Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning menegaskan bahwa kunjungan pertama Li Qiang ke Vietnam sebagai Perdana Menteri kali ini membuahkan hasil positif.

Kunjungan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang ke Vietnam baru-baru ini merupakan kunjungan pertamanya sebagai Perdana Menteri dan membuahkan hasil positif.
Demikian pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning pada konferensi pers rutin yang digelar tanggal 14 Oktober, saat menjawab pertanyaan seputar hasil kunjungan Perdana Menteri Li Qiang ke Vietnam dan Laos.
Menurut seorang koresponden VNA di Beijing, Ibu Mao Ning mengatakan kunjungan tersebut berkontribusi dalam menekankan pentingnya strategis membangun Komunitas Masa Depan Bersama antara kedua belah pihak. Partai dan Pemerintah Vietnam menekankan bahwa mereka selalu menganggap hubungan dengan Tiongkok sebagai pilihan strategis dan prioritas utama dalam kebijakan luar negeri mereka.
Kedua belah pihak meyakini bahwa perkembangan satu negara merupakan peluang bagi perkembangan negara lain, faktor positif bagi perkembangan kawasan dan dunia. Mereka sepakat untuk senantiasa menjalin hubungan bilateral dari sudut pandang strategis dan visi jangka panjang, senantiasa saling mendukung dalam proses mendorong pembangunan sosialisme dan modernisasi dengan karakteristik masing-masing negara, melaksanakan dengan baik persepsi bersama yang penting dari para pemimpin tertinggi kedua partai dan kedua negara, serta mendorong pembangunan Komunitas Masa Depan Bersama antara kedua belah pihak guna mencapai hasil yang lebih praktis.

Menurut Ibu Mao Ning, selama kunjungan tersebut, kedua pihak menegaskan kembali pendirian berprinsip mereka terhadap sejumlah isu utama; sepakat untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam mekanisme multilateral; secara aktif melaksanakan kerja sama dalam kerangka tiga inisiatif global; dan bersama-sama mendukung dunia multipolar yang setara, tertib, dan globalisasi ekonomi yang komprehensif dan inklusif.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok menekankan bahwa puncak pencapaian kunjungan tersebut adalah bahwa kedua pihak sepakat untuk memperdalam kerja sama strategis yang komprehensif.
Tiongkok dan Vietnam akan mendorong konektivitas strategis untuk pembangunan kedua negara; mempercepat promosi "konektivitas keras" di bidang perkeretaapian, jalan raya, infrastruktur gerbang perbatasan, dan "konektivitas lunak" di bidang bea cukai pintar, dll.; mendukung penuh peningkatan fasilitasi perdagangan dan investasi, memastikan rantai pasokan yang aman dan stabil; secara aktif meneliti dan menguji coba pembangunan zona kerja sama ekonomi lintas batas; memperluas kerja sama di bidang-bidang yang sedang berkembang seperti teknologi informasi, energi baru, ekonomi digital, mineral penting, dll.; menyelenggarakan kegiatan untuk merayakan ulang tahun ke-75 hubungan diplomatik Vietnam-Tiongkok dan "Tahun Pertukaran Kemanusiaan Vietnam-Tiongkok" 2025.
Sumber
Komentar (0)