Kemasan berubah menjadi senjata strategis untuk membantu bisnis menceritakan kisah, menciptakan pengalaman, dan memposisikan ulang merek.
Teknologi AI (kecerdasan buatan) dan AR (realitas tertambah) tengah membawa revolusi yang tenang namun mendalam.
Tidak hanya cantik, kemasan perlu menceritakan sebuah kisah
Menurut Dr. Tran Anh Tuan, pakar R&D, CEO Meslab Dong-Han, konsumen modern, terutama Gen Y dan Gen Z, semakin tertarik pada pengalaman, bukan hanya produk.
Mereka ingin memahami kisah di balik produk, asal usulnya, pesan lingkungannya, dan personalisasinya.
Dr. Tran Anh Tuan, pakar konstruksi dan operasi R&D, CEO Meslab Dong-Han. Foto: TU.
"Kemasan bukan lagi sekadar aksesori. Kemasan adalah titik kontak pertama antara pelanggan dan merek," ujar Dr. Tuan.
Dalam konteks tersebut, teknologi merupakan alat penting untuk meningkatkan peran kemasan dari sekadar wadah menjadi media komunikasi.
Contoh utama adalah merek anggur 19 Crimes, yang memiliki aplikasi AR terintegrasi ke dalam label botolnya.
Saat pengguna memindai kode melalui aplikasi, karakter yang tercetak pada kemasan dapat menceritakan kisah hidup mereka. Fitur ini tidak hanya menciptakan pengalaman yang berbeda, tetapi juga membantu merek tersebut meningkatkan penjualan lebih dari 60% dan menarik jutaan unduhan aplikasi.
Dr. Tuan berkomentar bahwa konsumen generasi baru bersedia membayar lebih untuk pengalaman yang tidak terduga, berdasarkan pengalaman, atau dapat digunakan kembali.
Ketika teknologi sangat penting
Dalam konteks meningkatnya biaya bahan baku, energi, dan persaingan pasar, bisnis terpaksa mengurangi pemborosan sambil tetap menciptakan nilai baru.
“ Pertanian perlu membuat perbedaan dalam teknologi dan logistik”
Salah satu jalur yang layak adalah menerapkan teknologi secara strategis di seluruh rantai nilai pengemasan.
AI digunakan untuk menganalisis perilaku pengguna, memperkirakan permintaan musiman, mengotomatiskan desain, dan membuat konten khusus pasar.
Pada saat yang sama, AR membantu mengubah kemasan menjadi platform interaktif di mana konsumen dapat terhubung, mempelajari, dan merasakan produk langsung melalui ponsel mereka.
Dr. Tuan mengatakan bahwa mengintegrasikan AI ke dalam lini produksi membantu mempersingkat waktu desain, mengurangi biaya, membatasi waktu henti mesin, dan bahkan menghasilkan pengembalian modal hanya setelah beberapa bulan implementasi.
Selain itu, teknologi juga membuka kemampuan untuk mempersonalisasi kemasan sesuai dengan setiap kampanye pemasaran, wilayah, atau kelompok pelanggan sasaran.
Menurutnya, tiga elemen inti untuk transformasi kemasan digital yang sukses meliputi: Pertama, pemikiran yang berpusat pada pelanggan; Kedua, menerapkan teknologi untuk menyajikan konten, bukan menggantikan konten; Ketiga, memanfaatkan data pelanggan untuk mengembangkan kemasan yang dapat menceritakan kisah, menciptakan interaksi, dan merangsang berbagi.
Kemasan modern bukan lagi sekadar biaya, melainkan investasi strategis. Di dunia di mana pelanggan ingin berinteraksi, merasakan, dan mendengar merek, kemasan adalah titik awal perjalanan tersebut.
Dan bila terhubung dengan teknologi secara tepat, kemasan tidak hanya akan melindungi produk tetapi juga melindungi nilai merek dalam jangka panjang.
Sumber: https://vietnamnet.vn/bao-bi-biet-ke-chuyen-vu-khi-chien-luoc-moi-cua-doanh-nghiep-thoi-ai-2417868.html
Komentar (0)