Beberapa tahun yang lalu, hobi bermain-main dengan ranting bunga plum mulai muncul menjelang dan sesudah Tahun Baru Imlek. Kala itu, untuk dapat mengagumi gugusan bunga yang mekar dengan warna putih bersih, serta aroma lembut dan elegan pegunungan dan hutan Barat Laut, banyak orang menghabiskan jutaan hingga puluhan juta dong untuk membeli ranting plum tua. Dalam beberapa tahun terakhir, hobi bermain-main dengan ranting bunga plum perlahan menjadi sepopuler bermain-main dengan ranting persik liar. Jenis bunga ini juga membanjiri jalanan dengan harga yang semakin murah. Saat ini, bunga plum dari Barat Laut telah membanjiri jalanan Hanoi, muncul di mana-mana di pasar tradisional, "menutupi" pasar daring. Namun, alih-alih dihargai jutaan hingga beberapa juta dong seperti sebelumnya, harga ranting bunga plum kini semurah sayur-sayuran di pasar.

Hobi bunga plum semakin populer di Hanoi. Foto: NVCC

Bapak Nguyen Van The, pedagang grosir produk-produk khas Barat Laut di Kim Giang (Thanh Xuan, Hanoi), mengatakan bahwa sebulan yang lalu ia mengimpor cabang-cabang plum liar pertama musim ini untuk dijual seharga 120.000 VND/ikat, terdiri dari 10 cabang besar dengan tinggi sekitar 1,3-1,7 m. Hingga saat ini, harga cabang plum ini telah turun menjadi 50.000 VND/ikat, sehingga setiap cabang plum hanya berharga 5.000 VND. "Ini tahun ke-4 saya menjual cabang plum dan tahun ini merupakan tahun dengan harga termurah. Selain itu, untuk setiap ikat cabang plum yang dipesan pelanggan, saya juga memberikan satu paket perangsang bunga agar bunganya mekar merata dan indah," ujarnya. Namun, ia mengakui bahwa cabang-cabang plum murah ini bukanlah cabang yang berukuran besar, melainkan cabang-cabang kecil. Oleh karena itu, cabang-cabang plum kecil ini dipangkas dari pohon oleh petani dan kemudian dirangkai menjadi satu. Sekilas, mereka tampak seperti tumpukan kayu bakar kering, tetapi ketika Anda memasukkannya ke dalam vas berisi air dan menunggu lebih dari seminggu, kuncup-kuncupnya akan mekar perlahan menjadi gugusan bunga putih bersih yang dapat bertahan selama 3-4 minggu. "Pada saat ini, cabang-cabang plum dipenuhi kuncup, sehingga pelanggan menutup lebih banyak pesanan," ujarnya.

Menjelang Tet At Ty, bunga plum dijual di mana-mana hanya dengan 5.000 VND/cabang. Foto: NVCC

Menurut Bapak The, tahun ini perekonomian sedang sulit, banyak keluarga harus "menghemat". Namun, jumlah pelanggan yang membeli ranting bunga plum cukup stabil karena semua orang memprioritaskan membeli barang murah. Oleh karena itu, rata-rata, ia menjual hampir 100 ikat setiap hari. Ibu Ha Thi Mai, pedagang grosir dan pengecer ranting plum Northwest di Tan Mai (Hoang Mai, Hanoi), juga mengatakan bahwa meskipun ranting plum berukuran kecil, ranting tersebut masih memiliki lumut hijau karena dipotong dari pohon plum tua, memiliki banyak kuncup, dan bunga putih bersih mekar merata. Khususnya, harga tahun ini jauh lebih murah daripada tahun-tahun sebelumnya, sehingga ranting plum relatif populer. Tahun lalu, tokonya mengimpor 3 kiriman ranting plum seminggu. Sekarang, karena pasokan melimpah dan harganya murah, ia mengimpor ribuan ikat setiap hari. Pedagang grosir sendiri memesan rata-rata 40-100 ikat setiap kali. Pelanggan eceran hanya membeli 1-2 ikat, tetapi mereka juga menyelesaikan ratusan pesanan setiap hari. Banyak orang kini gemar membeli ranting plum dan persik untuk bermain-main sebelum Tet, tetapi mereka akan memprioritaskan membeli produk murah. Hal ini juga menjadi alasan mengapa Ibu Mai hanya mengimpor ranting plum kecil untuk dijual saat ini. Karena ranting plum berbentuk pohon tua, beliau baru mengimpornya untuk dijual setelah tanggal 23 bulan 12 Imlek. Hal ini dikarenakan pada saat itu, permintaan ranting plum raksasa untuk dipajang di Tet At Ty meningkat. Harga ranting plum jenis ini tidak terlalu mahal, hanya berkisar antara 200.000-500.000 VND/ranting, ujar Ibu Mai.

Vietnamnet.vn

Sumber: https://vietnamnet.vn/tung-co-gia-vai-trieu-canh-hoa-man-tay-bac-o-at-ve-ha-noi-gia-chi-5-000-dong-2353931.html