Namun, Dinas Pajak menyatakan bahwa rasio utang pajak terhadap total penerimaan anggaran masih cukup tinggi, yaitu 12,4% (total penerimaan anggaran per 31 Oktober 2024, termasuk sisa perpanjangan pajak yang masih harus dibayar, adalah VND 17.799 miliar). Untuk mengatasi tingginya utang pajak, Dinas Pajak Provinsi Quang Nam telah menerapkan berbagai langkah drastis untuk meningkatkan penerimaan utang pajak.
Baru-baru ini, Direktorat Jenderal Pajak telah menerbitkan Surat Edaran No. 8347 yang menetapkan tugas dan tanggung jawab penagihan utang pajak dan penanganan tunggakan pajak kepada setiap jenjang pimpinan, pejabat manajemen, dan departemen terkait. Bersamaan dengan itu, Direktorat Jenderal Pajak juga telah melakukan pemantauan, pengawasan, dan inspeksi yang ketat terhadap perkembangan pelaksanaan langkah-langkah imbauan dan penegakan hukum untuk memastikan penagihan utang yang efektif dan membatasi munculnya utang baru.
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pajak juga telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 4216 yang meminta Direktorat Jenderal Pajak untuk lebih fokus pada upaya penegakan hukum dan penangguhan sementara izin keluar, khususnya:
Bagi wajib pajak yang mempunyai utang pajak lebih dari 90 hari atau utang pajak yang dikenakan penegakan hukum: segera lakukan tindakan penegakan hukum dan ungkapkan informasi sebagaimana ditentukan.
Untuk pembayaran pajak yang diperpanjang sesuai dengan keputusan dan resolusi Pemerintah : mendesak dan menerapkan tindakan penegakan hukum segera setelah periode perpanjangan berakhir dan pembayar pajak gagal membayar ke anggaran Negara.
Dalam hal putusan eksekusi berakhir masa berlakunya, namun Wajib Pajak belum melunasi atau belum melunasi seluruh utang pajak yang menjadi objek eksekusi ke Kas Negara, maka upaya penegakan hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan tetap dilaksanakan.
Melaksanakan penerbitan keputusan penegakan utang pajak pada aplikasi manajemen pajak terpusat (TMS) untuk bergerak menuju otomatisasi pekerjaan penegakan utang pajak di daerah.
Terapkan penghentian sementara keluar sesuai ketentuan bagi wajib pajak dengan utang pajak jatuh tempo yang menjadi subjek pelaksanaan keputusan tata usaha perpajakan, khususnya yang tidak lagi melakukan kegiatan usaha di alamat terdaftar.
Tinjau dan pantau secara berkala untuk segera memperpanjang penangguhan keluar sementara atau membatalkan penangguhan keluar sementara sesuai peraturan.
Terbitkan Pemberitahuan penangguhan keluar sementara pada aplikasi TMS untuk memastikan bahwa data penangguhan keluar sementara dapat dicari di situs web industri Pajak, pada aplikasi etax dan etaxmobile.
Pada bulan-bulan terakhir tahun 2024, Departemen Pengelolaan Utang dan Penegakan Utang Pajak, Departemen Pajak mengatakan akan terus melaksanakan langkah-langkah penegakan utang pajak dan mempublikasikan informasi sesuai dengan ketentuan hukum.
Terkait koordinasi penagihan utang pajak, Direktorat Jenderal Pajak juga akan terus menyusun daftar badan usaha dengan utang pajak besar dan jangka panjang, serta merekomendasikan agar Komite Pengarah Pengendalian Kerugian Penerimaan Negara (KPPN) bekerja sama secara langsung dengan badan usaha tersebut untuk mendorong penagihan utang. Selain itu, juga akan berkoordinasi dengan instansi dan cabang terkait untuk mengusulkan pengembalian hak atas tanah dan tambang yang telah dicabut izin usahanya, utang yang sedang dalam proses penyesuaian akibat kesalahan, serta penerimaan dan pengeluaran yang masih dalam proses pencatatan.
Solusi penting lainnya adalah mengajak wajib pajak yang memiliki utang besar dan masih mengalami kesulitan untuk bekerja sama langsung dengan pimpinan Dinas Pajak guna menyelesaikan dan menghimbau agar wajib pajak memenuhi kewajiban perpajakannya secara tuntas dan tepat waktu.
Selain itu, Departemen Pajak menganjurkan dan menghimbau para wajib pajak perorangan dan rumah tangga bisnis untuk memasang aplikasi eTaxMobile untuk memantau status utang pajak dan menerima pemberitahuan dari otoritas pajak (pemberitahuan utang pajak, pemberitahuan penangguhan keluar sementara, dsb.) untuk segera memenuhi kewajiban pembayaran pajak mereka.
Dengan solusi drastis ini, Departemen Pajak Quang Nam berharap dapat mencapai tujuan mengurangi rasio utang pajak hingga di bawah 5% pada bulan-bulan terakhir tahun 2024, memberikan kontribusi positif terhadap manajemen pajak dan memastikan pendapatan anggaran untuk provinsi tersebut.
[iklan_2]
Sumber: https://baoquangnam.vn/cuc-thue-quang-nam-tang-cuong-thu-hoi-no-thue-3144169.html
Komentar (0)