Syarat dan Tata Cara Ganti Rugi Asuransi Apabila Kendaraan Bermotor Rusak Akibat Bencana Alam
Agar mobil Anda terlindungi asuransi jika terjadi kerusakan akibat badai, banjir, atau bencana alam lainnya, penting bagi mobil Anda untuk memiliki asuransi kerusakan fisik sukarela (juga dikenal sebagai asuransi rangka). Jenis asuransi ini menanggung kerusakan fisik pada mobil yang bukan disebabkan oleh kesalahan manusia.
Nilai dan kompensasi atas kerusakan akan ditentukan berdasarkan ketentuan yang disepakati dalam kontrak asuransi antara pemilik mobil dan perusahaan asuransi. Jika kontrak dengan jelas menyatakan bahwa kerusakan akibat bencana alam akan dikompensasi dan tidak termasuk dalam pengecualian, pemilik mobil berhak meminta perusahaan asuransi untuk membayar.
Ketika kendaraan mogok akibat bencana alam atau badai, hal pertama dan terpenting yang perlu dilakukan pemilik kendaraan adalah segera memberi tahu perusahaan asuransi. Hal ini memungkinkan spesialis asuransi untuk melakukan penilaian di tempat dan menentukan penyebab serta tingkat kerusakan secara akurat. Hal ini menjadi dasar bagi asuransi untuk menanggung 100% biaya perbaikan.
Perusahaan asuransi juga bertanggung jawab untuk berkoordinasi dengan nasabah guna mengumpulkan catatan kompensasi yang akurat dan lengkap sesuai dengan hukum.
Besarnya kompensasi untuk setiap kejadian bencana alam dapat bervariasi:
Kerusakan langsung akibat bencana alam (tiang listrik, pohon, papan reklame tumbang menimpa kendaraan, kendaraan terendam banjir): Apabila kendaraan telah membeli asuransi sukarela dan pemilik kendaraan segera memberitahukan kepada pihak asuransi untuk melakukan penilaian lokasi kejadian saat kecelakaan terjadi, maka pelanggan akan mendapatkan ganti rugi sebesar 100% dari nilai kerusakan.
Namun, jika pelanggan membawa mobil ke bengkel atau bengkel servis tanpa memberi tahu perusahaan asuransi, jumlah kompensasi dapat dikurangi menjadi hanya sekitar 70-80%. Hal ini dilakukan untuk membatasi risiko bagi perusahaan asuransi jika penyebab pasti dan tingkat kerusakan awal tidak dapat diverifikasi.
Kendaraan terkunci hidrostatis (air masuk ke mesin): Pemilik kendaraan akan menerima kompensasi sebesar 70-80% dari biaya perbaikan. Ini merupakan kasus khusus karena kompleksitas dan biaya perbaikannya yang seringkali sangat tinggi.
Kendaraan listrik dengan baterai rusak akibat banjir: Asuransi untuk baterai dan komponen penting lainnya dari kendaraan listrik yang rusak akibat banjir atau badai akan diterapkan serupa dengan asuransi banjir untuk kendaraan bermesin pembakaran internal. Dengan demikian, pemilik kendaraan masih dapat mengklaim kompensasi sebesar 70-80%, tergantung pada ketentuan spesifik dalam kontrak asuransi.
Memahami syarat dan prosedur asuransi akan membantu pemilik mobil memaksimalkan manfaatnya jika mobilnya rusak akibat bencana alam.
Sumber: https://baonghean.vn/bao-hiem-o-to-hu-hong-do-bao-lu-duoc-boi-thuong-the-nao-10302969.html
Komentar (0)