Pada sore hari tanggal 19 November, hampir 40 siswa dari Sekolah Menengah Chi Lang (Distrik 4, Kota Ho Chi Minh) mengunjungi dan belajar di Pabrik Mie Vietnam Acecook .
Siswa melihat model lini produksi mi instan Hao Hao - Foto: THANH HIEP
Perjalanan tersebut tidak hanya membawa pengalaman menarik tetapi juga membantu siswa memperluas pengetahuan dan orientasi karir masa depan mereka.
Pelajari banyak pengetahuan baru
Dalam perjalanan, para siswa bersemangat dan penasaran untuk mengunjungi pabrik. Setibanya di sana, mereka terkejut dengan luas setiap departemen produksi.
Di bawah bimbingan staf pabrik yang penuh semangat, anak-anak belajar tentang kelahiran mi instan dan mengamati jalur produksi produk yang sebenarnya.
Siswa Sekolah Menengah Chi Lang, Distrik 4 mendengarkan pengantar tentang Acecook Vietnam - Foto: THANH HIEP
Secara khusus, melalui diskusi dan menjawab pertanyaan pilihan ganda yang menyenangkan tentang asal dan bahan-bahan produk Acecook, siswa dapat meninjau dan mempelajari pengetahuan baru tentang sejarah, geografi, teknologi pangan, dll.
Banyak anak terkejut mengetahui bahwa Acecook pertama kali menjual produknya di Vietnam pada tahun 1995 di Kota Ho Chi Minh. Saat ini, Acecook memiliki 11 pabrik dan 6 cabang di seluruh negeri. Kehadiran cabang di ketiga wilayah ini memudahkan akses konsumen dan menghemat biaya distribusi.
Siswa mendengarkan cara membedakan mie goreng dan mie tidak goreng - Foto: THANH HIEP
Sambil tersenyum sepanjang tur, Le Ngoc Quyen, siswa kelas 9A1, berbagi: "Saya sangat suka makan mi, tetapi saya belum pernah melihat proses pembuatannya, jadi saya sangat penasaran. Oleh karena itu, saya merasa sangat bersemangat untuk berpartisipasi dalam tur ini."
Ketika saya tiba, saya terkejut dengan 11 langkah untuk membuat sebungkus mi. Langkah yang paling mengesankan saya adalah pengemasan. Selain itu, setelah kunjungan tersebut, saya juga belajar untuk teliti dan jeli agar dapat menghasilkan produk yang paling sempurna.
Pengalaman hidup nyata mengubah cara berpikir
Tur ini tidak hanya membantu siswa memahami lebih lanjut tentang proses produksi tetapi juga mengubah pemikiran banyak siswa tentang produk mi instan.
Mengenai bahan-bahan yang digunakan untuk membuat produk ini, anak-anak cukup antusias mengetahui bahwa air mi berwarna kuning karena menggunakan kunyit kuning. Kunyit segar diperas untuk diambil sarinya, disaring melalui sistem penyaring penghilang bau, dicampur dengan berbagai jenis bubuk, dan hasil ekstraksinya diukur dengan cermat.
Siswa belajar tentang bahan-bahan dalam bumbu bungkus mie instan - Foto: THANH HIEP
Le Thi Ha Mi bercerita: "Dulu kalau makan mi, saya agak khawatir karena tidak tahu apakah mi itu higienis dan baik untuk kesehatan atau tidak.
Namun setelah datang ke sini, saya terkesan dengan proses produksi yang ketat, proses pembuatan mi yang sangat tertutup dan aman. Hal itu mengubah pola pikir saya, membantu saya mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang teknologi pangan serta proses pembuatan mi instan.
Siswa diberikan pengalaman makan mie langsung oleh staf Acecook Vietnam - Foto: THANH HIEP
Banyak mahasiswa khawatir makan mi instan akan menyebabkan panas dalam tubuh. Menanggapi hal ini, Bapak Dang Quang Vinh, seorang karyawan perusahaan, mengatakan bahwa penyebab panas dalam tubuh tidak sepenuhnya disebabkan oleh makan mi instan, tetapi sebagian disebabkan oleh gaya hidup yang tidak teratur, kekurangan cairan, dan kekurangan nutrisi karena terus-menerus mengonsumsi mi instan sebagai makanan utama selama berhari-hari.
Bantu anak-anak dengan orientasi karir
Le Ngoc Quyen mengatakan bahwa setelah mengunjungi pabrik, dia merasa gembira dan terkesan dengan ruangan dan proses produksi pabrik tersebut.
"Tur ini membangkitkan rasa ingin tahu saya. Saya ingin mempelajari lebih lanjut tentang proses produksi dan operasional pabrik. Jika orang tua saya setuju, saya berharap bisa bekerja di sini saat besar nanti," ujar Quyen.
Setelah tur, setiap siswa diberikan mie dan foto kenang-kenangan untuk dibawa pulang - Foto: THANH HIEP
Bapak Le Duy Minh - Sekretaris Persatuan Pemuda Sekolah Menengah Chi Lang - perwakilan delegasi tamu mengatakan bahwa sekolah memutuskan untuk mengizinkan siswa mengunjungi pabrik Acecook untuk menghubungkan teori dengan praktik, membantu siswa memvisualisasikan proses produksi makanan dengan lebih jelas.
Melalui itu, siswa memahami lebih dalam ilmu yang telah dipelajarinya dalam mata pelajaran sains dan teknologi.
Selain itu, melalui perjalanan tersebut, siswa mempunyai kesempatan untuk berlatih pengamatan, pencatatan, kerja sama tim, dan keterampilan komunikasi, yang membantu memperkuat persahabatan dan kekompakan di antara siswa.
"Secara khusus, program ini membantu mahasiswa mengarahkan karier masa depan mereka dengan lebih baik melalui eksplorasi karier yang berkaitan dengan produksi dan teknologi pangan," tegas Bapak Minh.
Menurut Bapak Minh, ini merupakan bentuk pendidikan praktis yang efektif, merangsang rasa ingin tahu, dan memberikan kontribusi terhadap perkembangan komprehensif siswa.
[iklan_2]
Sumber: https://tuoitre.vn/cung-hoc-sinh-truong-thcs-chi-lang-kham-pha-nha-may-mi-acecook-20241121181312354.htm
Komentar (0)