Banyak desain, harga terjangkau
Sejak 25 Desember, Ibu Nguyen Thi Xuan (Kelurahan Xuan Khanh, Distrik Ninh Kieu, Kota Can Tho ) telah berbelanja bunga hias untuk dipajang di rumahnya selama Tet. Ibu Xuan mengatakan bahwa tahun ini, selain bunga hias tradisional seperti marigold, krisan, bunga aprikot, dll., juga terdapat banyak jenis bunga baru yang sangat indah dan terjangkau. Namun, menurutnya, suasana pasar Tet tahun ini agak kurang ramai.
"Biasanya, pada tanggal 25 Tet, pasar sangat ramai, tetapi tahun ini, banyak penjual dan sedikit pembeli. Saya membeli beberapa pot bunga marigold untuk dipajang pada tanggal 25 Tet. Meskipun baru awal Tet, harga bunga hias tidak hanya tidak terlalu tinggi, tetapi bahkan lebih murah, jadi ketika penjual memberi tahu harganya, saya langsung membelinya," ungkap Ibu Xuan.
Ibu Ly Nhu Huynh (kelurahan An Phu, distrik Ninh Kieu, kota Can Tho) juga membeli bunga Tet lebih awal untuk menghias rumahnya, menyampaikan bahwa tahun ini konsumen nampaknya berbelanja untuk Tet lebih lambat, mungkin sebagian karena kesulitan ekonomi .
"Untuk persiapan mendekorasi rumah, saya membeli bunga pada tanggal 26 Desember. Membeli bunga lebih awal memungkinkan saya memilih desain yang saya suka. Lagipula, menurut saya, Tet sebaiknya dihias mulai tanggal 25 dan 26 Desember hingga hari pertama tahun baru. Jika saya membeli bunga pada tanggal 30 Tet, suasana Tet di rumah tidak akan terasa," kata Ibu Huynh.
Menurut Ibu Huynh, Tahun Baru Imlek hanya dirayakan satu kali setiap tahun, jadi tidak masalah jika mengeluarkan sedikit lebih banyak untuk barang ini. Selain itu, harga bunga hias tahun ini relatif stabil, sesuai dengan anggaran masyarakat: "Para tukang kebun harus bersusah payah merawat pot-pot bunga cantik ini, jadi saya pikir jika harganya pas, saya harus segera membelinya, tidak perlu menunggu sampai tanggal 30 Tet."
Jangan menunggu sampai tanggal 30 Tet untuk membeli
Selain membeli bunga lebih awal untuk memilih desain yang indah, Ibu Huynh juga berharap ini dapat membantu para tukang kebun dan pedagang untuk pulang lebih awal untuk merayakan Tet bersama keluarga mereka.
"Hanya ada satu hari raya Tet setiap tahun, jadi mungkin para tukang kebun dan pedagang berinvestasi banyak. Mereka tidak hanya punya modal untuk membeli bunga, tetapi juga harus membayar sewa tempat dan transportasi. Jadi, jika mereka tidak bisa menjual atau terpaksa menjual dengan harga rendah dan rugi, Tet mereka tidak akan lengkap. Oleh karena itu, meskipun tidak banyak, hanya beberapa pot, saya berharap dapat membantu para tukang kebun dan pedagang segera menjual habis hasil panen mereka agar mereka bisa pulang bersama keluarga," ungkap Ibu Huynh.
Senada dengan itu, Ibu Xuan juga berharap para pedagang dan tukang kebun di Pasar Tet dapat menikmati penjualan yang baik untuk merayakan Tet dengan gembira. Beliau menyampaikan bahwa tahun ini perekonomian sedang sulit, orang-orang berhemat, dan menunggu bunga murah dapat dimaklumi. Namun, para tukang kebun dan pedagang juga menghadapi kesulitan. Oleh karena itu, jika orang-orang menunggu hingga Malam Tahun Baru untuk berbelanja setiap tahun, akan sangat disayangkan bagi para tukang kebun dan pedagang, terutama karena tahun ini harga-harga sudah cukup murah sejak awal Tet.
"Jika mereka tidak bisa menjual, penjual tidak hanya tidak punya uang untuk merayakan Tet, tetapi mereka juga harus mengeluarkan uang untuk mengangkut bunga-bunga itu pulang. Suatu tahun, saya melihat di TV bahwa banyak orang tidak punya cukup modal dan harus meninggalkan bunga-bunga itu dan pulang dengan tangan hampa. Sungguh menyedihkan, jadi tidak hanya tahun ini tetapi setiap Tet, saya berusaha membeli bunga untuk membantu pedagang kecil dan tukang kebun menyiapkan barang dagangan mereka dan pulang lebih awal untuk Tet," ungkap Ibu Xuan.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)