Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Menyelamatkan Spesies yang Terancam Punah dari Kotoran Hewan

Công LuậnCông Luận17/03/2025

(CLO) Menggunakan kotoran hewan untuk melestarikan spesies mereka mungkin terdengar aneh, tetapi sebuah proyek ilmiah baru menguji kemungkinan ini dengan harapan dapat membantu melestarikan spesies yang terancam punah.


Para peneliti sedang meneliti apakah mereka dapat mengumpulkan dan memanfaatkan keragaman genetik hewan melalui feses. Feses tidak hanya mengandung makanan yang belum tercerna, bakteri, dan empedu, tetapi juga sel-sel dari lapisan usus hewan yang melewatinya. Hebatnya, beberapa sel ini masih hidup jika fesesnya segar.

Profesor Suzannah Williams dari Universitas Oxford, yang memimpin tim peneliti, mengatakan mereka telah berhasil mengisolasi sel hidup dari feses tikus dan gajah. Proyek yang dijuluki "kebun binatang feses" ini dapat membuka cara-cara baru untuk melestarikan keragaman genetik tanpa mengambil sampel langsung dari hewan.

Salah satu jalur potensial adalah kloning, di mana inti sel akan ditanamkan ke dalam sel telur donor, yang kemudian akan menghasilkan embrio dan berkembang menjadi individu baru. Alternatifnya, sel-sel ini dapat diprogram ulang untuk menjadi sperma dan sel telur, sehingga memungkinkan reproduksi di laboratorium tanpa harus diambil langsung dari hewan hidup.

Ilmuwan berusaha menyelamatkan spesies yang terancam punah dari hewan bagian 1

Ilustrasi: GI

Dr Ashlee Hutchinson, yang mengusulkan ide tersebut dan bekerja di organisasi konservasi Revive & Restore, menekankan bahwa metode ini membantu mempertahankan reproduksi seksual, sehingga meningkatkan kemampuan spesies untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan.

Menyimpan materi genetik dalam nitrogen cair pada suhu -196 derajat Celcius juga mengawetkan DNA tanpa batas waktu, membuka peluang untuk penelitian dan aplikasi di masa mendatang. Beberapa organisasi seperti Nature's Safe di Inggris dan Frozen Zoo di AS telah lama menerapkan metode bio-penyimpanan ini, tetapi pengumpulan sel dari feses merupakan langkah maju yang besar karena bersifat non-invasif, sehingga memungkinkan akses ke lebih banyak hewan.

Namun, para ilmuwan masih menghadapi tantangan dalam memisahkan sel hewan dari bakteri dalam feses. Tim peneliti saat ini sedang menguji metode pengenceran dan kultur sel dalam lingkungan antibiotik. Masih banyak hambatan dalam penerapan teknologi ini secara luas, terutama karena terbatasnya pemahaman tentang fisiologi reproduksi banyak spesies.

Ngoc Anh (menurut Guardian, Independent)


[iklan_2]
Sumber: https://www.congluan.vn/cac-nha-khoa-hoc-tim-cach-cuu-cac-loai-co-nguy-co-tuyet-chung-tu-phan-dong-vat-post338868.html

Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk