Bursa Efek Kota Ho Chi Minh (HoSE) baru saja mengumumkan akan menghapus pencatatan saham ITA milik Perusahaan Saham Gabungan Investasi dan Industri Tan Tao secara wajib. Sebelumnya, perusahaan ini telah mengirimkan 8 petisi kepada HoSE yang menjelaskan alasan keadaan kahar.
Ibu Maya Dangelas (sebelumnya dikenal sebagai Dang Thi Hoang Yen), presiden ITA, di sebuah acara - Foto: ITA
Dalam pemberitahuan yang dikirim baru-baru ini kepada Tan Tao Investment and Industry Corporation, HoSE mengatakan pihaknya akan menghapus saham ITA dari pencatatan secara paksa, karena pelanggaran serius perusahaan terhadap kewajiban pengungkapan informasi.
Menurut HoSE, saham ITA dipantau karena pelanggaran karena terlambat menyampaikan laporan keuangan tengah tahunan yang telah diaudit untuk tahun 2024 lebih dari 30 hari setelah batas waktu yang ditentukan.
ITA juga telah ditangguhkan dari perdagangan menurut keputusan HoSE sejak September tahun lalu, karena perusahaan terus melanggar peraturan tentang keterbukaan informasi di pasar saham, setelah dimasukkan dalam daftar perdagangan terbatas.
Hingga saat ini, Tan Tao belum mengumumkan laporan keuangan yang telah diaudit untuk tahun 2023 (batas waktu akhir Maret 2024), laporan tahunan untuk tahun 2023 (batas waktu 20 April 2024), dan keputusan untuk membuka proses kebangkrutan oleh Pengadilan Rakyat Kota Ho Chi Minh.
Perusahaan telah mengirimkan dokumen permohonan penundaan penyampaian laporan keuangan auditan dan laporan tahunan tahun 2023, serta laporan keuangan telaah tengah tahunan tahun 2024 dikarenakan keadaan kahar.
Terkait masalah ini, Komisi Sekuritas mengirimkan surat resmi pada bulan Juni 2024 dan Oktober 2024 kepada perusahaan sebagai tanggapan atas penundaan pengungkapan informasi, yang menyebutkan alasan force majeure ITA.
Namun, perusahaan belum memberikan bukti dokumenter sebagai dasar untuk mengutip alasan force majeure, kata HoSE.
"Sejak penangguhan tersebut, pelanggaran pengungkapan informasi perusahaan belum terselesaikan dan kemungkinan akan terus terjadi dan berkepanjangan, sehingga menyebabkan pelanggaran serius. Hal ini memengaruhi hak-hak pemegang saham," tegas HoSE dalam pengumuman tersebut.
Oleh karena itu, berdasarkan pendapat Komisi Sekuritas dan Bursa Efek Vietnam, HoSE mengumumkan penghapusan pencatatan wajib saham ITA.
ITA merupakan salah satu perusahaan khusus, yang pada tahun 2024 telah mengirimkan 8 dokumen yang meminta HoSE untuk menghapus sahamnya dari daftar peringatan namun tidak disetujui.
Perusahaan tersebut menyatakan telah mencoba membujuk 30 kantor akuntan publik, tetapi semuanya ditolak. Hal ini menyebabkan perusahaan tidak dapat menerbitkan laporan keuangan audit untuk tahun 2023 dan paruh pertama tahun 2024.
Bapak Nguyen Thanh Phong - Direktur Jenderal Tan Tao - pernah berkata bahwa menemukan perusahaan audit sangatlah sulit.
Pimpinan ITA sudah berupaya maksimal untuk meyakinkan perusahaan audit, namun hingga kini belum ada satupun unit yang berani mengaudit perusahaan tersebut karena khawatir auditornya juga akan diberhentikan dari praktik audit, ungkap Tn. Phong.
Menurut para pemimpin ITA, ada banyak dokumen yang meminta HoSE dan Komisi Sekuritas untuk mendukung pencarian perusahaan audit.
[iklan_2]
Sumber: https://tuoitre.vn/co-phieu-tan-tao-sap-don-cai-ket-buon-sau-khi-bi-30-cong-ty-kiem-toan-tu-choi-20250118102308296.htm
Komentar (0)