Perwakilan Komite Sentral Front Laos untuk Konstruksi Nasional, Kota Leipzig (Jerman), dan Provinsi Santiago de Cuba (Kuba) berbagi pembelajaran praktis yang menarik tentang pembangunan ekonomi dan transformasi industri.
"Kita punya banyak hal untuk dibicarakan"
Bapak Khamlay Sipaseuth, Wakil Presiden Komite Sentral Front Laos untuk Konstruksi Nasional, berharap para investor dari Kota Ho Chi Minh akan datang ke Laos untuk mencari peluang kerja sama. (Foto: Nguyen Binh) |
Berbicara di sela-sela Dialog Persahabatan Kota Ho Chi Minh 2024 pada tanggal 24 September, Bapak Khamlay Sipaseuth, Wakil Presiden Komite Sentral Front Laos untuk Konstruksi Nasional, mengatakan bahwa transformasi industri adalah proses transisi dari masyarakat yang bergantung pada metode produksi alamiah, menggunakan peralatan primitif dan tenaga kerja yang tidak terorganisir, menuju masyarakat dengan metode produksi yang terorganisir.
Laos memulai proses modernisasinya pada tahun 1986, ketika Vientiane membuka negaranya dan mulai menyambut investor dari seluruh dunia , termasuk Vietnam. Beberapa investor mendirikan pabrik dan bisnis untuk memproduksi barang dan mengekspornya ke negara-negara tetangga.
Laos saat ini tengah menyambut proyek angin dan listrik di bagian Selatan negara tersebut dan Vientiane menantikan kedatangan investor dari Kota Ho Chi Minh untuk menjajaki peluang di bidang yang mereka minati, untuk menjelajahi Laos dari Utara ke Selatan.
"Saya ingin mengundang warga Kota Ho Chi Minh untuk mengunjungi Laos. Laos adalah negara yang sangat indah, dengan situs arkeologi, alam, sungai, kuil, dan kulinernya yang kaya, yang pasti akan dicintai oleh masyarakat Vietnam. Saya menantikan kedatangan Anda. Laos dan Vietnam adalah sahabat karib, kita memiliki banyak hal untuk dipertukarkan," tegas Wakil Presiden Komite Sentral Front Lao untuk Pembangunan Nasional.
Menurut Tn. Khamlay Sipaseuth, Komite Sentral Front Lao untuk Pembangunan Nasional menjalankan peran dan tanggung jawabnya dalam menyatukan dan mendorong rakyat Laos untuk melaksanakan rencana pemerintah, secara aktif memproduksi produk dalam negeri untuk menggantikan impor.
Langkah maju yang besar
Bapak Torsten Bonew, Wakil Wali Kota Leipzig (Jerman), sangat mengapresiasi pencapaian kerja sama antara Leipzig dan Kota Ho Chi Minh. (Foto: Nguyen Binh) |
Mengenai kebijakan keuangan dalam mendukung perusahaan rintisan, Tn. Torsten Bonew, Wakil Wali Kota Leipzig (Jerman) mengatakan bahwa dalam sistem Jerman, kota-kota membantu bisnis dengan menyediakan ruang kantor yang baik dengan harga yang wajar, serta mencoba membangun jaringan koneksi antara mitra internasional, universitas, dan perusahaan rintisan di Leipzig.
Wakil Wali Kota Leipzig mengatakan: "Saya ingin menyebutkan usaha patungan antara Vietnam dan Jerman, serta kerja sama dengan Savaco untuk menyediakan air bersih bagi rumah tangga di Kota Ho Chi Minh. Kerja sama antara Savaco dan Leipzig berkembang pesat dan saat ini bertujuan untuk menyediakan air minum bagi 350 rumah tangga di Kota Ho Chi Minh dalam sebuah proyek percontohan."
Selain itu, Bapak Torsten Bonew menyebutkan kerja sama medis antara Rumah Sakit St. Georg di Leipzig dan Rumah Sakit Militer 175 di Kota Ho Chi Minh dalam hal pertukaran dokter, perawat, dan pengalaman di bidang kesehatan. Leipzig berinvestasi dalam pertukaran pendidikan dan penelitian, serta berupaya memperluas kerja sama ini dari tahun ke tahun. "Kami sangat senang menerima 14 staf perawat dari Vietnam di Leipzig pada bulan Agustus di rumah sakit setempat. Ini merupakan contoh yang baik dari kerja sama kami yang sukses," tegas Wakil Wali Kota Leipzig.
Kedua kota juga telah mencapai kemajuan pesat dalam kerja sama transportasi umum. Perusahaan transportasi Leipzig merekrut mahasiswa Vietnam sebagai pengemudi bus dan insinyur listrik, dengan harapan dapat menemukan calon pekerja potensial di Leipzig.
Keuntungan pelabuhan laut
Bapak Waldis González Peinado, Wakil Gubernur Provinsi Santiago de Cuba (Kuba), menekankan pentingnya komunitas usaha kecil dan menengah dalam perekonomian nasional secara keseluruhan. (Foto: Nguyen Binh) |
Mengomentari sorotan transformasi digital di sektor pelabuhan dan impor-ekspor, Tn. Waldis González Peinado, Wakil Gubernur Provinsi Santiago de Cuba (Kuba), mengatakan bahwa aktivitas pelabuhan Kuba sangat sibuk, dengan pekerja yang memiliki kapasitas untuk membongkar hingga 12.000 kontainer barang per hari dan menerima semua jenis kapal.
Kuba bekerja sama dengan mitra asing untuk menerapkan sistem baru yang akan menyediakan informasi lengkap tentang kapal sebelum memasuki perairan teritorialnya. Keunggulan pelabuhan ini telah meningkatkan daya tarik Provinsi Santiago de Cuba bagi investor asing.
" Kemunculan usaha kecil dan menengah di Kuba telah membawa perubahan baru bagi perekonomian, dan kami kini sedang memperbarui model ekonomi negara ini agar sesuai dengan realitas ," ujar Waldis González Peinado.
Menurut Wakil Gubernur Santiago de Cuba, perusahaan-perusahaan besar milik negara masih menjadi tumpuan perekonomian, tetapi berkat perubahan kebijakan yang terbuka, komunitas usaha swasta skala kecil dan menengah telah memberikan gejolak baru bagi perekonomian. Bapak Waldis González Peinado berharap kontribusi perusahaan swasta skala kecil dan menengah akan meningkat dan memiliki proporsi yang lebih besar untuk membantu perekonomian Kuba terintegrasi secara mendalam ke dalam lingkungan ekonomi global.
[iklan_2]
Sumber: https://baoquocte.vn/cong-do-ng-quoc-te-chia-se-kinh-nghiem-chuye-n-do-i-cong-nghiep-toi-tp-ho-chi-minh-287646.html
Komentar (0)