Pada malam 10 Mei waktu setempat, pada pertemuan darurat khusus untuk membahas situasi di Gaza dan status keanggotaan Palestina yang diadakan di New York, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) mengeluarkan resolusi yang menyerukan Dewan Keamanan (DK PBB) untuk mempertimbangkan dukungan Palestina untuk menjadi anggota resmi organisasi multilateral terbesar di dunia itu.
Resolusi tersebut disahkan dengan 143 suara mendukung dan 9 suara menentang, termasuk Amerika Serikat dan Israel, serta 25 abstain. Meskipun resolusi tersebut tidak memberikan Palestina keanggotaan penuh di PBB, resolusi tersebut mengidentifikasi Palestina sebagai negara yang memenuhi syarat dan menyerukan Dewan Keamanan untuk mempertimbangkan kembali isu tersebut.
Meskipun hanya simbolis, adopsi resolusi ini oleh Majelis Umum memiliki makna yang sangat penting bagi status dan kegiatan Palestina. Dengan demikian, Palestina akan memiliki lebih banyak kewenangan mulai sidang Majelis Umum mendatang (September 2024), seperti mengeluarkan pernyataan atas nama suatu kelompok; mengajukan proposal dan amandemen, atau mengusulkan isi pada sidang reguler/luar biasa... Namun, karena belum menjadi anggota penuh, Palestina tidak akan memiliki hak untuk mencalonkan diri dan memberikan suara di badan-badan PBB.
Pada tahun 1974, Majelis Umum PBB mengesahkan Resolusi 3237 yang mengakui Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) sebagai anggota pengamat. Pada bulan November 2012, Majelis Umum melanjutkan pengesahan resolusi yang memberikan Negara Palestina status "anggota pengamat" di PBB.
SELATAN
[iklan_2]
Sumber: https://www.sggp.org.vn/dai-hoi-dong-lhq-ung-ho-palestine-tro-thanh-vien-day-du-cua-lhq-post739328.html
Komentar (0)