Mencuci buah dan sayuran sebelum dimakan adalah kebiasaan kebersihan penting untuk melindungi kesehatan Anda.
Menurut GoodRx (AS), buah dan sayuran dapat membawa bakteri penyebab penyakit jika tidak dicuci dan disimpan dengan benar.
Namun, kita tidak boleh sepenuhnya menghilangkan sayuran dari diet kita karena sayuran menyediakan banyak vitamin dan mineral penting untuk kesehatan yang baik.
Untuk menghindari risiko keracunan makanan, Lindsay Boyers, seorang ahli gizi yang bekerja di AS, membagikan kiat-kiat tentang cara memilih dan mencuci buah dan sayuran.
Buah dan sayuran dapat membawa bakteri penyebab penyakit jika tidak dicuci dan disimpan dengan benar.
Pentingnya mencuci buah dan sayuran
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), buah dan sayuran dapat terkontaminasi bakteri patogen seperti E. coli, Salmonella, dan Listeria.
Jenis bakteri ini dapat menempel pada permukaan buah dan sayuran selama budidaya, panen, transportasi, atau bahkan langsung di dapur kita.
Yang lebih berbahaya lagi, bakteri dapat menembus jauh ke dalam buah dan sayuran saat kita memotong atau mengupasnya.
Oleh karena itu, mencuci buah dan sayuran secara menyeluruh merupakan cara efektif untuk menghilangkan bakteri dan kontaminan lainnya, sehingga meminimalkan risiko penyakit yang ditularkan melalui makanan.
Sekalipun Anda tidak memakan kulitnya, mencuci tetap penting karena bakteri dapat menyebar dari kulit ke daging di dalamnya.
Cara mencuci buah dan sayuran
Sebelum memulai, cuci tangan Anda secara menyeluruh dengan sabun dan air hangat selama minimal 20 detik untuk menghilangkan bakteri.
Selanjutnya, rendam buah dan sayuran di bawah air mengalir, sambil menggosok permukaannya dengan lembut.
Setiap jenis sayuran memiliki karakteristiknya masing-masing, sehingga membutuhkan metode pencucian yang berbeda.
Untuk sayuran yang masih terdapat tanah di kulitnya, seperti wortel dan kentang, Anda dapat menggunakan sikat khusus untuk membersihkannya. Setelah dicuci, gunakan handuk kertas bersih untuk menepuk-nepuknya hingga kering agar sisa air benar-benar hilang.
Setiap jenis sayuran memiliki karakteristiknya masing-masing, sehingga membutuhkan metode pencucian yang berbeda.
Sayuran berdaun hijau memiliki banyak lapisan daun. Untuk menghilangkan kotoran dan bakteri, buang daun terluar terlebih dahulu, lalu cuci setiap daun secara menyeluruh di bawah air mengalir, gosok perlahan hingga bersih.
Untuk buah-buahan lunak seperti stroberi, Anda bisa meletakkannya di saringan dan membilasnya di bawah air mengalir, lalu gosok perlahan setiap buahnya.
Untuk buah-buahan dengan kulit keras seperti apel atau pir, menggunakan sikat akan membantu membersihkannya lebih efektif, menghilangkan kotoran yang menempel jauh di dalam kulit.
Anda sebaiknya mencuci buah dan sayuran tepat sebelum menggunakannya. Mencucinya terlalu cepat dapat memungkinkan bakteri untuk tumbuh kembali.
Apakah mungkin menghilangkan pestisida dari buah dan sayuran?
Meskipun tidak mungkin untuk sepenuhnya menghilangkan pestisida dari buah dan sayuran, kita tetap dapat meminimalkan jumlah residu dengan menggunakan beberapa metode.
Pertama, mengupas adalah cara efektif untuk menghilangkan lapisan luar yang mungkin mengandung pestisida. Selain itu, menggosok secara menyeluruh dengan sikat dan air bersih juga membantu menghilangkan kotoran.
Merendam sayuran dalam larutan soda kue juga mengurangi jumlah residu pestisida.
Demi keamanan yang lebih besar, Anda sebaiknya memprioritaskan pembelian sayuran organik, yang ditanam tanpa menggunakan bahan kimia.
Sumber: https://thanhnien.vn/cach-rua-rau-xanh-ca-rot-khoai-tay-185241105200903801.htm






Komentar (0)