CBC News melaporkan pada tanggal 10 Maret bahwa mantan Gubernur Bank Kanada Mark Carney baru saja meraih kemenangan meyakinkan dalam perlombaan untuk menjadi pemimpin Partai Liberal yang berkuasa dan akan menggantikan Perdana Menteri Justin Trudeau.
Kemenangan yang meyakinkan
Hasil pemungutan suara menunjukkan bahwa Bapak Carney (60 tahun) memenangkan 85,9% suara, jauh melampaui 8% suara yang diperoleh mantan Menteri Keuangan Chrystia Freeland di posisi kedua, dan menjadi pemimpin Partai Liberal. Bapak Carney diperkirakan akan menjabat dalam beberapa hari mendatang.
Tn. Mark Carney berbicara setelah terpilih sebagai pemimpin Partai Liberal pada tanggal 9 Maret.
Perdana Menteri Trudeau mengumumkan pada bulan Januari niatnya untuk mengundurkan diri sebagai perdana menteri dan pemimpin Partai Liberal, dengan mengatakan bahwa partai tersebut sedang terganggu oleh pertikaian internal dan bahwa Kanada berhak mendapatkan "pilihan yang nyata" dalam pemilihan berikutnya. Carney diperkirakan akan menjalani sisa masa jabatan Trudeau dan Kanada akan menyelenggarakan pemilihan umum sebelum 20 Oktober.
Sebagai ekonom veteran, Bapak Carney juga merupakan orang pertama yang memimpin dua bank sentral utama. Beliau menempuh pendidikan di Universitas Harvard dan Universitas Oxford, bekerja di Goldman Sachs Bank (AS) sebelum bergabung dengan Kementerian Keuangan Kanada pada tahun 2004. Beliau menjabat sebagai Gubernur Bank Kanada dari tahun 2007 hingga 2013 dan memainkan peran penting dalam membantu Kanada menghindari dampak terburuk krisis keuangan global yang dimulai pada tahun 2007. Beliau juga menjabat sebagai Gubernur Bank Inggris dari tahun 2013 hingga 2020 dan memperingatkan akan kerugian ekonomi jika Inggris meninggalkan Uni Eropa (UE). Setelah itu, beliau menjabat sebagai Utusan Khusus PBB untuk Iklim dan Keuangan, Wakil Ketua Brookfield Asset Management Company (Kanada).
Pengaruh dari Amerika
Jajak pendapat sebelumnya menunjukkan bahwa Partai Konservatif yang beroposisi diperkirakan akan menang, terlepas dari siapa pun yang memimpin Partai Liberal. Namun, dukungan untuk Partai Liberal melonjak setelah partai tersebut menegaskan tekadnya untuk melawan kebijakan perdagangan keras Presiden AS Donald Trump. Sebuah survei terhadap 1.000 orang dewasa Kanada yang dirilis oleh perusahaan Prancis Ipsos pada 25 Februari menunjukkan Partai Liberal unggul untuk pertama kalinya dalam empat tahun, menang 38% dibandingkan dengan 36% untuk Partai Konservatif.
Era Trudeau telah berakhir, Kanada menemukan penggantinya
Selama kampanye pemilu, Bapak Carney mendukung tarif pembalasan terhadap Amerika Serikat dan strategi untuk meningkatkan investasi. Ia berulang kali mengeluh bahwa pertumbuhan Kanada di bawah Bapak Trudeau tidak cukup baik. Berbicara setelah kemenangannya, Bapak Carney menuduh Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump mencoba mengambil alih Kanada, sebuah upaya yang menurut Bapak Carney harus digagalkan.
"Rakyat Amerika menginginkan sumber daya, air, tanah, dan negara kita. Tuan Trump menyerang pekerja, keluarga, dan bisnis Kanada. Kita tidak boleh membiarkannya berhasil," ujar Carney seperti dikutip AFP. Ia berjanji akan melaksanakan rencana aksi untuk membangun ekonomi yang kuat, menciptakan hubungan dagang baru dengan mitra tepercaya, dan melindungi perbatasan. Selain itu, ia mengumumkan akan mempertahankan tarif pembalasan terhadap AS dan menggunakan dana tersebut untuk mendukung pekerja Kanada. "Pemerintah saya akan mempertahankan tarif kami sampai rakyat Amerika menunjukkan rasa hormat," tegasnya.
AS memberlakukan tarif 25% atas barang-barang Kanada pada 4 Maret, yang mendorong Kanada untuk segera mengenakan tarif serupa atas banyak barang dari AS. Menteri Keuangan Kanada, Dominic LeBlanc, mengatakan bahwa putaran kedua tarif pembalasan akan ditunda, setelah Trump mengumumkan penangguhan tarif selama satu bulan atas beberapa produk Kanada.
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/canada-co-thu-tuong-moi-giua-thuong-chien-voi-my-185250310213617454.htm
Komentar (0)