti ini. Mengingat situasi dunia dan perlunya mengelola hubungan AS-Tiongkok secara bertanggung jawab, saya pikir ini adalah pertemuan yang sangat penting."
Ia berharap untuk mengadakan "diskusi yang produktif" mengenai "isu-isu yang menjadi perhatian bersama".
Sementara itu, Bapak Truong Huu Hiep mengucapkan terima kasih kepada Penasihat Sullivan atas kunjungannya dan mengatakan bahwa pertemuan tersebut "menunjukkan nilai yang diberikan pemerintah AS terhadap keamanan militer ".
Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Tiongkok Zhang Youxia mengatakan bahwa menjaga stabilitas di bidang pertahanan dan keamanan nasional antara kedua negara sejalan dengan kepentingan bersama dan juga harapan bersama masyarakat internasional.
Menurut Tn. Truong Huu Hiep, AS harus menyesuaikan persepsi strategisnya terhadap China, kembali ke kebijakan rasional dan pragmatis terhadap Beijing.
Selain itu, ia meminta Washington untuk benar-benar menghormati kepentingan inti Tiongkok, bekerja sama dengan Beijing untuk meningkatkan pertukaran dan kerja sama antara kedua militer, dan bersama-sama memikul tanggung jawab sebuah negara besar.
Mengacu pada masalah Taiwan, jenderal Tiongkok itu menekankan bahwa ini adalah inti dari kepentingan inti Beijing, fondasi dari fondasi politik hubungan Tiongkok-AS, dan garis merah pertama yang tidak dapat dilintasi dalam hubungan antara kedua negara.
Tiongkok selalu menegaskan komitmennya untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, namun “kemerdekaan Taiwan” dan perdamaian serta stabilitas di Selat Taiwan tidak sejalan.
Bapak Truong Huu Hiep menyatakan: "Kami bertekad untuk mengambil tindakan guna menanggapi tindakan provokatif dari pasukan yang menuntut kemerdekaan Taiwan."
[iklan_2]
Sumber: https://baoquocte.vn/cuoc-doi-thoai-hiem-hoi-giua-co-van-an-ninh-my-va-tuong-quan-doi-trung-quoc-bac-kinh-nhac-nho-rinh gioi-dau-tien-washington-khong-duoc-vuot-qua-284342.html
Komentar (0)